BMKG: Wilayah Sumber ''Hotspot'' Belum Hujan, Partikulat Mengarah ke Sumbar

BMKG Wilayah Sumber Hotspot Belum Hujan Partikulat Mengarah ke Sumbar Sumber: satelit.bmkg.go.id

Covesia.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang mengungkapkan, terjadi peningkatan PM10 di wilayah Sumbar pada Kamis (4/3/2021) pagi. 

"Hal itu dikarenakan wilayah sekitar Sumbar utamanya pantai Timur Sumatera masih terpantau adanya hotspot (titik panas)," kata Kepala BMKG GAW Bukit Koto Tabang, Wan Dayantolis dalam keterangan yang diterima Covesia.com, Kamis.

Ia menyebutkan, meski dua hari terjadi hujan merata pada wilayah Sumbar, namun masih terlihat peningkatan nilai PM10 yang terpantau.

Berdasarkan prediksi Pusat Prakiraan Cuaca Jarak Menengah Eropa (ECMWF), konsentrasi rerata 24 jam (pukul 00:00 - 23:00 WIB) untuk paramater PM2.5 di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat untuk periode 4-6 Maret 2021 masih menunjukkan potensi wilayah-wilayah dengan konsentrasi PM2.5 di atas 15,5 μg/m3 (Lampiran 1 Permen LHK No.14/2020: batas atas konsentrasi rerata 24 jam PM2.5 untuk kategori kualitas udara baik). 

Hal ini mengindikasikan masih adanya potensi penurunan kualitas udara di kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Kabupaten dan ota dengan prediksi konsentrasi rerata 24 jam PM2.5 di atas 15,5 μg/m3 untuk periode 4-6 Maret 2021 antara lain;

  • 4 Maret 2021 meliputi wilayah Agam, Dharmasraya, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Sijunjung, Solok, Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto dan Kota Solok
  • 5 Maret 2021 diantaranya Agam, Dharmasraya, Padang Pariaman, Padang, dan Pariaman.
  • 6 Maret 2021 tidak ada, dengan pengecualian Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan, terindikasi penurunan kualitas udara di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat untuk esok hari, 4 Maret 2021. 

Hasil pantauan hotspot dari LAPAN untuk Sumatera dalam 24 jam terakhir mencatat adanya 34 hotspot di Riau, dengan rincian 3 hotspot dengan tingkat kepercayaan Tinggi, 28 hotspot sedang, dan 3 hotspot Rendah. 

Pola pergerakan angin menunjukkan udara yang masuk ke Sumatera Barat masih dipengaruhi oleh sumber emisi dari Riau. 

Kondisi inilah yang diprediksi memberikan dampak terhadap penurunan kualitas udara di Sumatera Barat.

Prediksi ECMWF untuk tanggal 5 Maret 2021 menunjukkan peningkatan kualitas udara di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat, dan tidak ada terdeteksi adanya wilayah dengan konsentrasi rerata 24 jam PM2.5 di atas 15,5 μg/m3 untuk tanggal 6 Maret 2021. 

Kondisi ini akan terus dimutakhirkan dengan melihat peluang hujan di Riau dan Sumatera Barat, dan potensi kemunculan titik panas.

(ril/deb)

Berita Terkait

Baca Juga