Bulog Sumbar Siapkan 10 Ribu Ton Beras Sambut Ramadhan dan Idul Fitri 2021

Bulog Sumbar Siapkan 10 Ribu Ton Beras Sambut Ramadhan dan Idul Fitri 2021 Stok Beras di gudang Bulog Divre Sumbar di Padang (Foto: Primadoni/ Covesia)

Covesia.com - Sambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumatera Barat (Sumbar) memastikan telah siapkan 10 Ribu ton beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Sumbar pada 3 bulan yang akan datang.

"Untuk saat ini kita di Bulog memiliki stok beras ada 10 ribu ton, dengan stok ini kita memprediksi selama 3 bulan kedepan stok aman, karena rata-rata di Sumbar ini penyalurannya lebih kurang 2500 hingga 3000 ton per bulan," ungkap Kepala Bulog Divisi Regional Sumbar, Tommy Despalingga, Senin (1/3/2021).

Ia menjelaskan, untuk stok beras yang tersedia di Bulog Sumbar berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) dengan jenis beras medium.

"Saat ini beras yang tersedia berasal dari dalam negeri yang didatangkan dari Jakarta dan Jawa Timur," jelas Tommy.

Selain itu Bulog Sumbar juga tetap menerima pengadaan beras dari petani lokal Sumbar hanya saja harga jual dari petani lokal lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp8.300 per kilogram.

"Bulog hanya beli sesuai HPP beras yakni Rp8.300 per kg. Sementara harga beras di penggilingan Rp8.500 sampai dengan Rp8.700 per kilogram sehingga petani menjualnya kepada pihak lain," sebutnya.

Ia memaklumi hal tersebut akan tetapi bila ada pihak lain yang menawar dengan harga lebih rendah dari HPP maka pihak Bulog yang akan menampung hasil panen petani di Sumbar.

Selain itu pemerintah tetap menjaga dan memantau agar jangan sampai hasil panen petani harganya turun. Di samping itu, pihaknya juga melakukan pengadaan beras dengan pola komersil.

"Artinya kita beli sesuai harga pasar dan jika ada permintaan maka kita jual juga sesuai harga pasar, berasnya kualitas premium yang dibeli dari petani lokal dan dijual di Rumah Pangan Kita (RPK), kemudian juga dijual pada program-program sembako," ujar dia.

Kemudian kata Tommy selain ketersedian beras pihaknya juga menjaga stok bahan pangan atau lain seperti gula, daging, tepung dan daging di Bulog.

"Untuk Gula saat ini stok sebanyak 31 ton, dan kini Bulog sedang mengajukan stok sekira 1000 ton. Jika yang 1000 ton ini masuk, kita bisa melakukan pasar murah terhadap penjual gula ini nantinya. Selain gula juga stok daging beku sekira 9 ton, minyak goreng 327 ribu liter, terigu 11 ton. Dan nantinya jika terjadi gejolak harga di pasaran atau stok habis di pasaran, Bulog sudah siap dengan stok yang ada untuk masyarakat dengan harga sesuai harga mekanisme di pasar," kata dia. 

(don)


Berita Terkait

Baca Juga