Bahaya dan Solusi untuk Anak-anak Dengan Potensi Psikopat

Bahaya dan Solusi untuk Anakanak Dengan Potensi Psikopat

Covesia.com - Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (UU SISDIKNAS Tahun 2003). Anak usia dini di defenisikan pula sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik.

Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur,2005 dalam tipsserbaserbi.blogspot.com).

Pada dasarnya anak-anak adalah makhluk yang paling lucu, dan menggemaskan tanpa adanya rasa di hatinya untuk menyakiti keluarganya, teman sebayanya, hewan, dan segala yang ada di hadapannya. Ini adalah salah satu hal yang harus dikhawatirkan oleh orang tua.

Terkadang anak bertingkah nakal itu wajar. Namun, ada beberapa hal yang harus sangat diperhatikan orang tua saat sifat anak mulai berubah dan menandakan tanda-tanda psikopat. Masalah psikopat pada anak memang jarang terjadi namun fenomena ini sudah diketahui oleh khalayak ramai dan juga sudah mulai diperbincangkan.

Untuk psikopat sendiri memang bukan menjadi hal yang baru. Justru ini sudah ada sejak dahulu kala karena pada dasarnya Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. 

A. Pengertian psikopat

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental.

Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan. (www.wikipedia.org)

Menurut Kathryn Seifert. Ph,D. Melabeli seorang anak kecil sebagai psikopat atau prapsikopat adalah penghakiman yang prematur. Label tersebut akan menciptakan stigma sosial jangka panjang.

Dapat disimpulkan bahwa psikopat adalah sakit jiwa tanpa gangguan mental yang mana orang orang yang mengidap ini  sangat anti sosial dan merugikan siapa saja yang ada di dekatnya dalam suatu lingkungan tertentu.

Perbedaannya dengan orang sakit jiwa dengan gagguan mental adalah mereka (orang gila) merugikan orang lain tanpa ia sadari sebaliknya dengan psikopat yang melakukannya dengan waras dan mengetahui konsekuensinya.

B. Penyebab anak psikopat

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak menjadi liar atau bahkan menjadi psikopat yang dapat mengancam jiwa orang-orang di sekitarnya yaitu :

1. Pola asuh yang mengikut sertakan kekerasan

Pola asuh yang mengikutsertakan kekerasan dapat menimbulkan trauma bagi anak sehingga anak akan terbiasa melakukan kekerasan sehingga seiring berjalannya waktu maka anaknya dapat tumbuh menjadi psikopat yang menyeramkan menyakiti orang sekitarnya tanpa merasa bersalah dan menyesal. 

2. Faktor genetik

Philip Hunter dari the European biology organization mengatakan bahwa perilaku psikopat bisa diturunkan dari gen orang tua terhadap anaknya. Ayah atau ibu yang menderita psycopathy memiliki peluang lebih banyak untuk menurunkan sifat psikopat kepada sang anak dibandingkan dengan faktor lingkungan atau kondisi psikologi anak.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan Richard Wiebe dari Fitchburg State College di Amerika Serikat. Wiebe mengatakan bahwa ada hubungan antara gen orangtua dengan pembentukan neuron otak bayi hingga menuntun perilaku anak menjadi psikopat.

3. Kondisi psikologi yang tidak normal

Keinginan membunuh yang dilakukannya tidak hanya kepada hewan. Analogi dari segi psikis yang sama juga terjadi pada mereka yang menderita psychopathy. Kecenderungan untuk tertarik pada satu hal 

tertentu hingga melebihi batas kenormalan, ditambah absensi dari faktor emosional terhadap orang lain dapat membuat seseorang menjadi psikopat.

4. Tidak berfungsinya bagian otak Amygdala

Amigdala berasal dari bahasalatin amygdalae adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe,secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia.

Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

5. Bagian otak kortes frontal orbital yang lebih sedikit

Selain bagian amygdala, bagian otak yang tak kalah penting adalah area kortes frontal orbital. Bagian ini terletak tepat dibawah otak depan kita dan merupakan bagian yang berfungsi dalam proses pengambilan keputusan.

Mereka yang perkembangan kortes frontal orbitalnya cenderung lambat akan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan ataupun memikirkan rencana jangka panjang.

C. Penyebab anak psikopat

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak menjadi liar atau bahkan menjadi psikopat yang dapat mengancam jiwa orang-orang di sekitarnya yaitu :

a. Pola asuh yang mengikut sertakan kekerasan

Pola asuh yang mengikutsertakan kekerasan dapat menimbulkan trauma bagi anak sehingga anak akan terbiasa melakukan kekerasan sehingga seiring berjalannya waktu maka anaknya dapat tumbuh menjadi psikopat yang menyeramkan menyakiti orang sekitarnya tanpa merasa bersalah dan menyesal.

b. Faktor genetik

Philip Hunter dari the European biology organization mengatakan bahwa perilaku psikopat bisa diturunkan dari gen orang tua terhadap anaknya. Ayah atau ibu yang menderita psycopathy memiliki peluang lebih banyak untuk menurunkan sifat psikopat kepada sang anak dibandingkan dengan faktor lingkungan atau kondisi psikologi anak.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan Richard Wiebe dari Fitchburg State College di Amerika Serikat. Wiebe mengatakan bahwa ada hubungan antara gen orangtua dengan pembentukan neuron otak bayi hingga menuntun perilaku anak menjadi psikopat.

c. Kondisi psikologi yang tidak normal

Keinginan membunuh yang dilakukannya tidak hanya kepada hewan. Analogi dari segi psikis yang sama juga terjadi pada mereka yang menderita psychopathy. Kecenderungan untuk tertarik pada satu hal tertentu hingga melebihi batas kenormalan, ditambah absensi dari faktor emosional terhadap orang lain dapat membuat seseorang menjadi psikopat.

d. Tidak berfungsinya bagian otak Amygdala

Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia.

Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

e. Bagian otak kortes frontal orbital yang lebih sedikit

Selain bagian amygdala, bagian otak yang tak kalah penting adalah area kortes frontal orbital. Bagian ini terletak tepat dibawah otak depan kita dan merupakan bagian yang berfungsi dalam proses pengambilan keputusan. Mereka yang perkembangan kortes frontal orbitalnya cenderung lambat akan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan ataupun memikirkan rencana jangka panjang.

C. Ciri-ciri anak yang berpotensi menjadi psikopat

I. Suka menyiksa binatang

 Anak yang mempunyai potensi menjadi psikopat adalah anak yang suka menyiksa binatang dan itu adalah kegiatan yang menyenangkan baginya. 

II. Piromania

Piromania adalah keinginan atau hasrat untuk menyulut api di sekitarnya. Kesenangan ini sungguh salah satu kesenangan yang mengerikan. 

III. Enuresis

Secara istilah, enuresis merupakan ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol urin. Anak-anak yang mengidap Enuresis biasanya akan mengompol saat tidur di malam hari.

Tentu bukan jaminan 100 persen bahwa anak-anak yang mengompol di tempat tidur adalah psikopat masa depan. Namun, gangguan ini sering memprovokasi tindakan pembakaran, penyiksaan hewan, dan banyak hal  lainnya karena kondisi ini memalukan bagi si anak.

IV. Suka melanggar peraturan

Ketika anak mulai membantah perkataan orangtua dan suka melanggar peraturan yang ada, bisa jadi mereka mulai menunjukkan gejala psikopat. Ngerinya, mereka biasanya mengerti aturan tersebut tapi lebih suka melanggarnya. Dengan melanggar peraturan, mereka mendapat kegembiraan dan sensasi adrenalin. 

V. Berbohong tanpa penyesalan

Seorang anak yang berbohong karena takut dihukum adalah hal yang wajar. Apalagi kalau ia berbohong lalu meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Namun anak dengan ciri psikopat akan berbohong dan tidak akan menyesalinya. Mereka justru menyukai proses berbohong tersebut dan akan terus melakukannya. 

VI. Tidak peka

Anak-anak dengan ciri-ciri psikopat tidak menunjukkan rasa takut seperti teman sebayanya. Mereka juga tidak merasakan stres pada tingkat yang sama. Mereka tidak tahu apa itu kasih sayang.

Menurut Heather Irvin, seorang psikolog senior, tahun pertama kehidupan anak adalah yang paling penting dalam menentukan masa depan kesehatan psikologis mereka.

D. Penyebab anak psikopat

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak menjadi liar atau bahkan menjadi psikopat yang dapat mengancam jiwa orang-orang di sekitarnya yaitu :

• Pola asuh yang mengikut sertakan kekerasan

Pola asuh yang mengikutsertakan kekerasan dapat menimbulkan trauma bagi anak sehingga anak akan terbiasa melakukan kekerasan sehingga seiring berjalannya waktu maka anaknya dapat tumbuh menjadi psikopat yang menyeramkan menyakiti orang sekitarnya tanpa merasa bersalah dan menyesal. 

• Faktor genetik

Philip Hunter dari the European biology organization mengatakan bahwa perilaku psikopat bisa diturunkan dari gen orang tua terhadap anaknya. Ayah atau ibu yang menderita psycopathy memiliki peluang lebih banyak untuk menurunkan sifat psikopat kepada sang anak dibandingkan dengan faktor lingkungan atau kondisi psikologi anak.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan Richard Wiebe dari Fitchburg State College di Amerika Serikat. Wiebe mengatakan bahwa ada hubungan antara gen orangtua dengan pembentukan neuron otak bayi hingga menuntun perilaku anak menjadi psikopat.

• Kondisi psikologi yang tidak normal

Keinginan membunuh yang dilakukannya tidak hanya kepada hewan. Analogi dari segi psikis yang sama juga terjadi pada mereka yang menderita psychopathy. Kecenderungan untuk tertarik pada satu hal tertentu hingga melebihi batas kenormalan, ditambah absensi dari faktor emosional terhadap orang lain dapat membuat seseorang menjadi psikopat.

• Tidak berfungsinya bagian otak Amygdala

Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia.

Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

• Bagian otak kortes frontal orbital yang lebih sedikit

Selain bagian amygdala, bagian otak yang tak kalah penting adalah area kortes frontal orbital. Bagian ini terletak tepat dibawah otak depan kita dan merupakan bagian yang berfungsi dalam proses pengambilan keputusan.

Mereka yang perkembangan kortes frontal orbitalnya cenderung lambat akan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan ataupun memikirkan rencana jangka panjang.

E. Ciri-ciri anak yang berpotensi menjadi psikopat

• Suka menyiksa binatang

Anak yang mempunyai potensi menjadi psikopat adalah anak yang suka menyiksa binatang dan itu adalah kegiatan yang menyenangkan baginya. 

• Piromania

piromania adalah keinginan atau hasrat untuk menyulut api di sekitarnya. Kesenangan ini sungguh salah satu kesenangan yang mengerikan. 

• Enuresis

Secara istilah, enuresis merupakan ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol urin. Anak-anak yang mengidap Enuresis biasanya akan mengompol saat tidur di malam hari. Tentu bukan jaminan 100 persen bahwa anak-anak yang mengompol di tempat tidur adalah psikopat masa depan.

Namun, gangguan ini sering memprovokasi tindakan pembakaran, penyiksaan hewan, dan banyak hal lainnya karena kondisi ini memalukan bagi si anak.

• Suka melanggar peraturan

Ketika anak mulai membantah perkataan orangtua dan suka melanggar peraturan yang ada, bisa jadi mereka mulai menunjukkan gejala psikopat. Ngerinya, mereka biasanya mengerti aturan tersebut tapi lebih suka melanggarnya. Dengan melanggar peraturan, mereka mendapat kegembiraan dan sensasi adrenalin. 

• Berbohong tanpa penyesalan

Seorang anak yang berbohong karena takut dihukum adalah hal yang wajar. Apalagi kalau ia berbohong lalu meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Namun anak dengan ciri psikopat akan berbohong dan tidak akan menyesalinya. Mereka justru menyukai proses berbohong tersebut dan akan terus melakukannya.

• Tidak peka

Anak-anak dengan ciri-ciri psikopat tidak menunjukkan rasa takut seperti teman sebayanya. Mereka juga tidak merasakan stres pada tingkat yang sama. Mereka tidak tahu apa itu kasih sayang. Menurut Heather Irvin, seorang psikolog senior, tahun pertama kehidupan anak adalah yang paling penting dalam menentukan masa depan kesehatan psikologis mereka.

F. Dampak psikopat terhadap perkembangan anak

Pada dasarnya kita memang tidak bisa menentukan apakah anak itu psikopat, atau hanya kenakalan anak belaka. Oleh karena itu orang tua harusnya jeli terhadap sikap anaknya sehingga mereka tau ketika anaknya menunjukkan sikap yang tidak biasa.

Ketika sikap seorang psikopat sudah melekat pada anak maka anak tidak akan bisa menjalankan tugas perkembangan dengan baik sehingga anak-anak akan memiliki kelainan-kelainan yang ia alami hingga ia beranjak dewasa

Tugas perkembangan anak tidak akan berjalan dengan baik karena sifat sifat tidak lazim yang dimilikinya, contohnya cenderung anak-anak yang melakukan hal yang tidak lazim ini karena merasa mereka di perintahkan oleh teman khayalannya atau suara-suara di kepalanya yang menyuruh mereka untuk melakukan hal seperti itu, atau bahkan dorongan dari diri sendiri yang merasa cemburu dengan hal yang di dapatkan oleh orang lain sehingga ketika ada rasa ingin memiliki, maka ia akan melakukan segala hal termasuk membunuh teman atau keluarganya sendiri.

Tugas perkembangan anak salah satunya yaitu bermain dengan teman sebayanya, sebagian anak yang memiliki kelainan psikopat akan bermain dengan teman-temannya namun ia cenderung bermain kasar. 

Tugas perkembangan lainnya ialah mengembangkan sikap positif terhadap kelompok sosial. Kembali pada anak yang memiliki sifat psikopat cenderung sangat cerdas dan mempunyai IQ tinggi atau di atas rata-rata.

Sebagian akan mengikuti tugas perkembangan dan menjalani hidup normal di mata masyarakat pada umumnya namun,dibalik itu semua ada kegiatan yang ia lakukan tanpa diketahui oleh masyarakat. 

G. Solusi Agar Anak Terhindar Dari Sifat Psikopat

1. Aspek lingkungan keluarga

Keluarga adalah satuan unit terkecil yang terdiri atas ayah, ibu dan anak. Dimana anak memperoleh pendidikannya yang pertama dan terpenting pada anak. Karena keluarga adalah tempat dimana anak dapat memperoleh kebutuhan pentingnya antara lain seperti kebutuhan maslow (wikipedia):

  • Kebutuhan fisiologi
  • Kebutuhan akan rasa aman
  • Kebutuhan akan kasih sayang
  • Kebutuhan akan penghargaan
  • Kebutuhan akan pengaktualisasian diri

Keluarga menjadi pondasi penting untuk tumbuh kembang anak, dengan terpenuhinya kebutuhan anak maka anak akan tumbuh kembang sesuai dengan tugas perkembangannya.

2. Lingkungan sekolah

Sekolah menjadi mitra keluarga untuk memberikan pendidikan dasar bagi anak. Inilah salah satu alasan begitu pentingnya pendidikan kepada anak. Anak akan diajarkan ilmu pengetahuan serta ilmu sosial lainnya sehingga dapat meningkatkan jiwa kreatifitasannya, dan sosialisasinya.

Sekolah menjadi tempat dimana mereka menciptakan jiwa nasionalisme yang tinggi untuk anak. Beberapa hal yang harus diketahui akan betapa pentingnya pendidikan itu adalah :

• Memberantas kebodohan

Pentingnya pendidikan sekolah dapat memberantas kebodohan. Kebodohan ini disebabkan oleh ketidaktahuan, sempitnya wawasan, kurangnya sikap open minded.

• Membangun karakter

Pendidikan di sekolah bisa membangun karakteristik bagi generasi muda. Ini juga sangat penting karena mengajarkan norma dan nilai.

• Menciptakan nasionalisme yang tinggi

Nasionalisme adalah rasa memiliki bangsa dan negara ini. Jika rasa nasionalisme semakin sedikit maka akan menyebabkan generasi muda yang cuek akan nasib bangsa dan negara ini kedepannya. Namun dengan adanya pendidikan maka ia akan dapat berfikir dengan kritis untuk lebih baik kedepannya.

3. Lingkungn masyarakat

Lingkungan merupakan tempat dimana anak tumbuh dan berkembang, sehingga lingkungan banyak berperan dalam membentuk kepribadian dan karakter seseorang. Bagi kebanyakan anak, lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak, setelah itu sekolah, kemudian masyarakat. 

Lingkungan yang buruk yang sering terjadi di sekitar anak, misalnya kelompok pengangguran, judi, perkataan jorok, dan kasar, dan dunia hiburan yang tidak mendidik. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat juga dapat membawa dampak negatif seperti tersedianya informasi negatif melalui media massa.

Oleh karena itu orang tua juga harus berpandai-pandai untuk mencari lingkungan hidup yang baik untuk anak.

Kesimpulan

Psikopat adalah sakit jiwa tanpa gangguan mental yang mana orang orang yang mengidap ini  sangat anti sosial dan merugikan siapa saja yang ada di dekatnya dalam suatu lingkungan tertentu.

Perbedaannya dengan orang sakit jiwa dengan gangguan mental adalah mereka (orang gila) merugikan orang lain tanpa ia sadari sebaliknya dengan psikopat yang melakukannya dengan waras dan mengetahui konsekuensinya.

Bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh berkembang dengan maksimal.

Menjudge anak sebagai  prapsikopat dengan bukti yang kurang itu adalah hal yang kurang pantas hanya karena mungkin itu hanyalah kenakalan remaja. Namun jika orang tua mengetahui penyebab anak tersebut menjadi psikopat maka orang tua dapat menghindarkan segala bentuk yang dapat menjadikan anak sebagai psikopat nantinya.

Dengan ciri-ciri dan bahaya hingga solusi yang ditawarkan seharusnya orang tua menjadi sangat selektif apabila saat anak sedang berada pada tugas perkembangan yang sangat penting untuk menunjang kehidupan anak nantinya.

Psikopat tidak dapat dipandang sebelah mata. Ini dapat merusak bangsa dan mengahancurkan bangsa itu sendiri. Dengan orangtua bermitra dengan sekolah dan lingkungan maka diharapkan anak akan menjadi anak yang berbudi baik, berakhlak mulia dan mencintai diri dan lingkungan serta bangsanya.

 DAFTAR REFERENSI

  • https://psikologiforensik.com/2015/01/30/kekerasan-pada-anak-dalam-film-beth-thomas-the-child-of-rage-analisis-cara-identifikasi-merawat-and-mencegah/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Psikopat
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Amigdala
  • https://www.alodokter.com/enuresis-fakta-yang-perlu-kamu-ketahui-tentang-mengompol
  • https://lifestyle.kompas.com/read/2016/09/19/211500823/mengenal.10.jenis.penyimpangan.seksual
  • http://style.tribunnews.com/2018/03/19/7-tanda-tersembunyi-seorang-anak-akan-jadi-psikopat-saat-dewasa-para-orangtua-wajib-waspada?page=all
  • Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal 10 Jenis Penyimpangan Seksual", https://lifestyle.kompas.com/read/2016/09/19/211500823/mengenal.10.jenis.penyimpangan.seksual. 
  • Penulis : Michael Metekohy
  • https://www.kompasiana.com/sadikkahiril/59f5d018DCF2d0318f0d2/psikopat-dan-pembunuh-berdarah-dingin?page=all
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Teori_hierarki_kebutuhan_maslow
  • http://www.kpai.go/berita/kpai-320-anak-terpapar-kriminalitas-pencegahan-tugas-orangtua-maksimalkan-peran-rumah-aman
  • https://www.academia.edu/36746902/STUDI_KASUS_PSIKOPAT_DI_INDONESIA
  • Shochib moh.1998.Pola Asuh Orang tua dalam membantu anak mengembangkan disiplin diri:Rineka Cipta.Jakarta
  • Djamarah syaiful Bahri.Pola asuh orang tua dan komunikasi dalam keluarga upaya membangun citra membangun pribadi anak.Jakarta: Rineka Cipta
  • Semium Yustinus.Kesehatan Mental 2.Yogyakarta:Kanisius
  • Prasetyo Herry dkk. Virus-virus perusak kepribadian anak membangun mental nak sejak usia dini.Jakarta:Gramedia pustaka utama.
Komentar