Pengawasan Orang Tua Dalam Game Online Serta Solusi Preventif Dampak Negatif pada Anak

Pengawasan Orang Tua Dalam Game Online Serta Solusi Preventif Dampak Negatif pada Anak

Covesia.com - Istilah Game online berasal dari istilah MMORPG (Massively Multiplayer  Online Role-Playing Online Game), yaitu ekstensi jenis game jenis Role-Playing Game yang memiliki fasilitas multiplayer. Seorang pemain dapat menghubungkan komputer ke sebuah server, melalui server tersebut, dia dapat bermain bersamaan dengan ribuan pemain di seluruh dunia.

Permainan ini sama dengan jenis Role Playing Game, yakni pemain dalam permainan. MMORPG akan dihadapi dengan berbagai tantangan dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan tokoh yang dimainkannya Zolessi, (2009)

Dalam beberapa tahun belakang ini game online telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Baik di kota maupun daerah pedesaan yang memiliki akses internet yang bagus game online selalu menjadi hal yang menjamur di masyarakat.

Berdasarkan hasil riset, jumlah gamers di indonesia mencapai (2017) 43,7 juta (16 besar di dunia). Dari sisi usia, gamer di Indonesia tak hanya digandrungi oleh kalangan muda saja.

Studi menunjukkan seperempat dari jumlah total gamer memiliki usia 16-24 tahun dan 25-34 tahun, dimana persentasenya masing-masing 27 persen. 24 persen lainnya tercatat berusia 35-44 tahun.

Pengguna smartphone dengan usia 45-54 tahun juga turut aktif memainkan gim mobile dengan persentase 17 persen dari basis gamer di Indonesia.Hal lainnya yang tak kalah menarik yaitu 56% ibu dengan anak di bawah usia 10 tahun juga kerap bermain game mobile. 

Sebuah Studi terbaru mengungkapkan bahwa lebih dari separuh orang Indonesia yang terhubung dengan internet sedang memainkan game di perangkat seluler mereka. Ini termasuk ibu-ibu dengan anak-anak di bawah 10 tahun. Karena itu, mobile game kini telah menjadi mainstream.

Dan dengan presentse 56% termasuk ibu-ibu maka, pada saat ini Game online  sudah merambah ke anak-anak usia emas yang seharusnya mereka belajar dan bukan memainkan game. Pada saat ini game sangat di gandrungi oleh anak usia dini terlebih dahulu adalah  game PUBG (Player’s Unknown Battle Ground )

Game PUBG adalah sebuah permainan yang bergenre batte royal yang dapat dimainkan oleh 100 orang dan terdiri dari beberapa tim yang berisikan 4 orang dalam satu tim. Permainan ini adalah permainan online yang pemainnya terdapat juga di belahan dunia yang lain.

Game PUBG game war yang mana kita harus melawan musuh sampai akhir dan menjadikan yang terakhir adalah pemenangnya.

Game PUBG ini sebenarnya adalah game yang seharusnya tidak dimainkan oleh anak-anak sebab di dalam game ini terdapat kekerasan yang sangat nyata serta dapat mengganggu psikologis anak.

Diantara hal nyata yang ada dalam game PUBG adalah adanya kekerasan seperti meninju, memukul, dan menembak lawan. Ini adalah suatu pengajaran kekerasan yang tidak langsung yang akan berdampak pada psikologisnya yakninya perkembangan sosial diri anak itu sendiri.

Sesuai dengan pengertian anak usia dini (AUD) dimana anak yang berumur 0-6 tahun Pendidikan, Usia, Paud, Anak, & Dini, (2009), yang didefinisikan sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sifat yang unik.

Mereka memiliki pola perkembangan yang khusus sesuia dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur,2005).  Pada masa ini adalah masa emas emas ( Golden age) bagi anak dimana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan tidak tergantikan pada masa mendatang. Banyak penelitian menyatakan bahwa pada umur 4 tahun pertama terbentuknya 50% kecerdasan otak anak.

Hal inilah yang membuat penulis mengangkat masalah ini sebab pada masa sekarang dengan perkembangan era globalisasi yang sangat tinggi membuat anak-anak terpengaruh dengan adanya game online yang khususnya PUBG. Dengan bentuk keadaan permainan yang didalamnya dapat merusak perkembangan  anak seperti yang sudah di jelaskan diatas.

RUMUSAN MASALAH

  • Apa itu anak usia dini ?
  • Apa itu Game Online?
  • Apa itu game onlinePUBG?
  • Apa saja aspek perkembangan-perkembangan AUD ?
  • Apa saja dampak negatif game online pubg terhadap perkembangan-perkembangan anak?
  • Apa Solusi preventif orang tua terhadap anak ?

TUJUAN

  • Menjelaskan pengertian anak usia dini.
  • Menjelaskan pengertian game online
  • Menjelaskan pengertian game pubg
  • Menjelaskan bagaimana perkembangan emosional anak.
  • Menjelaskan dampak negatif dari game online
  • Menjelaskan solusi apa yang diberikan orang tua. 

PEMBAHASAN

1. Pengertian Anak usia dini

a. Pengertian Anak Usia Dini 

Anak usia dini adalah anak yang berada pada usia 0-8 tahun. Menurut Beichler dan Snowman (Dwi Yulianti, 2010: 7), anak usia dini adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun.

Sedangkan hakikat anak usia diniDini, Anak, & Dini, (2012) adalah individu yang unik dimana ia memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus yang sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.

Dari berbagai definisi, peneliti menyimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental. 

Masa anak usia dini sering disebut dengan istilah “golden age” atau masa emas. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat.

Perkembangan setiap anak tidak sama karena setiap individu memiliki perkembangan yang berbeda. Makanan yang bergizi dan seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Apabila anak diberikan stimulasi secara intensif dari lingkungannya, maka anak akan mampu menjalani tugas perkembangannya dengan baik. 

Masa kanak-kanak merupakan masa saat anak belum mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Mereka cenderung senang bermain pada saat yang bersamaan, ingin menang sendiri dan sering mengubah aturan main untuk kepentingan diri sendiri.

Dengan demikian, dibutuhkan upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan, baik perkembangan fisik maupun perkembangan psikis. Potensi anak yang sangat penting untuk dikembangkan. Potensi-potensi tersebut meliputi kognitif, bahasa, sosioemosional, kemampuan fisik dan lain sebagainya.

b. Karakteristik Anak Usia Dini 

Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, sosial, moral dan sebagainya. Menurut Dini et al., (2012)karakteristik anak usia dini antara lain:

  • Memiliki rasa ingin tahu yang besar,
  • Merupakan pribadi yang unik,
  • Suka berfantasi dan berimajinasi,
  • Masa paling potensial untuk belajar,
  • Menunjukkan sikap egosentris,
  • Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek,
  • Sebagai bagian dari makhluk sosial, penjelasannya adalah sebagai berikut. 

Usia dini merupakan masa emas, masa ketika anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Pada usia ini anak paling peka dan potensial untuk mempelajari sesuatu, rasa ingin tahu anak sangat besar.

Hal ini dapat kita lihat dari anak sering bertanya tentang apa yang mereka lihat. Apabila pertanyaan anak belum terjawab, maka mereka akan  terus bertanya sampai anak mengetahui maksudnya.

Di samping itu, setiap anak memiliki keunikan sendiri-sendiri yang berasal dari faktor genetik atau bisa juga dari faktor lingkungan. Faktor genetik misalnya dalam hal kecerdasan anak, sedangkan faktor lingkungan bisa dalam hal gaya belajar anak.

2. Pengertian game online

Menurut Damara, (2013) menyatakan bahwa: “video game is an electronic game that involves human interaction with a user interface to generate visual feedback on a video device. (game adalah sebuah permainan elektronik yang melibatkan interaksi antara pemain dengan interface game untuk menghasilkan efek umpan balik secara visual pada perangkat video.)”

Menurut bahasa, game berasal dari bahasa inggris yang artinya permainan. Dalam bahasan ini, permainan adalah sebuah video yang dapat dimainkan oleh pemain melalui alat permainan seperti komputer atau laptop dan konsol seperti Playstation, Xbox 360, Nintendo Wii dan sebagainya. Permainan tersebut melibatkan interaksi dengan pemain agar dapat menimbulkan efek visual seperti umpan balik dari permainan yang mereka mainkan.

3. Pengertian Game PUBG

Playerunknown’s Battlegrounds atau yang biasa disebut PUBG adalah game bergenre MMOFPS (Massive Multiplayer Online First Person Shooter) atau lebih simple nya game online menembak yang dimainkan bersama-sama dengan banyak orang.

Game ini dibuat oleh Brendan Greene dan dipublikasikan oleh PUBG Corporation dan baru baru ini di rilis versi mobilenya oleh salah satu perusahaan asal tiongkok yaitu Tencent Games. Game dengan genre ini memang tergolong jarang, terbukti ketika game ini di launching peminat game ini terbilang fantastis. 

Permulaan game ini pemain dikumpulkan di suatu pulau dengan jumlah pemain 100 orang secara online, tanpa dilengkapi perlengkapan apapun, kemudian para pemain diangkut oleh pesawat ke suatu pulau dimana dipulau tersebut berbatasan langsung dengan laut dan semua pemain harus terjun dan memulai peperangan serta bertahan hidup disana.

Ketika sudah terjalin para pemain harus mencari rumah - rumah untuk mendapatkan senjata atau perlengkapan lain yang menunjang dan membantu pemain untuk tetap bertahan atau survive di pulau tersebut (loot) terdapat pula berbagai alat transportasi seperti mobil, kapal dan motor untuk membantu pemain bepergian di pulau tersebut.

Pemain diwajibkan untuk terus bergerak karena setiap 3 menit, play zone yang berbentuk lingkaran akan terus mengecil dan jika keluar dari playzone maka darah pemain akan berkurang. Pemain harus survive dari musuh yang berjumlah 100 orang dengan cara apapun. 1 pemain terakhir yang bisa bertahan hidup ialah pemenangnya.

Ada 3 mode dalam permainan PUBG Mobile yaitu Squad, bermain bersama tim yang berisikan 4 orang dan bertahan hidup melawan tim musuh, Duo, dipasangkan berdua melawan tim duo lain, dan Solo, bertahan hidup sendirian melawan 99 pemain lainnya.

Dalam permainan inipun ada yang namanya wadrobe, dimana pemain bisa menentukan sendiri ingin menggunakan outfit seperti apa karena sangat banyak pilihan pakaiannya, ada pakaian yang didapatkan secara gratis ada pula yang harus menggunakan diamond. 

4. Perkembangan anak usia dini

Awal Anak dilahirkan di dunia dalam kondisi serba kurang lengkap, sebab semua naluri, fungsi jasmaniah, serta rohaniahnya belum berkembang dengan sempurna. Oleh karena itu anak manusia mempunyai kemungkinan panjang untuk bebas berkembang.

Yang dimaksud dengan kebebasan berkembang di sini yaitu untuk bisa mempertahankan hidupnya dan untuk bisa menyesuaikan diri dalam lingkungannnya. Bahkan seorang anak bisa meningkat pada taraf perkembangan tertinggi pada usia kedewasaannya. Hingga di kemudian hari ia mampu mengendalikan alam sekitar dan juga bumi.  

Menurut urutan waktu, masa kanak-kanak adalah masa perkembangan dari usia 2 hingga 6 tahun. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat, tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan dan keluarganya.

Oleh karena itu, keluarga sangat berperan penting untuk mempersiapkan anak untuk bisa beradaptasi ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah. 

Masa kanak-kanak sering disebut juga dengan masa estetika, masa indera dan masa menentang orang tua. Disebut estetika karena pada masa ini merupakan saat terjadinya perasaan keindahan.

Disebut juga masa indera, karena pada masa ini indera anak-anak berkembang pesat. karena pesatnya perkembangan tersebut, anak-anak senang mengadakan eksplorasi, yang kemudian disebut dengan masa menentang.  

Pada masa ini anak-anak memiliki sikap egosentris karena merasa dirinya berada di pusat lingkungan yang ditunjukkan anak dengan sikap senang menentang atau menolak sesuatu yang datang dari orang disekitarnya.

Perkembangan yang seperti itu disebabkan oleh kesadaran anak, bahwa dirinya memiliki kemampuan dan kehendak sendiri, yang mana kehendak tersebut berbeda dengan kehendak orang lain.

 Pada masa anak-anak awal, anak-anak banyak meniru, banyak bermain sandiwara ataupun khayalan, dari kebiasaannya itu akan memberikan keterampilan dan pengalaman-pengalaman terhadap si anak.

Ada yang mengatakan bahwa masa kanak-kanak awal dimulai sebagai masa penutup bayi. Masa anak-anak awal berakhir sampai dengan sekitar usia masuk sekolah dasar. Adapun ciri-ciri pada masa anak-anak awal ialah : 

  • Usia yang mengandung masalah atau usia sulit 
  • Usia mainan 
  • Usia prasekolah 
  • Usia belajar kelompok 
  • Usia menjelajah dan banyak bertanya 
  • Usia meniru dan kreatif  

Sedangkan tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi : 

  • Belajar berbicara, misalnya dengan belajar menyebut kata ayah, ibu atau bendabenda sederhana disekitarnya 
  • Belajar membedakan jenis kelamin 
  • Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan orang-orang terdekatnya 
  • Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dan yang buruk dan mengembangkan kata hati. 
  • Membentuk konsep-konsep pengertian sederhana tentang kenyataan sosial dan alam.  

Namun antara anak yang satu dengan anak yang lainnya memiliki masa anak-anak awal yang berbeda-beda, hal tersebut dikarenakan tiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, yang mana perkembangan-perkembangan pada masa ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perkembangan fisik, perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial.  

1. Perkembangan Fisik 

Perkembangan fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Kuhlen dan Thompson mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu: 

  • Sistem saraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; 
  • Otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; 
  • Kelenjar Endoktrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; 
  • Struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi berat dan proporsi. 

Masa kanak-kanak awal (early childhood) merupakan periode perkembangan yang terjadi mulai akhir masa bayi hingga sekitar usia 5 atau 6 tahun, kadang periode ini disebut tahun pra sekolah. Kelas satu sekolah dasar biasanya menandai akhirnya periode ini.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, masa kanak-kanak awal masa perkembangan anak dari usia 2 tahun sampai usia 6 tahun, yang mana bisa disebut juga dengan periode prasekolah. 

Perkembangan fisik merupakan dasar bagi kemajuan perkembangan berikutnya, dengan meningkatnya pertumbuhan tubuh baik berat badan maupun tinggi badan serta kekuatannya, memungkinkan anak untuk lebih aktif dan berkembang keterampilan fisiknya, dan juga berkembangnya eksplorasi terhadap lingkungan tanpa bantuan orang tuanya.

Perkembangan sistem syaraf pusat memberikan kesiapan pada anak untuk lebih meningkatkan pemahaman dan penguasaannnya terhadap tubuhnya.

  • Tinggi: Pertambahan tinggi badan setiap tahunnya rata-rata tiga inci. Pada usia enam tahun tinggi anak rata-rata 46,6 inchi; 
  • Berat: Pertambahan berat badan setiap tahunnya rata-rata tiga sampai lima pon. Pada usia enam tahun kurang lebih tujuh kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan rata-rata 48,5 pon dan laki-laki 49 pon; 
  • Perbandingan tubuh: Penampilan bayi tidak tampak lagi. Wajah tetap kecil tetapi dagu tampak jelas dan leher lebih memanjang. Gumpalan tubuh berkurang dan tubuh cenderung berbentuk kerucut, dengan perut yang rata, dan dada yang lebih bidang, bahu lebih luas dan persegi, lengan dan kaki lebih panjang dan lurus, tangan dan kaki lebih besar; 
  • Postur tubuh: Perbedaan dalam tubuh pertama kali tampak jelas pada awal masa kanak-kanak, ada yang postur tubuhnya gemuk lembek (endomorfik), ada yang kuat berotot (mesomorfik), ada yang relatif kurus (ektomorfik); e. Tulang dan otot: Tingkat pergeseran otot bervariasi pada bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, berat dan kuat, sehingga anak tampak lebih kurus meskipun beratnya bertambah; 
  • Lemak: Anak yang cenderung bertubuh endomorfik lebih banyak jaringan lemaknya dari pada jaringan ototnya sedangkan mesomorfik sebaliknya dan yang bertubuh ektomorfik mempunyai otot yang kecil dan sedikit jaringan lemak; 
  • Gigi:  Selama empat sampai enam bulan pertama dari awal masa kanak-kanak, empat gigi bayi terakhir geraham belakang muncul. Selama setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal digantikan oleh gigi tetap. Yang pertama lepas adalah gigi bayi yang pertama kali tumbuh yaitu gigi seri tengah. Bila masa kanak-kanak berakhir, pada umumnya bayi memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah di mana gigi tetap akan muncul.

Proporsi tubuh anak berubah secara dramatis, seperti pada usia tiga tahun, rata-rata tingginya sekitar 80-90 cm, dan beratnya sekitar 10-13 kg, sedangkan pada usia lima tahun, tingginya mencapai 100-110 cm.

Tulang kakinya tumbuh dengan cepat, namun pertumbuhan tengkoraknya tidak secepat usia sebelumnya. Tulang dan gigi anak semakin besar serta lengkapnya gigi anak, sehingga si anak sudah mulai menyukai makanan padat, seperti: daging, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan. 

Anggota badan tumbuh dengan kecepatan yang berbeda-beda dan tiap anak mempunyai tempo perkembangannya sendiri. Proporsi badan dan jaringan urat daging dapat dikatakan tetap sampai kurang lebih tahun kelima.

Setelah itu mulailah apa yang disebut “Gestaltwandel” pertama. Hal ini berarti bahwa anak yang dulunya mempunyai kepala yang relatif besar dan anggota badan yang pendek, mulai mempunyai proporsi badan yang seimbang.

Anggota badan yang lainnya menjadi lebih panjang. Perut mengecil dan anggota badan lainnya mendapatkan proporsi yang normal. Jaringan tulang dan urat lebih berkembang menjadi lebih berat dan jaringan lemak lebih melambat. Selama tahun kelima nampak perkembangan jaringan urat daging yang secara cepat.

Pertumbuhan otak anak pada usia lima tahun mencapai 75% dari ukuran orang dewasa dan 90% pada usia 6 tahun. Pada usia ini juga tumbuh “myelinization” (lapisan urat syaraf dalam otak yang terdiri dari bahan penyekat berwarna putih, yaitu myelin) secara sempurna.

Lapisan urat syaraf ini membantu transmisi impul-impul syaraf secara cepat, yang memungkinkan pengontrolan terhadap kegiatan motorik lebih seksama dan efisien. Di samping itu, pada usia ini terjadi banyak perubahan fisiologis lainnya seperti: pernapasan menjadi lebih lambat dan mendalam dan denyut jantung lebih lambat dan menetap. 

Aspek lain yang sangat penting bagi perkembangan manusia adalah otak (brain). Otak merupakan sentral perkembangan dan fungsi kemanusiaan. Otak terdiri dari 100 miliar sel syaraf (neuron), dan setiap sel syaraf tersebut, rata-rata memiliki sekitar 3000 koneksi (hubungan) denga sel-sel syaraf yang lainnya.

Sel ini terdiri dari inti sel (nucleus) dan sel body yang berfungsi sebagai penyalur aktivitas dari sel syaraf yang satu ke sel yang lain. Secara struktur otak terdiri dari atas tiga bagian, yaitu: 

  • Brainstem (termasuk didalamnya celebellum) yang berfungsi sebagai pengontrol  keseimbangan dan koordinasi; 
  • Midbrain yang berfungsi sebagai stasiun pengulang atau penyumbang dan pengotrol pernafasan dan fungsi menelan;
  • Cerebrum yang berfungsi sebagai pusat otak yang paling tinggi yang meliputi belahan otak kiri dan kanan (left and right hemispheres) dan sebagai pengikat syaraf-syaraf yang berhubungan dengannya.  

Proses pertumbuhan otak menurut para ahli melalui tiga tahap, yaitu:

  • Produksi sel (cell production), yaitu bahwa sel-sel itu telah diproduksi di antara masa 8 sampai 16 minggu setelah masa konsepsi; 
  • Perpindahan sel (cell migration) yaitu bahwa neuron-neuron itu berimigrasi melalui daya tarik kimia ke lokasi-lokasi sasaran yang semestinya; 
  • Elaborasi sel (cell elaburation) yaitu terjadinya proses di mana Axon (jaringan syaraf panjang body sel dalam neuron) dan dendrite (jaringan syaraf pendek bodi sel dalam neuron) membentuk syaraf synepses (ruang kecil diantara neuron-neuron di mana kegiatan syaraf terkomunikasikan antara sel yang satu dengan yang lain).

Otak mempunyai pengaruh yang sangat menentukan bagi aspek- aspek perkembangan individu lainnya, baik berupa keterampilan motorik, intelektual, emosional, sosial, moral maupun kepribadian.

Begitu pun sebaliknya, pentingnya gizi bagi pertumbuhan otak, dari beberapa hasil penelitian pada hewan membuktikan bahwa gizi yang buruk (malnutrisi) yang diderita induk hewan mengakibatkan sel otak janin lebih sedikit dari pada janin yang induknya normal.

Pada manusia, kekurangan gizi pada ibu hamil mengakibatkan berat badan bayi sangat rendah juga berkaitan erat dengan angka kematian yang tinggi serta penyebab yang sering terjadi yaitu perkembangan yang buruk.  

2. Perkembangan Kognitif 

Kognisi artinya kemampuan berfikir, kemampuan menggunakan otak. Perkembangan kognisi berarti perkembangan anak dalam menggunakan kekuatan berfikirnya. Dalam perkembangan kognitif, anak dalam hal ini otaknya mulai mengembangkan kemampuan untuk berfikir, belajar dan mengingat.

Dunia kognitif anak pada usia ini adalah kreatif, bebas, dan fantastis. Imajinasi anak berkembang sepanjang waktu, dan pemahaman mental mereka mengenai dunia menjadi lebih baik. Pada tingkat ini anak sudah dapat meningkatkan penggunaan bahasa dengan menirukan prilaku orang dewasa. 

a. Tahap Pra-Operasional Piaget 

Imajinasi anak prasekolah bekerja sepanjang waktu dan jangkauan mental mereka tentang dunia mereka terus berkembang sepanjang waktu. Piaget menggambarkan kognitif anak prasekolah sebagai pra-operasional.

Pemikiran pra-operasional adalah periode penantian yang nyaman untuk menuju tahapan berikutnya, yakni pemikiran operasional konkret. Akan tetapi label praoperasional menekankan bahwa anak tersebut belum menunjukkan suatu operasi, yaitu tindakan-tindakan internalisasi yang memampukan anak melakukan secara mental apa yang sebelumnya hanya dapat mereka lakukan secara fisik.

Operasi adalah tindakan mental dua-arah (reversibel). Penambahan dan pengurangan jumlah secara mental adalah contoh operasi. 

Tahapan pra-operasional, yang berlangsung kira-kira usia 2 hingga 7 tahun, adalah tahapan kedua dari teori piaget. Dalam tahapan ini, anak mulai mempresentasikan dunia mereka dengan kata-kata, bayangan, dan gambargambar.

Pemikiran-pemikiran simbolik berjalan melampaui koneksi-koneksi sederhana dari informasi sensorik dan tindakan fisik. Konsep stabil mulai terbentuk, pemikiran-pemikiran mental muncul, egosentrisme tumbuh, dan keyakinan-keyakinan magis mulai terkonstruksi.

Anak mulai bisa menulis dan menggambar dengan imajinasi mereka. Masa ini disebut masa prasekolah dan masa sekolah. Anak mulai berinteraksi dengan teman sebayanya dan bekerjasama, dan juga anak berlompat, berlari, dan bermain bersama. Pemikiran pra-operasional dapat dibagi menjadi sub-sub tahapan, yaitu sub tahapan fungsi sim simbolik dan sub tahapan pemikiran intuitif.  

b. Teori Vigotsky Vigotsky 

Menekankan bahwa anak-anak secara aktif membangun pengetahuan dan pemahaman mereka. Dalam teori Vigotsky, anak-anak lebih sering digambarkan sebagai makhluk sosial daripada dalam teori Piaget.

Mereka mengembangkan cara-cara mereka dalam berpikir dan pemahaman, terutama melalui interaksi sosial. Perkembangan kognitif mereka bergantung pada alat yang disediakan oleh masyarakat, dan pikiran mereka dibentuk oleh konteks budaya tempat mereka tinggal.

Jika dibandingkan, menurut teori Piaget anak berkembang dari kemampuannya sendiri sedangkan menurut Vigotsky anak berkembang karena dibantu oleh lingkungan sekitar mereka.  

3. Perkembangan Psikososial 

Masa anak-anak adalah masa perkembangan dari usia 2 tahun sampai dengan usia 6 tahun, pada masa-masa ini perkembangan biologis dan fisik berjalan dengan sangat cepat dan pesat, akan tetapi secara sosiologisnya anak-anak masih sangat terikat dengan lingkungannya terutama keluarga.

Oleh karena itu, pada masa anak-anak awal ini keluarga sangat berperan penting dalam mempersiapkan anak untuk terjun ke lingkungan yang lebih luas, terutama lingkungan sekolah.  

Adapun perkembangan psikososial yang terjadi pada masa ini meliputi beberapa hal yaitu : 

a. Perkembangan Emosi

Selama awal masa kanak-kanak emosi sangat kuat. Saat ini merupakan saat ketidak seimbangan karena anak-anak “keluar dari fokus” dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan-ledakan, emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan.

Hal ini tampak mencolok pada anak-anak usia 2,5 sampai 3,5 tahun dan 5,5 sampai 6,5 tahun, meskipun pada umumnya hal ini berlaku pada hampir seluruh periode masa anak-anak awal.

Jadi emosi yang meninggi pada masa kanak-kanak awal itu ditandai dengan meledaknya amarah yang kuat, ketakutan yang hebat dan rasa iri hati yang tinggi. Pada masa-masa ini anak-anak sulit untuk dibimbing dan diarahkan, mereka cenderung akan marah, memberontak dan tersinggung jika diperingati, hal ini disebabkan anak-anak keluar dari fokus mereka. 

Emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan oleh masalah psikologis. Biasanya para orang tua hanya memperbolehkan anak melakukan beberapa hal saja, padahal sang anak merasa ia mampu melakukan lebih banyak lagi, sehingga pada akhirnya anak pun akan menolak larangan orang tua dan anak cenderung akan memberontak.

Anak pun akan meledak amarahnya jika ia tidak bisa melakukan sesuatu yang dianggap dapat dilakukan dengan mudah. 

b. Perkembangan Sosial 

Dasar untuk sosialisasi pada anak-anak diletakkan dengan meningkatnya hubungan antara anak dengan teman-teman sebayanya dari tahun ke tahun. Anak tidak hanya lebih bermain dengan anak-anak lain tetapi juga lebih banyak bicara.

Jika anak menyenangi  hubungan dengan orang lain meskipun hanya kadang-kadang  saja, maka sikap terhadap kontak sosial mendatangkan lebih baik daripada hubungan sosial yang sering tetapi sifat hubungannya kurang baik.

 Pada pernyataan di atas dijelaskan bahwa perkembangan sosialisasi pada awal masa anak-anak awal ditandai dengan meningkatnya intensitas hubungan dengan teman-teman sebayanya, dan perkembangan ini meningkat dari tahun ke tahun.

Pada fase ini juga anak-anak tidak hanya senang bermain tetapi juga lebih banyak berbicara.  Hubungan atau kontak sosial lebih baik dari pada hubungan sosial yang kurang baik. 

Di sini bisa disimpulkan bahwasannya teman sebaya juga berperan penting terhadap perkembangan sosial anak, karena lewat teman sebaya anak bisa belajar dan mendapat informasi tentang dunia anak di luar keluarga.

Pada masa ini anak mulai mengenal dunia di luar keluarga yaitu dengan bermain bersama teman sebaya. Anak-anak juga akan mulai membandingkan antara dirinya dengan teman-teman sebayanya.

c. Perkembangan Permainan 

Permainan adalah salah satu bentuk aktivitas sosial yang dominan pada awal masa anak-anak. Sebab anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah bermain dengan teman-temannya dibanding terlibat dalam aktivitas lain.

Permainan bagi anak-anak adalah suatu bentuk aktivitas yang menyenangkan yang dilakukan semata-mata untuk aktivitas itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh sesuatu yang dihasilkan dari aktivitas tersebut. Hal ini adalah karena bagi anak-anak proses melakukan sesuatu lebih menarik dari pada hasil yang akan didapatkannya.

Jadi, permainan lebih mendominasi kehidupan anak-anak di masa ini, karena anak-anak banyak menghabiskan waktunya untuk bermain yang mana bermain adalah hal yang sangat menyenangkan dan menarik bagi anak-anak, bermain merupakan aktivitas yang sangat penting bagi perkembangan di awal masa anak-anak. 

Jika ditarik garis besarnya, maka permainan memiliki peran yang tidak kalah penting dalam perkembangan pada awal masa anak-anak, permainan dapat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan juga perkembangan emosional pada anak-anak.

Berbagai macam permainan akan melatih anak-anak dalam segala hal, termasuk dalam memecahkan masalah yang dihadapi anak-anak. 

Dalam hal minat bermain anak-anak mengikuti suatu pola yang dipengaruhi oleh kematangan dalam bentuk permainan tertentu dan oleh lingkungan dimana ia dibesarkan. Ada bermacam-macam variasi dalam pola ini.

Misalnya anak yang sangat cerdas lebih menyukai permainan sandiwara, kegiatan-kegiatan kreatif dan buku-buku yang dapat memberikan informasi dari pada yang bersifat hiburan.13     

d. Perkembangan Moral 

Perkembangan moral adalah perkembangan yang berkaitan dengn aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Anak-anak ketika dilahirkan tidak memiliki moral, tetapi dalam dirinya terdapat potensi moral yang siap untuk dikembangkan. 

Perkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salah.

Awal masa anak-anak ditandai dengan apa yang oleh Piaget disebut “moralitas melalui paksaan” Dalam tahap perkembangan moral ini anak-anak secara otomatis mengikuti peraturan-peraturan tanpa berpikir atau menilai.

Pada awal masa anak-anak perkembangan moral tidak begitu pesat berkembang, hal ini disebabkan oleh pemikiran intelektual anak-anak belum bisa mencapai pemahaman menganai prinsip-prinsip benar dan salah, pada masa ini anak-anak belum bisa membedakan hal-hal yang benar untuk dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

Pada masa ini anak-anak hanya mengikuti peraturan yang telah ada, tanpa ia mengetahui guna ataupun fungsi dan juga tanpa menilai apakah peraturan tersebut benar atau salah. 

Di bawah ini ada beberapa teori mengenai perkembangan moral pada masa awal anak-anak: 

1) Teori psikonalisa tentang perkembangan moral 

Pada teori psikoanalisa kepribadian manusia di bagi menjadi tiga yaitu :

  • Id adalah struktur kepribadian yang terdiri atas aspek biologis yang irasional dan tidak disadari. 
  • Ego merupakan struktur kepribadian yang terdiri atas aspek psikologis yaitu, sub sistem ego yang rasional dan disadari, namun tidak memiliki moralitas. 
  • Super ego adalah struktur kepribadian yang terdiri atas aspek sosial yang berisikansistem nilai dan moral, yang benar-benar memperhitungkan “benar” atau “salahnya” sesuatu.

Menurut teori ini manusia memiliki tiga struktur kepribadian yang berbeda-beda, yaitu ada id yang merupakan kepribadian yang irasional dan tidak disadari, lalu ada kepribadian ego yaitu kebalikan dari id, ego merupakan kepribadian rasional dan disadari tetapi tidak memiliki moralitas, dan yang terakhir adalah super ego yang memiliki sistem nilai dan juga moral.

Anak akan mulai mengalami perkembangan kepribadian super ego pada usia 5 tahun, dan perkembangan ini secara khas akan menjadi sempurna. Dan ketika super ego berkembang maka suara hati telah terbentuk. Yang mana hal ini menunjukkan bahwa pada usia 5 tahun seorang manusia telah menyelesaikan perkembangan moralnya. 

2) Teori belajar-sosial tentang perkembangan moral 

Teori ini menyatakan bahwa tingkah laku moral merupakan respon atas stimulus, proses-proses penguatan, penghukuman, dan peniruan digunakan untuk menjelaskan perilaku moral anak-anak.

Pada intinya seorang anak akan melakukan perbuatan baik jika ia diberikan stimulus yang baik seperti hadiah, dan sebaliknya seorang anak akan berperilaku yang tidak bermoral jika ia diberi hukuman. 

3) Teori kognitif piaget tentang perkembangan moral 

Menurut piaget, perkembangan moral digambarkan melalui aturan permainan. Karena itu, hakikat moralitas adalah kecenderungan untuk menerima dan menaati sistem peraturan.

Jadi, seorang anak akan berkembang moralnya melalui aturan-aturan permainan, karena pada hakikatnya seorang anak sangat gemar bermain maka, ia secara otomatis akan lebih menghormati ketentuanketentuan dalam suatu permainan.

4) Teori kohelberg tentang perkembangan moral 

Menurut Kohlberg anak-anak memang berkembang melalui interaksi sosial, namun interaksi ini memiliki corak khusus, dimana faktor pribadi yaitu aktivitas-aktivitas anak ikut berperan.

Hal penting lain dari toeri kohlberg adalah orientasinya yang mengungkapkan moral yang hanya ada dalam pikiran dan yang dibedakan dengan tingkah laku moral dalam arti perbuatan nyata.

Semakin tinggi tahap perkembangan moral seseorang, maka akan semakin terlibat moralitas yang lebih mantap dan bertanggung jawab dari perbuatanperbuatannya.  

5) Dampak negatif Game Online

Dampak negatif dari permainan game online sangat banyak mulai dari yang kecil hingga berdampak besar bagi kehidupannya anak diantaranya :

1. Anti sosial

Seperti yang kita ketahui bahwasannya kita sebagai manusia hidup bergantung kepada orang lain. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendirian. Jadi jika anak di biarkan seperti ini maka ketika kelak dia sudah dewasa anak akan cenderung menjadi pribadi yang anti sosial yang hanya sibuk dengan gamenya saja tanpa memperdulikan lingkungan sekitar.

Hal ini adalah sebuah perilaku buruk jika terus-terusan seperti ini karena dia akan menjadi perilaku yang individualis.

2. Anak belajar dari apa yang dilihatnya

Karena gambaran game PUBG yang berlatar belakangi kekerasan maka anak akan meniru hal tersebut di lingkungannya. Karena seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwasannya di usia golden age ini anak adalah peniru yang ulung maka dari itu orang tua harus berhati-hati dalam memberikan pengajaran.

Jika hal yang ada di dalam game dapat ditiru oleh anak maka itu dapat merusak perkembangan sosialnya terhadap teman-temannya.

3. Mempunyai keinginan untuk memiliki senjata api

Dengan melihat pemain pubg kebanyakan berusia dari anak-anak hingga dewasa. Jelas sekali, game pubg tidak cocok dimainkan oleh anak-anak maupun dewasa, karena unsur kekerasan dan visual yang realistis. Bagi pemain-pemain polos bisa jadi memiliki keinginan aka senjata api dan ingin menggunakannya juga. Hal ini tentu sangat berbahaya

4. Menyamakan dunia nyata dengan game

Sebenarnya tidak hanya terjadi di PUBG, hal ini berlaku juga pada game yang lain, termasuk penghobi game ini larut ke dalam dunia game terlalu sering. Apabila terlalu lama memainkan sebuah game, maka sulit untuk membedakan dunia nyata dan dunia game.

Sebagai game battle royal dengan unsur kekerasan yang terlihat realistis,dampaknya akan berbahaya jika di terapkan di dunia nyata.

5. Sulit untuk mengontrol emosi

Menurut Akio mori seorang profesor dari Tokyo’s nihon University melakukan riset mengenai dampak game online pada aktivitas otak. Dari penelitiannya tersebut dapat di tarik dua poin inti, yaitu pertama, penurunan aktivitas gelombak otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubaan mood seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi dan lain sebagainya.

Dan kedua, penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer mengalami autonomic nerves yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat.

Bila tubuh dalam keadaan seperti ini, maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespons bahaya sesungguhnya.

6. Kurang tidur

Anak yang sudah kecanduan game akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game, dalam bermain game si anak akan lupa waktu dan akhirnya melupakan waktu tidur yang ideal untuk usianya.

Waktu tidur yang ideal adalah 6-7 jam, namun anak yang sudah kecanduan game akan kekurangan waktu tidurnya demi mencapai level maksimal di game dan menjadi pemain peringkat pertam di permainan yang mereka mainkan.

Sebaiknya para orang tua membatasi waktu bermain anak jangan sampai mereka masih bermain didepan layar monitor hingga larut malam. Ada teman saya yang sering tidur di kelas pada saat jam pelajaran, ketika saya tanya alasan dia tertidur di kelas adalah karena dia begadang hingga larut malam untuk mencapai level tertinggi di game yang dia mainkan.

Kalau dia sering tertidur di kelas karena belajar hingga larut malam mungkin masih tidak apa-apa, namun kalau cuma untuk bermain game? apa itu pantas? menurut saya tidak, itulah salah satu tugas orang tua untuk membatasi waktu bermain anak agar budaya begadang untuk bermain game sedikit menghilang dari kehidupan pelajar sekarang-sekarang ini.

7. Munculnya Penyakit Artritis Reumatoid (radang sendi)

Menurut kamus kesehatan dalam Definisi:Reumatoid Artritis menyatakan bahwa : “Reumatoid artritis (RA) atau penyakit rematik adalah radang sendi yang menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, kekakuan dan kehilangan fungsi pada sendi Anda.

RA dapat memengaruhi setiap sendi tetapi terutama di pergelangan tangan dan jari. RA adalah penyakit autoimun, yang berarti sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri

8. Munculnya penyakit Carpal Tunnel Syndrome

Menurut Zikri dalamCarpal Tunnel Syndrome (Buat yang berlebihan ngomput, nge-net, nge-game, sms, &chat) menyatakan bahwa : “Carpal Tunnel Syndrom adalah penyakit yang terjadi pada pergelangan tangan serta jari yang disebabkan oleh tekanan yang sering terjadi pada bagian tersebut.

Dan biasanya sering diakibatkan karena terlalu sering memakai keyboard dan mouse, walaupun banyak penyebab lainnya tetapi pemakaian komputer yang terlalu sering menjadi salah satu penyebab yang paling banyak terjadi untuk penyakit persendian pergelangan tangan ini.

9. Memunculkan sifat agresif

Mereka yang telah kecanduan game akan cenderung tidak mau kalah dari pemain lain, mereka akan terlalu berambisi dan agresif untuk dapat menjadi pemain terbaik digame tersebut dan juga mereka sering menirukan adegan yang ada di dalam game tersebut di dunia nyata.

Munculnya ambisi dan keagresifan tersebut mungkin juga terbawa hingga kedunia nyata. Misalkan ketika kegiatan game mereka diganggu oleh orang lain, mereka mungkin akan bertindak agresif terhadap si pengganggu tersebut.

Seperti yang pernah diberitakan di Videogamesindonesia.com, ada seorang anak remaja berusia 16 tahun di Oakland, California melakukan aksi kriminal dengan membakar seorang penumpang bus bernama Sasha Felischman yang berusia 18 tahun ketika ia sedang tertidur di bus.

Walau belum ada bukti bahwa game Grand Theft Auto dan Manhuntlah yang telah “menginspirasi” pemuda tersebut untuk berbuat kriminal, namun banyak saksi berpendapat seperti itu. Pendapat itu mungkin karena saat itu game Grand Theft Auto dan Manhunt sedang digemari oleh para gamer.

10. Lebih sering berbohong

Berbohong adalah suatu hal yang wajar dilakukan oleh para pecandu game untuk menyembunyikan sifat mereka yang dianggap kurang wajar di mata orang yang bukan pecandu game. Selain itu mereka yang banyak bermain game online yang memerlukan cash point untuk membeli item-item yang terbilang mahal untuk usia pelajar.

Mereka yang kebanyakan masih pelajar berbohong kepada orang tua mereka untuk mendapatkan uang demi membeli item digame dengan mengatasnamakan kegiatan sekolah bahkan ada yang sampai mencuri uang orang tua.

Seperti yang diberitakan tribunnews.com, seorang anak SMP dikabarkan telah mencuri uang orang tua sebesar 600 ribu-1 juta rupiah untuk membeli item-item atau untuk bermain game yang dia sukai.

Anak SMP tersebut pernah berkata pada kakaknya, bahwa “produk atau item di game tersebut bisa dijual kembali, layaknya chip di permainan poker. Namun dalam kemasan yang berbeda

11. Radiasi monitor membuat mata menjadi kurang sehat

Sudah kita ketahui dari beberapa artikel yang ada di internet bahwa monitor dapat menimbulkan banyak dampak buruk terhadap kesehatan mata.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan American Optometric Association (AOA) (dalam Dampak Radiasi Layar Monitor Komputer bagi Mata) menyatakan bahwa : “radiasi komputer dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan lainnya pada mata.

Kebanyakan gejala yang dikeluhkan responden adalah soal kelelahan mata, pandangan menjadi kabur dan mata kering. Masalah visual lainnya yang timbul adalah soal gangguan sakit kepala dan sakit leher atau bahu

6. Solusi preventif orang tua terhadap game PUBG

1. Batasi waktu penggunaan

Anak-anak zaman sekarang cenderung betah menatap layar gadget mereka apalagi saat bermain game. Untuk itu, orang tua harus tegas memberikan batasan waktu bermain game agar anak-anak tidak lupa akan tugas sekolah atau kegiatan yang lainnya.

2. Tambah durasi secara perlahan

Setelah memberikan batasan waktu bermain game, alangkah lebih baik orang tua untuk menambah durasi batasan waktu secara perlahan. Memutus rantai kebiasaan tidak bisa dilakukan secara mendadak dan cepat. Butuh proses dan waktu untuk menghentikan kecanduan game pada anak.

3. Ajak anak berdiskusi

Tindakan paling simpel yang bisa dilakukan adalah mengajak anak berdiskusi dan memberikan informasi tentang bahaya menatap layar gadget terlalu lama. Usahakan untuk tidak memarahi dan menyalahkan kebiasaan anak.

4. Berikan alternatif kegiatan

Ajak anak untuk melakukan hobinya yang lain dengan tidak melibatkan gadget, seperti melukis, membaca, menari, bermain musik ataupun yang lainnya.Atau bisa juga dengan memberikan mainan tradisional ataupun modern. Hal tersebut dapat digunakan sebagai cara mengalihkan perhatian anak dari game gadget.

5. Berikan hadiah

Memberikan hadiah kepada anak tidak ada salahnya sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka untuk menghindari game favorit. Anak-anak pasti senang dengan segala macam bentuk hadiah pemberian orang tua.

6. Memberikan kesibukan pada anak

Memberikan kesibukan pada anak adalah hal bagus untuk di lakukan seperti mengajak anak membeli buku yang dia sukai agar dia dapat mengganti pandangannya dari game ke  buku.

Lalu membelikan anak sebuah film anak-anak yang ia sukai agar waktu anak juga tidak terfokus ke game. Dari dua hal tersebut digunakan agar anak memiliki aktifitas lainnya dan tidak hanya bermain game namu dia bisa melakukan hal lainnya

7. Berekreasi atau liburan bersama

Solusi ini juga bagus di lakukan orang tua agar mereka juga ada waktu lebih dengan anak-anak mereka agar mereka juga dapat memantau tumbuh kembang si kecil. Hal ini juga baik karena jika anak di ajak keluar walaupun hanya sekali seminggu setidaknya dia dapat mengetahui dunia luar itu seperti apa.

PENUTUP

Kesimpulan

Anak usia dini adalah anak yang sangat ulung dalam meniru perilaku sekitar. sebab pada masa golden age ini anak mampu menyerap apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk dalam hal bermain game di gadget maupun komputer.

Dalam hal ini dampak yang akan dialami oleh anak usia dini jika terus-terusan di biarkan akan banyak terjadi salah satunya perkembangan sosialnya yang terganggu. Dimana anak akan menjadi anti sosial, anak akan menjadi perilaku keras dan anak juga dapat meniru hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Dalam beberapa tahun belakang ini game online telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Baik di kota maupun daerah pedesaan yang memiliki akses internet yang bagus game online selalu menjadi hal yang menjamur di masyarakat.

Berdasarkan hasil riset, jumlah gamers di indonesia mencapai (2017) 43,7 juta (16 besar di dunia). Dari sisi usia, gamer di Indonesia tak hanya digandrungi oleh kalangan muda saja. Studi menunjukkan seperempat dari jumlah total gamer memiliki usia 16-24 tahun dan 25-34 tahun, dimana persentasenya masing-masing 27 persen. 24 persen lainnya tercatat berusia 35-44 tahun.

Pengguna smartphone dengan usia 45-54 tahun juga turut aktif memainkan gim mobile dengan persentase 17 persen dari basis gamer di Indonesia.Hal lainnya yang tak kalah menarik yaitu 56% ibu dengan anak di bawah usia 10 tahun juga kerap bermain game mobile. Dan hal ini adalah sebuah masalah dalam perkembangan anak usia dini.

Saran

Sebagai orang tua, harus bijak dalam memberikan hal yang berbau teknologi sebab tidak semua teknologi baik digunakan. Jika hal ini sudah terjadi maka orang tua harus mampu memberikan solusi yang benar dan harus bekerja sama juga dengan pihak lembaga paud agar hal ini tidak terjadi lagi.

DAFTAR PUSTAKA

  • Adabi, Akrom. (2013). “12 dampak negatif bermain game yang harus anda ketahui” diunduh dari (http://kampussantri.blogspot.com/2013/10/12-dampak-negatif-bermain-game-yang.html),
  • Andhika, Tito Gilang. (2011). “Pengertian, Sejarah dan Perkembangan Game” diunduh dari (http://tito0809.wordpress.com/2011/02/13/pengertian-sejarah-dan-perkembangan-game/), 
  • Anonim. (2010).  “Jenis-jenis Game” diunduh dari (http://wahw33d.blogspot.com/2010/03/jenis-jenis-game.html).
  • Anonim. “Definisi:Reumatoid Atritis” diunduh dari (http://kamuskesehatan.com/arti/reumatoid-artritis/), 
  • Damara, M. A. (2013). Dampak Game Terhadap Perkembangan Anak.
  • Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung: Rosda Karya, 2005.  
  • Dini, A. A. U., Anak, P., & Dini, U. (2012). BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Anak Usia Dini 1. Pengertian Anak Usia Dini. 7–34.
  • Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan, Edisi V, Jakarta: Erlangga, 1996.  
  • F.J. Monks, dkk. Psikologi Perkembangan, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2002.  
  • http://www. Scribt. Com/ doc/Perkembangan Anak Usia Dini 2-6 tahun, diakses 19 Nopember 2012.  
  • John W. Santrock, dkk, Perkembangan Anak, Jakarta: Salemba Humanika, 2011.  
  • Kartini Kartono, Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan), Bandung: Mandar Maju, 2007.  
  • Pendidikan, T., Usia, A., Paud, D., Anak, P., & Dini, U. (2009). Tinjauan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Dan Masterplan Universitas Kristen Immanuel (Ukrim) 2.1. (58), 23–34.
  • Syamsu Yusuf L.N, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
  • Zolessi. (2009). No Title كتابالمجامع. مجلةالعربية, 2(5), 255. Retrieved from ???
Komentar