Ketua DPRD Pasbar Bantah Tampar dan Tondongkan Pistol ke Sopir Truk

Ketua DPRD Pasbar Bantah Tampar dan Tondongkan Pistol ke Sopir Truk Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni

Covesia.com - Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni, membantah tuduhan jika dirinya telah menampar dan adanya penodongan pistol terhadap seorang sopir truk sawit bernama Hamka (20) warga Kecamatan Sungai Aur.

"Tidak benar itu. Saya tidak ada menampar, tampar dari mana? saya memang ada menepuk pelan bahunya, namun itu sebagai rasa upaya menghilangkan ketegangan si sopir ini dan menasehati waktu itu," kata Parizal Hafni, Sabtu (27/2/2021).

Baca: Sopir Truk Laporkan Ketua DPRD Pasbar ke Polisi karena Ditampar dan Ditodong Pistol

Parizal Hafni mengatakan, banyak masyarakat Ujung Tanjung, Nagari Sungai Aua dilokasi saat menyaksikan mereka saling bermaafan dengan sopir truk sawit tersebut dan setelah itu selesai.

"Beratus orang di situ menyaksikan. Itu makanya saya heran kenapa tiba-tiba saya dibilang menampar sampai berdarah. Itu tidak ada, orang beratus di situ, tidak ada itu. Di situ pun sudah selesai semuanya," katanya.

"Bahkan saya juga kenal siapa ayah si sopir ini dan saya pun menitipkan salam agar menyampaikan ke ayahnya karena dia kawan saya," sambungnya.

Kemudian, terkait tuduhan penodongan dengan menggunakan pistol, Parizal Hafni pun merasa bingung. Ia juga mengaku tak tahu kapan terjadi penodongan terhadap sopir truk sawit tersebut.

"Saya tidak tahu kapan ada penodongan, maka saya bingung. Pistol apa?, boleh ditanya ke masyarakat setempat, sebab banyak menyaksikan waktu itu," sebutnya.

Dia mengatakan akan membuktikan perkataannya saat pembuktian dengan keterangan saksi. 

"Saya pun turun waktu menemui sopir ini, disaksikan oleh salah seorang warga, baru saya turun. Bukan kita hadang begitu saja dia, tidak ada itu," tegasnya.

Ketua Partai Gerindra Pasbar itu juga mengatakan tidak mungkin melakukan hal-hal bodoh terhadap rakyatnya. Apalagi pada saat itu, katanya, anak-anak dan istrinya ada di dalam mobil.

"Gak mungkinlah. Sebab ada anak-anak dan istri dalam mobil. Kami yang hampir mati karena mengelakkan truk ini. Supir ini harusnya berhenti jangan main kabur saja. Dia kan seharusnya melihat kami yang hendak mati karena masuk parit," terangnya.

"Itu makanya dia kita kejar. Kita hanya ingin tahu kenapa dia lari. Ini yang dibesar-besarkan saja, tidak ada itu. Jika saya dipanggil nantinya oleh pihak berwajib saya akan kooperatif menjelaskan," sambungnya lagi.

Ia juga menceritakan peristiwa itu terjadi ketika dirinya pulang reses dari arah Ujung Gading bersama keluarga. Sewaktu melintas di lokasi kejadian, mereka berpapasan dengan truk bermuatan sawit dari arah berlawanan.

Akibat itu, mobil yang ditumpanginya terpaksa menghindar agar tak terjadi tabrakan, sehingga sopir mobil yang ditumpanginya membanting stir dan terpaksa masuk ke dalam parit di sisi jalan.

"Terpaksalah mobil yang kita gunakan masuk parit. Mungkin tak sampai satu meter jalan aspal ini yang tinggal. Truk ini kita elakkan karena ditanjakan hendak mendahului mobil yang ada di depannya," jelasnya.

"Kita terperosok, sehingga terpaksa mobil didorong. Usai mobil keluar, kita kejar. Sedangkan untuk menanyai awal bukan saya, tetapi ajudan dan sopir. Sementara saya berada di dalam mobil," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni dilaporkan sopir truk sawit bernama Hamka (20) ke Kepolisian Resor Pasaman Barat karena diduga telah melakukan penganiayaan dan menodongkan pistol.

Peristiwa itu terjasi di Jalan Umum Ujung Gading pada Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 16.50 WIB, tepatnya di Ujung Tanjung, Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur.

(hri/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga