Pengaruh Makanan Sembarangan Terhadap Perkembangan Kesehatan Anak

Pengaruh Makanan Sembarangan Terhadap Perkembangan Kesehatan Anak

Covesia.com - Makanan yang mungkin kita ketahui  adalah sejenis makanan ringan. Makanan ringan memang banyak diminati oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Tapi, sebagian besar anak-anak lebih banyak menyukai makanan ini karena mereka merasa tertarik dari bentuknya, beraneka ragam,dan rasanya yang enak. Makanan ringan ini sering kita jumpai di depan sekolah, toko-toko, ataupun di supermarket terdekat.

Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Anak-anak dari berbagai golongan apapun pada umumnya menyukai jajan.

“Budaya jajan menjadi bagian dari keseharian hampir semua kelompok usia dan kelas sosial, termasuk anak usia sekolah dan golongan remaja. Kandungan zat gizi pada makanan jajanan bervariasi, tergantung dari jenisnya yaitu sebagaimana kita ketahui makanan utama, makanan kecil (snack), maupun minuman.

Makanan jajanan memiliki beberapa keunggulan, akan tetapi makanan jajanan diduga masih beresiko terhadap kesehatan. Proses pengolahan yang tidak higienis, adanya campuran pengawet, dll. mengakibatkan makanan jajanan perlu dihindari dan dikurangi konsumsinya.

Terlebih bagi anak yang tidak terbiasa untuk mengkonsumsi sarapan pagi, jajanan adalah makanan pertama kali yang masuk kedalam pencernaan. Hal ini kurang baik bagi kesehatan dan kognitif anak saat menjalani pembelajaran di sekolah.

Rumusan Masalah

  • Bagaimana hakikat makanan sembarangan bagi anak?
  • Bagaimana upaya orang tua mengatasi makanan sembarangan untuk kesehatan anak?
  • Bagaimana hubungan makanan sembarangan dan mempengaruhi kinerja otak anak?
  • Bagaimana mengatasi makanan sembarangan terhadap kesehatan anak?

Tujuan Pembahasan

  • Untuk mengetahui bahaya anak makanan  sembarangan.
  • Untuk mencegah anak menghindari makanan sembarangan.
  • Untuk mengetahui makanan yang tidak sehat dapat  mempengaruhi kognitif pada anak.
  • Untuk mengetahui pengaruh makanan terhadap kesehatan anak.
  • Untuk mengetahui pentingnya kesehatan menghimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi untuk anaknya.

PEMBAHASAN

A. Pengertian makanan sembarangan

Makanan adalah sejenis bahan bisa berasal dari hewani dan tumbuh-tumbuhan, yang kemudian diolah atau diproses dan dimakan oleh manusia, untuk memberikan asupan energi, nutrisi, dan vitamin.

Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Makanan sehat mengandung gizi yang seimbang, yaitu makanan yang sarat gizi dan baik untuk dikonsumsi.

Tujuan memerlukan memerlukan makanan yang sehat adalah supaya tubuh tetap terjaga kesehatannya, dan tubuh juga dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Jika makanan yang dikonsumsi cukup mengandung gizi, maka pertumbuhan dan perkembangan badan akan optimal dan normal, baik perkembangan fisik, maupun otak atau inteligensi.

Makanan sehat tidak harus mahal, tetapi makanan sehat adalah makanan yang seperti dijelaskan di atas yaitu sayuran, protein, buah-buahan serta makanan berserat tinggi.

Banyak orang tua sekarang yang mengira bahwa memberikan makanan-makanan mahal dari restoran mewah adalah sudah mencukupi gizi dan sudah dikatakan makanan sehat padahal nyatanya tidak.

Makanan adalah salah satu sumber energi, dan kesehatan bagi tubuh manusia. Tanpa adanya makanan, manusia tidak akan bisa beraktivitas dengan baik, karena tidak mempunyai energi yang cukup.

Makanan dapat dibedakan atas beberapa jenis, salah satu jenisnya adalah makanan jajanan. Makanan jajanan pada umumnya tidak memperhatikan kualitas kesehatan dan kebersihannya, sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit pada orang yang mengkonsumsinya. Ada beberapa pengaruh makanan bagi anak yaitu:

1. Pengaruh pada kognitif anak

Perkembangan kognitif anak pada usia sekolah sangat tinggi, hal ini dikarenakan pada usia ini, anak-anak berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan, baik itu pertumbuhan fisik, psikososial, maupun pertumbuhan kogitif atau inteligensi.

Untuk itu anak pada usia ini harus diperhatikan kecukupan gizi, dan kesehatan mereka. Salah satu faktor yang turut mempengaruhi perkembangan kognitif anak adalah makanan sembarangan.

Makanan biasanya disenangi oleh anak-anak, hal ini yang mengakibatkan anak tidak mau sarapan dari rumah sebelum berangkat ke sekolah. Dan akibat lainnya adalah kesehatan anak tidak terjaga, karena mereka mengkonsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan ataupun di kantin, yang pada umumnya telah terkontaminasi dengan udara kotor.

Selain berpengaruh pada kesehatan, makanan juga berpengaruh pada perkembangan kognitif anak, di mana anak yang terlalu keseringan mengkonsumsi jajanan di sekolah, Iq nya lebih rendah dibandingkan dengan anak yang selalu sarapan di rumah sebelum berangkat ke sekolah.

2. Pengaruh pada kesehatan anak

Selain berpengaruh pada kognitif anak, makanan  juga berpengaruh pada kesehatan anak. Dalam makanan memfokuskan pengaruhnya pada kesehatan gigi dan perut anak. Beberapa jenis makanan yang dapat merusak gigi anak, seperti: manisan, permen, gulali, coklat, arum manis, jenis minuman dingin, misalnya es krim, es teh, es campur, dan jenis makanan kering; misalnya: kue kering, dan semacamnya.

Selain berpengaruh pada kesehatan gigi, juga berpengaruh pada kesehatan perut. Yang dimaksud dengan kesehatan perut adalah bentuk perut yang sesuai dengan umur anak. yaitu perut berukuran kecil, dan sesuai dengan postur tubuh anak.

Kesehatan pada gigi dan perut pada anak dapat terjadi karena makanan ini dikonsumsi terus menerus setiap hari, yang mengakibatkan anak tidak lagi memakan makanan yang ada di rumah mereka, dan yang kadar gizi serta kesehatannya lebih terjamin.

B. Faktor yang mempengaruhi anak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat:

  • Para orang tua cenderung kurang dalam mengawasi perilaku anak-anaknya yang senang mengkonsumsi jajan di sekolah.
  • Bagi para produsen atau penjual makanan hanya memikirkan keuntungan yang didapatkan dari pada efek buruk yang di akibatkan oleh makanan  yang diproduksinya apabila mengunakan campuran zat-zat berbahaya dalam proses produksi. Bagi penjual yang terpenting jajanan yang mereka jual laku.
  • Anak-anak dalam hal ini sebagai konsumen utama tidak mengetahui bahaya mengkonsumsi makanan tersebut dan cenderung mereka hanya ingin membeli karena jajanan tersebut dikemas dengan menarik dan berwarna mencolok.
  • Pihak sekolah juga seakan membiarkan siswa-siswinya membeli makanan diluar area sekolah, yang seharusnya dilakukan adalah melarang mereka demi kesehatan anak-anaknya. 

C. Pengaruh Makanan Kesehatan Gigi Terhadap Kinerja Otak Anak

Banyak faktor yang menjadi penyebab dari permasalahan mengenai gigi, faktor terpenting adalah makanan, di mana makanan yang banyak mengandung gula dapat menyebabkan kerusakan gigi dan dari gigi dapat merambat ke otak. 

Kebanyakan orang tua  sering mencari tahu makanan apa yang sehat bagi anaknya tetapi tidak mencari tahu apakah makanan itu dapat membantu pertumbuhan otak atau tidak?Jika anak banyak mengkonsumsi makanan tetapi tidak merawat kesehatan giginya maka akan berpengaruh juga terhadap otak, di mana gigi berkontraksi langsung dengan sistem syaraf dan dapat merambat ke otak.

Otak sendiri dapat bekerja dengan optimal jika makanan yang dikonsumsi itu seimbang dan teratur.  Dalam hal ini juga anak harus bisa menjaga kesehatan gigi, yaitu dengan melakukan perawatan gigi dengan menggosok gigi minimal 2x sehari.

Kerusakan gigi merupah efek dari rasa manis. Makanan yang memiliki kelebihan gula juga dapat menimbulkan kegemukan, faktor yang terjadi pada kerusakan gigi sebenarnya adalah kombinasi antara makanan dan bakteri.

Secara ilmiah gigi dilindungi oleh email. Lapisan email gigi ini adalah termasuk lapisan terkuat di dalam tubuh kita, tetapi email dapat larut dalam senyawa asam. Jadi jika kita banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zt asam gigi kita akan lebih mudah keropos.

D. Solusi bagi pengaruh makanan sembarangan terhadap perkembangan kesehatan anak yaitu:

  • Membuat makanan yang sehat dan beragam macam bentuk makanan yang akan dibuat agar anak tertarik dan orang tua mulailah dengan memberi contoh selalu mengkonsumsi makanan yang sehat di rumah, termasuk cemilan. Siapkan cemilan yang termasuk panganan sehat dan bebas dari bahan berbahaya dan jangan lupa selalu ingatkan agar sebelum mengkonsumsinya untuk mencuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Jika di rumah anak-anak sudah terbiasa dengan hidup sehat dan mengkonsumsi panganan sehat, kemungkinan besar mereka tidak akan lagi mengkonsumsi jajanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut.
  • Membuat makanan dari cetakan yang berupa gambar kartun seperti membuat ubi dari gambar kartun tersebut dan bekali anak dengan makanan yang sehat dan akan lebih baik lagi jika para Ibu-ibu sendiri yang membuatnya. Buat variasi menu bekal tersebut agar anak tidak bosan dengan bekal yang anda buat. Tampilan dan rasanya juga usahakan yang disukai oleh anak-anak agar mereka tertarik untuk mengkonsumsinya.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa makanan dapat mempengaruhi perkembangan anak, dimana tidak semua jajanan memiliki gisi yang baik. Kebanyakan makanan memiliki zat yang dapat memperlambat pertumbuhan, makanan juga patut diwaspadai karena memiliki zat besi yang sangat rendah sehingga dapat menimbulkan penyakit.

Tanpa  disadari, makanan dapat mempengaruhi gigi anak, ketika anak memakan yang tidak bergizi, gigi anak pasti akan rusak. Gigi juga dapat mempengaruhi otak, jadi ketika makan yang tidak bergizi pasti otak anak akan terganggu karena otak anak sangat membutuhkan nutrisi yang baik dan makanan yang bersih dan sehat. Ketika otak anak terganggu yang pastinya kognitif anak juga akan terganggu.

Jadi dijelaskan bahwa jajanan dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak. bukan hanya mempengaruhi perkembangan kognitif anak tetapi makanan juga dapat mempengaruhi perkembangan fisik anak.

Makanan yang tidak bergizi pasti akan mempengaruhi perkembangan fisik anak. Ketika anak memakan jajanan yang tidak bergizi pastinya ada akibat yang akan terjadi seperti sakit. Disitu perkembangan fisik anak akan terganggu. Ketika anak terbiasa atau kecanduan jajanan pasti anak itu akan malas makan.

B. Saran

Setelah  mengetahui makanan sembarangan disarankan bahwa Ibu-ibu harus lebih mengajari anak-anaknya tentang makanan yang baik untuk dikonsumsi, dan makanan yang tidak dikonsumsi. Atau mungkin sebaiknya Ibu membekalinya dengan makanan yang sudah disajikan di rumah untuk dibawa anak ke sekolah.

DAFTAR BACAAN

  • Yulianingsih,   P. Hubungan   Pengetahuan   Gizi  Dengan  Sikap  Anak  Sekolah  Dasar  Da-lam  Memilih  Makanan  Jajanan  Di  Madrasah  Ibtidaiyah Tanjunganom, Kecamatan Baturet-no, Kabupaten Wonogiri .Surakarta: Universitas Muhammadiyah; 2009. 20. 
  • Damanik,  M.  Tindakan  Murid  dan  Penjual  Makanan tentang Higiene sanitasi Makanan di Sekolah Dasar Negeri Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan..Medan:  Fakultas  Kesehatan  Masyarakat  Uni-versitas Sumatera Utara. 2009.21. 
  • Triwijayati, A. Studi Fenomenologi Eksplora-si  Model  Pengambilan  Keputusan  Konsumen  Anak pada Konsumsi Jajanan Sekolah, Jurnal Manajemen dan Bisnis. 2013; 12 (1): 1-20.22. Food  Watch.  System  Keamanan  Pangan  Ter-padu,  Vol  1.  Jakarta:  Badan  Pengawas  Obat  dan Makanan RI; 2007.
Komentar