Kasus COVID-19 DIY Tertinggi Nasional, Dipicu Klaster Takziah di Sedayu

Kasus COVID19 DIY Tertinggi Nasional Dipicu Klaster Takziah di Sedayu Ilustrasi (Covesia)


Covesia.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan penambahan kasus baru COVID-19 tertinggi nasional dengan tambahan kasus baru sebanyak 33 kasus pada Senin (8/11/2021). Dari 33 kasus tersebut, 31 berasal dari daerah Bantul dan 2 kasus lagi di Sleman.

Penambahan kasus baru di DIY dipicu dari klaster takziah di Sidayu Bantul. 

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY merespon dengan meminta Pemkab Bantul serius dalam menekan penyebaran klaster takziah di Sedayu tersebut. Termasuk pengawasan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sedayu yang mengakibatkan munculnya klaster tersebut hasil dari hasil tracing klaster takziah.

"Ini akibat ada satu [orang] yang positif, akhirnya menular ke siswa yang lain. Bahkan sampai ke sleman dan lainnya karena sebagian besar siswanya kan dari bantul dan sleman," ujar Sekda DIY, Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta yang dikutip Covesia.com dari Suara.com, Selasa (09/11/2021). 

Klaster takziah Sedayu tersebut, menurut Aji harus jadi pembelajaran semua pihak untuk tidak lalai dalam menangani pandemi COVID-19. Meski tren kasus menurun, ketidaktaatan pada protokol kesehatan menimbulkan klaster baru yang merugikan banyak pihak.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) pun harus mengevaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di DIY, terutama di Bantul dan Sleman. Termasuk indikasi kelalaian guru yang tetap mengajar meski sudah dinyatakan positif COVID-19.

Penutupan sementara sekolah yang siswanya terpapar juga harus dilakukan hingga mata rantai penularan COVID-19 terputus. Jangan sampai klaster takziah Sedayu semakin menyebar.

"Harus dievaluasi apakah karena anak-anak tidak taat protokol kesehatan atau karena pertemuan yang terlalu lama, kantin buka, guru yang mengajar, kita minta investigasi," ungkapnya.

Aji menambahkan, Disdikpora diminta memberikan sanksi tegas pada guru yang nekat mengajar meski sudah terkonfirmasi positif COVID-19. Sebab tindakan guru tersebut terbukti membahayakan kesehatan banyak pihak.

"[Guru] harus kita berikan sanksi kalau dengan sengaja. Sudah jelas positif [covid-19] masih mengajar. Sudah jelas sakit kok malah menghadiri pertemuan banyak orang, disanksi saja," ungkapnya.

Dengan penambahan 33 kasus baru tersebut, DIY menjadi daerah tertinggi nasional dari total 244 kasus baru dari data yang tercatat  pada Senin (8/11/2021).

(dnq)


Berita Terkait

Baca Juga