Sopir Truk Laporkan Ketua DPRD Pasbar ke Polisi karena Ditampar dan Ditodong Pistol

Sopir Truk Laporkan Ketua DPRD Pasbar ke Polisi karena Ditampar dan Ditodong Pistol Hamka (20) membuat laporan di SPKT Polres Pasaman Barat terkait dugaan penganiayaan oleh Ketua DPRD Pasbar. (istimewa)

Covesia.com - Seorang warga Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat, Hamka (20)  yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir truk sawit melaporkan Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni.

Hamka melaporkan ketua wakil rakyat Pasaman Barat itu, karena mengaku telah dianiya dengan cara ditampar pada bagian pipi kiri nya. Peristiwa itu berlangsung di Jalan Umum Ujung Gading pada Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 16.50 WIB lalu.

"Saat itu saya sedang mengendarai truk yang bermuatan sawit menuju Kecamatan Ujung Gading. Tiba-tiba dari arah berlawan melintas mobil yang ditumpangi wakil rakyat yang terhormat ini," katanya, Sabtu (27/2/2021).

"Entah tidak terima mobilnya hampir tersenggol karena turun badan jalan, saya tidak tahu. Tapi tiba-tiba mobil ini berbalik arah mengejar dan menghentikan laju kendaraan saya," ujarnya.

Pelapor menjelaskan, turunlah seseorang dari bangku samping sopir lalu menghampiri dirinya, dengan menodongkan pistol sambil menunjuk ke arah mobil yang ditumpangi.

"Tiba-tiba saya ditodong pistol dan menyuruh meminta maaf sambil menunjuk arah mobilnya. Melihat pistol mengarah perut saya, saya jadi ketakutan dan turun sesuai yang diperintahkan," ungkapnya.

"Saya turun lalu menghampiri mobilnya, tiba-tiba sesampainya saya ditampar oleh Ketua DPRD yang terhormat yang saya tidak tahu sebelumnya ada dalam mobil itu. Tamparan keras tepat di pipi kiri dan membuat bibir saya berdarah," katanya lagi.

Si sopir truk menyebut jika dia ketakutan dan meminta maaf.

"Saya makin ketakutan, lalu meminta maaf untuk melanjutkan perjalanan. Hingga saat ini saya sangat trauma dengan peristiwa yang saya alami. Saya trauma, karena masih teringat pistol yang mengarah ke perut saya," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Pasaman Barat, AKP Defrizal membenarkan bahwa ada laporan yang masuk. Pihaknya saat ini sedang melakukan proses laporan itu lebih lanjut.

"Benar ada laporan penganiayaan yang masuk tadi malam. Saat ini penyidik sedang melakukan proses langkah hukum terkait laporan itu," terangnya.

(hri/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga