Bermain Game dan Kecerdasan Kognitif Anak

Bermain Game dan Kecerdasan Kognitif Anak

Covesia.com - Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini tidak bisa kita hindari, dengan semakin majunya teknologi maka akan semakin mempermudah manusia, misalnya saja handphone atau gadget.

Saat ini handphone tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja tetapi sudah banyak dari anak-anak yang masih di bawah umur menggunakan handphone hanya untuk sekedar bermain game.

Berdasarkan survey oleh The Asian Parent Insight (2014) yang dilakukan di lima negara termasuk Indonesia, melibatkan anak-anak yang menggunakan gadget. Dari 98% anak-anak pengguna gadget diantaranya 67% menggunakan gadget milik orang tua, 18% gadget milik saudara atau keluarga dan 14% milik sendiri.

Bermain game memiliki dampak positif dan negatif bagi anak. Salah satu dampak positif dari bermain game yaitu meningkatkan keterampilan membaca anak, dimana di dalam game tersebut terdapat intruksi bagaimana cara memainkan game tersebut dan secara tidak langsung anak sudah belajar membaca hanya dari bermain game.

Namun, anak yang bermain game secara berlebihan atau terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan kognitif. Dampak yang akan terjadi jika anak berlebihan bermain game yaitu anak-anak tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan sekolah, tidak konsentrasi pada waktu proses pembelajaran, tidur di dalam kelas bahkan sampai bolos sekolah (Manggena, Putra, & Elingsetyo Sanubari, 2018).

Menurut Piaget dalam Yudiasmini, Agung, & Ujianti, 2014 ada 4 tahap perkembangan kognitif anak : tahap sensorimotor (0-2 tahun), tahap praoperasional (2-7 tahun), tahap operasi konkret (8-11 tahun), tahap operasi formal (11 tahun ke atas).

Perkembangan kognitif sangat diperlukan oleh anak untuk meningkatkan kemampuan otak. Misalnya mengenal huruf, mengenal angka, mengenal ukuran, dan mengelompokkan warna.

B. Rumusan Masalah

  • Apa pengertian kecerdasan kognitif?
  • Apa pengertian dari game?
  • Apa dampak positif dari bermain game?
  • Apa dampak negatif dari bermain game?
  • Apa saja jenis gameonline dan gameoffline?
  • Bagaimana pengaruh bermain game terhadap perkembangan kecerdasan kognitif anak?
  • Bagaimana solusi penanganan bahaya kecanduan bermain game pada anak?

C. Tujuan 

  • Untuk mengetahui apa itu kecerdasan kognitif
  • Untuk mengetahui apa itu game
  • Solusi yang harus dilakukan ketika anak sudah kecanduan bermain game
  • Mengetahui dampak positif dan negatif dari bermain game

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kecerdasan Kognitif

Istilah cognitiveberasal dari kata cognition yang padanya knowing, berarti mengetahui. Dalam arti yang luas,cognition ialah perolehan,penataan dan penggunaan pengetahuan(Khadijah, 2016).

Sementara itu di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kognitif diartikan sebagai sesuatu hal yang berhubungan dengan atau melibatkan kognisi berdasarkan kepada pengetahuan faktual yang empiris.

Menurut Gunarti dkk, kognitif dapat diartikan kemampuan verbal, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari  pengalaman hidup sehari-hari (Gunarti dkk, 2010).

B. Pengertian Game

Game adalah kata berbahasa inggris yang berarti permainan atau pertandingan, atau bisa diartikan sebagai aktifitas terstruktur yang biasanya dilakukan untuk bersenang-senang.

Menurut Angga (Zulfadli Fahrul Rozi, 2010:6) game atau permainan adalah sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu sehingga ada yang menang dan ada yang kalah, biasanya dalam konteks tidak serius dengan tujuan refreshing.

Bermain game merupakan sebuah kegiatan yang sering dilakukan anak-anak sebagai sarana untuk mengisi waktu luang. Bermain game juga bisa meningkatkan kecerdasan kognitif anak seperti kemampuan menghitung, kemampuan mengenal bentuk-bentuk benda.

Saat ini sudah jarang kita melihat anak-anak tidak bisa bermain game, bahkan anak usia 5 tahun saja sudah bisa menggunakan handphone atau gadget untuk digunakannya bermain game.

Yang dapat dilakukan orang tua yaitu membantu anak belajar dari game yang dimainkan oleh anak dan juga mengontrol waktu bermainnya.

Anak-anak terkadang malas untuk belajar dan lebih suka bermain game, disanalah kita dapat mengajarkan anak belajar sekaligus anak bermain game,  misalnya saja kita mengunduh game hitung-hitungan maka ketika anak senang dengan game itu, berarti kita sudah mengajarkan anak cara berhitung, atau game membentuk rumah dari balok, dan disitu anak juga sudah belajar tentang balok..

Bermain game memang sangat di gemari oleh orang dewasa termasuk anak-anak, sekarang anak-anak sudah tidak asing lagi menggunakan gadget untuk bermain game dan anak-anak juga tahu game apa yang sedang dia mainkan.

Di zaman yang teknologinya semakin maju, tidak heran apabila semua kalangan menggunakan teknologi. Bahkan anak-anak lebih memahami cara menggunakan gadget atau handphone di bandingkan orang dewasa.

Karena anak-anak jika berada di dekat orang tuanya maka dia juga akan selalu melihat handphone yang digunakan oleh orang tuanya. Bahkan anak-anak sampai mempunyai handphone atau gadget sendiri untuk dimainkannya, walaupun gadget tersebut hanya untuk bermain game saja. Mulai dari gameonline hinggaoffline.

C. Dampak Positif Bermain Game 

Beberapa dampak positif dari bermain game, yaitu sebagai berikut:

1. Melatih kemampuan bahasa

Dengan besarnya pengembang game asing, banyak game yang dikemas menggunakan bahasa inggris. Dengan game berbasis bahasa inggris, secara tidak langsung, seorang anak akan belajar bahasa inggris agar dapat memainkan game tersebut. Ini menjadikan game merupakan sarana belajar sambil bermain.

2. Melatih logika

Dalam bermain, anak dapat dilatih untuk menggunakan logika, menganalisa masalah serta strategi untuk memecahkan masalah yang dihadapi guna memenangkan game yang sedang dimainkan.

3. Melatih kemampuan spasial

Game dapat berperan untuk melatih kecerdasan spasial anak. Dengan berinteraksi dengan gambar dan ruang, seorang anak dapat mengenal dan mengingat sebuah bentuk visual. Sehingga anak terasah untuk mengingat bentuk visual  dan ruang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan spasial juga berhubungan dengan pemecahan masalah.

4. Kemampuan membaca

Dalam memainkan game edukasi, seorang anak secara langsung belajar membaca untuk memainkan sebuah game sehingga seorang anak dapat belajar dengan bermain.

5. Stimulasi otak

Dalam memainkan sebuah game, otak bekerja lebih keras untuk berstrategi dalam memecahkan masalah dalam sebuah permainan. Stimulasi otak ini berperan juga dalam melatih kemampuan motorik anak.

D. Dampak Negatif Bermain Game

Beberapa dampak negatif dari bermain game, yaitu sebagai berikut:

1. Prestasi belajar anak bisa menurun

Masalah jika  anak sudah kecanduan bermain game yaitu prestasi belajar yang kemungkinan mengalami penurunan di sekolah. Sehingga jika tidak dilakukan penangan yang tepat hal tersebut akan membuat prestasi belajar anak menurun.

2. Anak menjadi malas belajar

Anak tersebut akan mulai malas belajar, karena yang biasanya akan muncul dibenaknya adalah keinginan untuk bermain game lagi dan lagi. Anak akan malas membuka bukunya atau mengulang pelajaran pelajaran yang telah dipelajarinya di sekolah, karena pikiran untuk bermain game membuat motivasi anak untuk belajar semakin menurun.

3. Bahaya radiasi dari perangkat elektronik

Jika anak terlalu lama bermain game maka anak akan terkena bahaya radiasi yang dipancarkan oleh perangkat elektronik yang digunakan untuk bermain game. Efek yang bisa ditimbulkan dari radiasi dari peralatan elektronik yang digunakan anak untuk bermain game adalah menurunkan konsentrasi anak, masalah pada jaringan otak anak dan masih banyak efek buruk lainnya yang bisa ditimbulkan dari radiasi perangkat elektronik yang berlebihan.

4. Berbahaya bagi mata anak

Ketika bermain game anak akan memfokuskan pandangannya pada layar dalam jangka waktu yang lama, kondisi tersebut jelas bisa mengganggu pandangan anak dan bukan tidak mungkin membuat anak mengalami masalah penglihatan, misalnya rabun jauh, rabun dekat, kerusakan pada saraf mata.

5. Berpotensi membuat anak menjadi sosok yang individualis

Sikap individual atau mementingkan diri sendiri juga berpotensi muncul pada karakter anak yang kecanduan bermain game, waktu yang kebanyakan dihabiskan menyendiri sambil bermain game, membuat anak kurang belajar makna kebersamaan, kerja sama, dan tolong menolong.

E. Jenis Game Online dan Game Offline

Ada beberapa jenis gameonline yaitu sebagai berikut:

1. Real Time Strategi (RTS)

RTS adalah jenis game peperangan yang biasanya meminta pemainnya untuk mengatur strategi yang baik untuk memenangkan permainan. Dalam game tersebut sebagai seorang pemain harus mampu mengelola sebuah negara atau tim yang kita pilih, baik SDM-nya, SDA-nya, perekonomiannya, dan masih banyak lagi.

2. Life Simulation Game

Life Simulation Game ini adalah permainan yang memiliki karakter yang dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan manusia di dunia nyata. Dalam game ini kita harus bisa mengendalikan karakternya untuk melakukan hal-hal seperti manusia seperti belajar, berbelanja, berinteraksi, bekerja, dan masih banyak lagi.

3. Game Petualangan (Adventure)

Jenis game petualangan ini biasanya mengambil tema memecahkan sebuah misteri atau kasus, memburu harta karun, serta menyelamatkan karakter lain.

Ada beberapa jenis game offline yaitu sebagai berikut:

1. Learn The Animals

Game Learn The Animals ini memberikan pembelajaran seputar hewan-hewan yang ada di berbagai belahan bumi, dari yang sering dijumpai bahkan sampai hewan langka yang pantas untuk dipelajari.Game ini pantas dimainkan oleh anak berusia 3-8 tahun. Mempelajari cara mengenali hewan dari warnanya, suaranya, bentuknya, dan menyusun kata dari nama-nama hewan tersebut.

2. Belajar Hijaiyah

Aplikasi Game belajar hijaiyah sangat cocok untuk dimainkan anak-anak agar lebih mengenal huruf hijaiyah seperti alif, ba’, ta’, tsa’ hingga ya’ dengan cara yang menyenangkan.

Selain belajar membaca dan menulis huruf hijaiyah, terdapat juga beberapa game yang bisa anak-anak mainkan seperti menebak huruf hijaiyah, kolam ikan hijaiyah, dan pohon huruf hijaiyah. Dengan begitu anak-anak tidak akan bosan belajar huruf hijaiyah.

3. Belajar Berhitung

Belajar berhitung adalah game untuk mengedukasi anak-anak untuk belajar mengenal angka dan hitungan dasar. Dengan tampilan dan warna yang menarik, game ini tentunya akan menjadi sarana yang nyaman untuk belajar berhitung dan tidak menimbulkan kebosanan pada anak-anak.

F. Pengaruh Bermain Game Terhadap Kecerdasan Kognitif 

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, bahwa anak-anak sekarang lebih cenderung menyukai gadget, tetapi gadget selalu di anggap negatif oleh kebanyakan orang tua, karena tidak baik anak di bawah umur sudah menggunakan gadget dari segi negatif yang sering orang tua lihat pada anak mereka ternyata bermain game dengan gadget bisa meningkatkan kecerdasan kognitif pada anak, misalnya orang tua mengunduh game edukasi atau game yang lainnya.

Secara tidak langsung anak-anak akan mencoba belajar bermain game edukasi tersebut misalnya game memecahkan balon  sesuai dengan warna yang diminta dan memberi pengetahuan pada anak tentang warna, selanjutnya ada game mengenal huruf yang juga mengajarkan anak tentang bentuk-bentuk huruf.

Karena orang tua masih banyak yang belum tahu dampak positif yang terdapat di dalam game,orang tua selalu melarang anaknya untuk bermain game padahal disana anak bisa belajar membaca dan mengenal lingkungan di sekitarnya.

Walaupun telah disebut kan di atas beberapa dampak positifnya, menurut Margaretha Soleman (Ambarina,2008:78) mengemukakan dampak buruk secara sosial, fisik dari kecanduan bermain game, sebagai berikut:

1. Sosial

Hubungan dengan teman dan keluarga menjadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang. Ketika anak sudah masuk kedalam dunia game nya anak akan lupa dengan sekitarnya bahkan terkadang orang tua di samping mereka tidak dihiraukannya karena anak terlalu fokus dengan game tersebut.

2. Psikis

Pikiran anak menjadi terus menerus memikirkan game yang sedang dimainkan. Anak menjadi sulit untuk berkonsentrsi dalam belajar, kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Ketika anak sudah masuk ke dalam dunia game anak akan sulit mengekspresikan diri ketika berada dilingkungan nyata.

3. Fisik

Ketika anak bermain game anak akan terkena paparan cahaya radiasi dari gadget dan dapat merusak saraf mata dan otak. Dampak lainnya anak akan lupa makan karena keasyikan bermain.

G. Solusi Bermain Game

Jika anak sudah terlalu kecanduan bermain game maka akan berbahaya bagi kesehatan anak, seperti sakit mata, kepala sakit dan sebagainya, jadi orangtua harus tau kapan waktu memberikan anak gadget atau handphone, lebih baik anak di ajarkan belajar menggunakan buku dari pada belajar menggunakan gadget karena menggunakan gadget akan berdampak lebih buruk kepada anak.

Biasakan anak untuk bermain dengan temannya sehingga anak tidak kepikiran terus dengan game. Lebih baik anak bermain game hanya sekitar 10 menit saja, walaupun anak juga bisa belajar dari game tersebut.

Orang tua juga harus sering-sering bermain dengan anak sehingga anak tidak akan selalu bermain game setiap hari ajak juga anak bermain di luar rumah untuk meningkatkan perkembangannya.

Orang tua juga dapat mempersiapkan balok atau angka yang bisa langsung dimainkan oleh anak, sehingga anak tidak hanya belajar dari game saja, jika anak belajar secara langsung anak akan bisa melupakan bermain game.

Jika anak sudah tidak kecanduan lagi bermain game berilah anak hadiah untuk mengapresiasikan keberhasilannya untuk tidak ingin bermain game lagi seperti membelikan es krim, atau hadiah lain yang diinginkan oleh anak.

PENUTUP

A. Kesimpulan

  • Kecerdasan kognitif merupakan kemampuan verbal, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari  pengalaman hidup sehari-hari.
  • Game atau permainan merupakan sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu sehingga ada yang menang dan ada yang kalah, biasanya dalam konteks tidak serius dengan tujuan refreshing.
  • Dampak positif dari bermain game yaitu melatih kemampuan bahasa, melatih logika,melatih kemampuan spesial, kemampuan membaca,simulasi otak.
  • Dampak negatif dari bermain bermain game yaitu prestasi belajar anak bisa menurun, anak menjadi malas belajar, bahaya radiasi dari perangkat elektronik, berbahaya bagi mata anak, berpotensi membuat anak menjadi sosok yang individualis.
  • Jika anak sudah kecanduan bermain game maka orang tua harus bisa memberi batasan waktu untuk anak bermain dengan gamenya, jika orang tua selalu membatasi waktu mainnya maka anak lama kelamaan akan terbiasa dan tidak akan bermain dengan waktu yang lama.

B. Saran

Orang tua atau keluarga harus selalu bermain dengan anak ajak anak ke tempat rekreasi, bermain di luar rumah sehingga anak tidak akan kepikiran dengan gamenya.

Orang tua harus melengkapi fasilitas bermain pada anak seperti mewarnai, bermain angka, menyusun puzzle sehingga anak akan lebih terfokus ke permainan yang dapat di mainkan secara langsung, dan tidak lagi bermain menggunakan gadget. Orang tua selalu dampingi anak ketika bermain dengan permainannya sehingga anak tidak akan bosan dengan permainannya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Ambarina, F. D. 2008. Konseling Kognitif Untuk Mereduksi Perilaku Adiksi Online Game Pada Remaja. Jakarta : Skripsi Upi.
  • Gunarti, W, dkk. (2010). Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Anak Usia Dini.Jakarta: Universitas Terbuka.
  • Khadijah. (2016). Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. https://doi.org/10.1016/S0262-8856(98)00132-2
  • Manggena, T. F., Putra, K. P., & Elingsetyo Sanubari, T. P. (2018). Pengaruh Intensitas Bermain Game Terhadap Tingkat Kognitif (Kecerdasan Logika-Matematika) Usia 8-9 Tahun. Satya Widya, 33(2), 146–153. https://doi.org/10.24246/j.sw.2017.v33.i2.p146-153
  • https://dkv.binus.ac.id/2016/11/29/manfaat-positif-bermain-game-bagi-anak/
  • https://www.rijal09.com/2017/05/11-dampak-negatif-kecanduan-bermain-bagi-anak.html
Komentar