Pendekatan Orang Tua untuk Mengatasi Bahaya Smartphone yang Membuat Anak Anti Sosial di Usia Dini

Pendekatan Orang Tua untuk Mengatasi Bahaya Smartphone yang Membuat Anak Anti Sosial di Usia Dini

Covesia.com - Perkembangan Teknologi dari zaman ke zaman semakin berkembang dan semakin canggih. Pada abad ke 21 ini perkembangan teknologi  berkembang sangat pesat.

Di abad sekarang ini berbagai aktivitas yang dilakukan seseorang dalam menjalankan kegiatan pada kehidupan sehari-harinya tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Mulai dari manusia bangun tidur, bekerja, belajar, makan dan aktivitas lainnya semuanya menggunakan teknologi. 

Banyak contoh perkembangan teknologi yang dapat kita lihat pada zaman ini, mulai dari teknologi untuk memasak, mencuci, menyetrika pakaian, mengeringkan rambut, mengerjakan dokumen-dokumen kantor, mengirim surat, bertani, membajak sawah, berolahraga, memanen hasil perkebunan, dan kegiatan-kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-harinya pasti menggunakan teknologi dalam melaksanakan kegiatan di atas. Dan salah satu dari produk dari perkembangan teknologi ini adalah smartphone (telepon pintar)

Smartphone merupakan alat komunikasi modern yang terus diperbaharui dan semakin canggih. Pada saat ini smartphone dapat digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari orang dewasa, anak-anak, remaja, bahkan orang yang lanjut usiapun bisa merasakan menggunakan smartphone.

Hal tersebut dikarenakan, smartphone mudah untuk didapatkan dan harga smartphone yang ekonomis. Disamping itu, pada saat sekarang ini  smartphone  bisa dibeli baik secara cash ataupun secara credit.

Hal yang demikian, memudahkan bagi semua orang untuk menggunakan smartphone. Pada saat sekarang ini, kekayaan bukan lagi penghalang untuk seseorang mempunyai smartphone yang ingin dibelinya artinya semua kalangan bisa memakai smartphone pada saat ini.

Berbagai macam merek, tipe serta harga banyak tersedia pada tempat-tempat penjualan smartphone, terkesan memancing masyarakat luas untuk memilikinya.

Dalam Prosiding seminar nasional “Menurut perusahaan survei e Marketer, pengguna smartphone meningkat secara signifikan di Indonesia dan diprediksi masuk empat besar populasi pengguna gadget (smartphone) terbesar di dunia”.pada tahun 2016 (Sumber:id.korantempo.com,2015)

Smartphone  tidak hanya mempengaruhi pola pikir atau perilaku orang dewasa, tapi juga mempengaruhi tingkah laku dan perkembangan serta pola pikir  anak usia dini. Intinya, anak usia dini cenderung senang dengan hal hal baru yang ia dapatkan melalui aktivitas dengan bermain. 

Faktanya, smartphone tidak  hanya digunakan oleh orang dewasa atau lanjut usia (22 tahun keatas), remaja(12-21tahun), tapi pada anak-anak (7-11tahun), tapi smartphone juga dipakai oleh anak usia dini yang berusia (3-6 tahun), yang seharusnya belum layak untuk menggunakan smartphone (dalam Widiawati dan  Sugiman,2014).

Anak usia dini adalah anak yang berada pada usia 0-8 tahun. Menurut Beichler dan Snowman (Dwi Yulianti, 2010:7), “anak usia dini adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun.

Masa usia dini adalah masa anak yang sensitif dan memiliki perkembangan yang sangat cepat dan menyeluruh.” Masa sensitif adalah masa anak yang dengan mudah menyerap apa yang akan diliat dan didengarnya.

Maka tidak heran jika kita melihat anak usia dini yang ketika kita berikan smartphone kepadanya, dengan melihat kita memainkan saja dia lansung bisa memainkan setelah itu.  Hal itu dikarenakan anak usia dini memiliki karakteristik yaitu rasa keingintahuan yang tinggi. Dia akan terus ingin menginginkan sesuatu tersebut hingga ia mengetahui apa yang ingin diketahuinya tersebut.

Pada saat sekarang ini marak penggunaan smartphone yang tidak terkontrol pada anak usia dini. Hal tersebut dikarenakan orang tua yang  cenderung lebih gampang memberikannya kepada anak-anak mereka.

Pada saat ini banyak kita lihat, asalkan anaknya tidak mengganggu pekerjaan orang tua diberikan smartphone. Apabila anak menangis dan mau membeli sesuatu yang dia inginkan dan kita tidak mau belikan keinginan tersebut, cenderung nanti  berkata pada anaknya, kalau kamu kayak gini lagi mama tidak mau meminjamkan lagi smartphone mama padamu.

Kemudian kecenderungan yang dilakukan orang tua adalah apabila anak tidak mau makan dikasih smartphone agar mau makan. Selain itu, ketika anaknya tidak mau pergi ke sekolah kecenderungan diiming-diimingi dengan smartphone terlebih dahulu.

Sehingga kebanyakan orang tua menganggap smartphone ini seperti mainan yang bisa menenangkan anaknya. Padahal smartphone didalamnya mengandung radiasi yang dapat merusak kesehatan  anaknya. Selain itu, penggunaan smartphone yang tidak terkontrol pada anak akan membuat syaraf-syaraf pada otak anak terganggu.

Selain itu dalam sebuah penelitian lainnya di jakarta selatan juga mengungkapkan fenomena yang terkait dengan hal ini yaitu:

Penggunaan  smartphone sudah banyak digunakan di Daerah Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% dari penduduk Jakarta Selatan, banyak dari anak-anak yang menggunakan smartphone. 25% orang tua anak usia dini yang berusia 0-5 tahun mengatakan bahwa anak mereka menggunakan smartphone untuk internet.

Selanjutnya sebanyak 82% orang tua mengatakan bahwa balita mereka online sekali seminggu. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan angka persen yang tergolong cukup besar.(Aisyah, 2015).

Ada salah seorang teman saya menceritakan kepada saya dia memiliki keponakan dirumahnya. Dia melihat ketika orang tua keponakannya ini pergi kerja anaknya yang ditinggalkan akan dikasih smartphone agar anaknya tidak rewel ketika ia tinggalkan ketika pergi bekerja nantinya.

Selain itu saya juga melihat sendiri kakak kelakuan kakak saya yang memberikan anaknya kebebasan untuk bermain smartphone pada anaknya,  kecendrungan yang dia lakukan adalah asalkan anaknya diam maka akan dikasih smartphone dan asalkan anknya mau mengikuti kehendak kakak saya anaknya diberikan smartphone.

Dalam the Asian Parent Insight bersama samsung kidme melalui Mobile Device Usage Among Young Kids(2014) menyatakan bahwa waktu anak-anak tersebut tidak terlepas dari yang namnaya smartphone. Hal ini dapat dilihat dari data dapat dilihat bahwa tempat anak bermain smartphone itu ada, 99% dirumah, 71% saat berpergian, 70% saat makan, 40% dirumah teman dan17% di sekolah (dalam the Asian Parent Insight, 2014).

Penggunaan Smartphone  memiliki dampak positif, dengan Smartphone anak bisa belajar melaui vidio-vidio edukasi, anak tidak gaptek atau gagab teknologi dan bisa mengikuti perkembangan zaman yang canggih. Anak bisa mempelajari bahasa asing dengan menirukan bahasa di vidio edukasi yang ia lihat.

Dengan Smartphone anak juga memperoleh ilmu pengetahuan baru yang dapat ia mainkan ketika sedang bermain dengan teman-teman nya. Smartphone merupakan sebuah alat yang menjanjikan  memuat berbagai hiburan yang banyak disukai oleh anak-anak.

Namun, dibalik hal-hal positif yang diberikan dan dijanjikan oleh Smartphone untuk perkembangan anak usia dini. Dalam itu juga tersimpan bahaya-bahaya yang besar yang dapat mengganggu perkembangan dan kesehatan anak usia dini. salah satu bahaya penggunaan Smartphone  yang akan merusak perkembangan pada anak adalah berkembangnya sikap anti sosial pada anak. 

Melihat permasalahan-permasalahan dan fakta-fakta diatas  yang penulis lihat  penulis tertarik untuk menulis makalah ini lebih lanjut “Pendekatan Ketegasan Orang Tua untuk Mengatasi Bahaya Sikap Anti Sosial Pada Anak Usia Dini Dalam Bermain Smartphone”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah: bagaimana bentuk ketegasan yang dilakukan orang tua dalam mengatasi bahaya sikap anti sosial Pada anak usia dini dalam bermain  smartphone? Dengan uraian sebagai berikut:

  • Apakah yang dimaksud dengan smartphone?
  • Apakah  konsep dasar dari sikap perilaku anti sosial?
  • Apakah keterkaitan smartphone dengan sikap anti sosial?
  • Bagaimana upaya atau solusi yang diberikan untuk mengatasi sikap anti sosial pada anak yang kecanduan bermain smartphone?

C. Tujuan

Berdasarkan Permasalahan di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:

  • Mendeskripsikan pengertian tentang smartphone
  • Mendeskripsikan konsep dasar sikap prilaku anti sosial pada anak usia dini
  • Keterkaitan antara pengunaan smartphone dengan sikap anati sosial
  • Menjelaskan upaya atau solusi yang diberikan untuk mengatasi sikap anti sosial pada anak yang kecanduan bermain smartphone

PEMBAHASAN

1. Pengertian Smartphone

Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan penggunaan dan fungsi yang hampir sama dengan komputer. Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi yang sudah menggunakan system operasi untuk menjalankan program yang ada di dalamnya.

Bahkan beberapa smartphone sekarang ini sudah mempunyai fungsi yang menyerupai sebuah komputer dalam hal penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak (Anjana, 2013: 2).

Smartphone adalah telepon yang menyatukan kemampuan-kemampuan terdepan; ini merupakan bentuk kemampuan dari Wireless Mobile Device (WMD) yang dapat berfungsi seperti sebuah komputer dengan menawarkan fitur-fitur seperti personal digital assistant (PDA), akses internet, email, dan Global Positioning System (GPS).

Smartphone juga memiliki fungsi-fungsi lainnya seperti kamera, video, MP3 players, sama seperti telepon biasa. Smartphone dapat dikategorikan sebagai mini-komputer yang memiliki banyak fungsi dan penggunanya dapat menggunakannya kapanpun dan dimanapun (Backer, 2010: 3).

Smartphone tidak lagi digunakan sebagai alat komunikasi tapi juga merupakan sebuah kebutuhan sosial dan pekerjaan.

Bagi beberapa pendapat, telepon pintar merupakan telepon yang bekerja menggunakan sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi.

Bagi yang lainnya, telepon cerdas hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) dan lainnya. Dengan demikian, telepon cerdas merupakan sebuah telepon genggam yang mempunyai kemampuan sebuah komputer (Atika, 2013).

Smartphone merupakan sebuah alat komunikasi yang membantu manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam jarak yang jauh. Smartphone adalah seperangkat alat komunikasi modern yang mempunyai fungsi khusus yang bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah proses komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain. Contoh merk smarphone  itu seperti vivo, oppo xiomy iphone dan yang lainnya.

2. Bentuk Penggunaan Smartphone pada Anak Usia Dini

Bentuk penggunaan smarphone bagi anak usia dini adalah biasanya dipakai untuk bermain game dari total keseluruhan pemakaian. Sedangkan yang cukup banyak juga dikalangan anak usia dini adalah pemakaian smartphone untuk menonton animasi atau serial kartun anak-anak.

Sedangkan hanya sedikit sekali yang menggunakannya untuk berkomunikasi dengan orang tua mereka atau untuk meilhat video pembelajaran. Nurrachmawati (2014) menambahkan bahwa smartphone tidak hanya berisi aplikasi tentang pembelajaran mengenal huruf atau gambar, tetapi terdapat aplikasi hiburan, seperti sosial media, video, gambar bahkan video game.

Pada kenyataannya, anak-anak akan lebih sering menggunakan smartphone untuk bermain game dari pada untuk belajar ataupun bermain di luar rumah dengan teman-teman seusianya.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Delima, Arianti dan Pramudyawardani (2015), diperoleh hampir semua orang tua (94%) menyatakan bahwa anak mereka biasa menggunakan perangkat teknologi untuk bermain game.

Sebagian besar anak (63%) menghabiskan waktu maksimum 30 menit untuk sekali bermain game. Sementara 15% responden menyatakan bahwa anak bermain game selama 30 sampai 60 menit dan sisanya dapat berinteraksi dengan sebuah game lebih dari satu jam.

Berdasarkan beberapa penelitian diatas terbukti bahwa sebagian besar anak menggunakan smartphone untuk bermain game dibandingkan untuk pembelajaran. apabila penggunaan smartphone hanya digunakan hal ini akan membawa dampak yang buruk bagi perkembangan anak terutama perkembangan sosial anak.

3. Dampak Pemakaian Smartphone Bagi Sikap Sosial AUD

Selain memiliki manfaat smartphone juga memiliki dampak negatif bagi sikap sosial anak usia dini. Pemakaian smartphone bagi anak usia dini dapat membawa pengaruh yang negatif terhadap sikap sosial anak dan bisa juga tidak bisa berpengaruh terhadap sikap sosial anak usia dini jika orang tua mengetahui cara-cara membatasi pemakaian smartphone  pada anak usia dini. 

Dampak negatif dari smartphone pemakaian terhadap sikap sosial anak usia dini adalah anak akan cenderung tidak peka atau tidak peduli dengan lingkungannya, karena telah asik bermain dengan smartphone yang diberikan oleh orang tuanya.

Pemberian smartphone yang bebas pada anak akan membuat anak hanya sibuk dengan bermain smartphone dirumah saja, anak akan menjadi malas untuk bermain keluar bersama teman-teman yang lain, hal ini akan menyebabkan anak tidak akan bisa melakukan interaksi sosial dengan teman-teman sebayanya.

Novita Sari (2016) dalam hasil penelitiannya menyebutkan bahwa memainkan smartphone lebih menyenangkan dibandingkan  bermain dengan teman sebayanya. Hal ini terjadi karena didalam smartphone anak usia dini  tersedia berbagai aplikasi permainan yang disukai dan disenangi. Hal ini tentunya sangat menarik bagi anak-anak dibandingkan permainan tradisional yang ada disekitar lingkungannya

Dampak negatif lain yang akan ditimbulkan  penggunaan smartphone terhadap sikap sosial anak adalah  bisa membuat anak menjadi individualistis dan ketergantungan anak terhadap gadget.

Sikap individual adalah anak akan bersikap menutup diri dari orang lain dan lebih memilih untuk bermain smartphone. Karena asik bermain dengan smartphone sehingga membuat anak lupa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

B. Prilaku Anti Sosial

1. Pengertian Sikap Anti Sosial

Sikap adalah kecenderungan seseorang untuk menerima atau merespon hal-hal yang berdampak positif atau yang negatif terhadap dirinya. Perilaku Sosial adalah perilaku yang relatif menetap pada diri seorang anak yang diperlihatkan melalui interaksi dengan orang lain.

Menurut  Abu Ahmadi (2009:151) “menyebutkan bahwa sikap adalah kesiapan seseorang dalam  baik secara positif ataupun negatif terhadap obyek atau situasi yang ia temui dalam kehidupan sehari-harinya.

Sikap sosial adalah kecenderungan seseorang untuk berinteraksi atau bertindak dengan orang yang ada dilingkungan sosialnya. Menurut Sudarsono (1997:216) mengemukakan pengertian sikap sosial adalah suatu tindakan-tindakan yang tegas seseorang dalam sebuah kelompok atau keluarga.

Sikap sosial adalah keinginan sesorang untuk menentukan suatu perbuatan yang akan ia lakukan ketika ia melihat sebuah obyek sosial yang akan dinilai oleh orang-orang disekitarnya, apakah orang tersebut mempunyai sikap sosial atau tidak (Ahmadi, 2007:152).

Sikap anti sosial merupakan salah satu bagian dari sikap sosial, yang mana sikap anti sosial itu adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak mau peduli dengan keadaan disekitar atau lingkungannya.

Orang yang mempunyai sikap anti sosial ia akan menutup diri dari orang lain bahkan ia tidak akan mau dan tidak akan mau peduli dengan apa saja yang terjadi dalam lingkungan tempat tinggalnya.

Sikap anti sosial adalah suatu perilaku yang tidak mau mengetahui dan menerima apa yang diberikan dan dituntut oleh kelompok soal lingkungannya. Sikap anti sosial adalah seseorang yang berperilaku yang tidak mempertimbangkan sebuah penilaian dan keberadaan orang lain dilingkungannya.

Biasanya orang yang memilki sikap anti sosial akan menunjukkan sikap tidak bertanggungjawab atas kesalahan kesalahan yang ia telah perbuat.

2. Faktor-faktor Penyebab Sikap Anti Sosial

Sikap anti sosial terjadi karena ada yang menyebabkan munculnya perilaku anti sosial ini. Banyak terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sikap anti sosial ini, berikut beberapa faktor- faktor yang menyebabkan sikap anti sosial  yaitu:

  • Adanya nilai dan norma yang tidak sesuai , artinya sikap anti sosial terjadi pada seseorang karena ketidaksesuaian norma-norma yang berlaku dilingkungan kelompok sosial orang tersebut yang menyebabkan ia tidak sanggup menjalankan norma tersebut dan kemudian bersikap acuh tak acuh lagi dengan lingkungan sekitarnya.
  • Masyarakat belum siap untuk menerima perubahan, artinya sikap anti sosial itu terjadi karena ketidaksiapan masyarakat untuk menerima sebuah perubahan baru pada lingkungannya. Yang mana perubahan itu terjadi secara cepat dan otodidak yang membuat masyarakat bingung untuk melakukannya
  • Adanya ideologi yang dipaksakan masuk kedalam lingkungan masyarakat. artinya adanya ideologi baru yang dipaksakan masuk, akan membuat goncangan budaya bagi masyarakat tersebut dan mereka tidak akan siap untuk menerima ideologi tersebut sehingga menjadikan mereka tidak akan mau peduli dengan lingkungannya lagi
  • Ketidakmampuan seseorang untuk memahami nilai, norma dan perubahan. ketidakmampuan seseorang untuk memahami hal-hal diatas juga bisa menyebabkan sikap anti sosial terjadi, karena orang tersebut tidak tahu tindakan apa yang harus ia perbuat, karena ia tidak paham situasi dan tidakan apa yang harus dilakukan.
  • Smartphone. Pada saat ini,  smartphone merupakan salah satu penyebab perilaku anti sosial terjadi, pada umumnya dikalangan anak usia dini. Sikap anti sosial terjadi karena anak tersebut tidak mencerminkan proses sosialisasinya dengan orang lain. Karena asik dengan smartphone, anak akan menjadi tidak peduli lagi dengan lingkungan sosial dan menyebabkan terjadinya  sikap tidak peduli dengan keadaan lingkungan sosial yang ada disekitarnya.

Hal ini bisa membuat anak tidak mengenali orang sekitarnya. Hal ini akan membuat anak usia dini tidak akan mampu mencerminkan sikap perilaku sosialnya dalam kehidupan sehari-harinya.  

C. Keterkaitan Penggunaan Smartphone dengan Sikap Anti Sosial Pada AUD

Penggunaan smartphone dengan sikap anti sosial memiliki hubungan. Karena pemakaian smartphone secara terus menerus dan tidak ada aturan pada anak akan berdampak pada sikap anti sosial pada anak.

Karena keasikan dengan smartphone nya anak tidak akan mau lepas dari yang namanya smartphone. Anak akan mau duduk dan melihat smartphone dibandingkan bermain bersama teman-temannya diluar rumahnya, jika penggunaan smartphone pada anak tidak dibatasi dan tidak diawasi.

Penggunaan smartphone yang seperti itu akan mencerminkan sikap anti sosial terjadi pada diri anak, karena anak akan mencerminkan perilaku yang tidak mau peduli dengan orang-orang di sekitar lingkungannya dan dia tidak akan peduli lagi dengan keadaan lingkungan sosial yang ada di sekitarnya tersebut.

Hal ini akan membuat anak tidak manpu untuk mencerminkan interaksi sosial dengan orang lain dan temannya, karena bermain smartphone lebih asik dibandingkan bermain dengan temannya sendiri.

Hal ini akan membuat anak tidak mampu untuk berinteraksi dengan orang yang ada disekitar lingkungan baik itu bermain dengan teman sebaya maupun orang lain yang ada disekitar lingkungannya.

D. Upaya atau Solusi yang  dilkukan Orang Tua untuk Mengatasi Bahaya Sikap Anti Sosial  pada Anak Kecanduan Bermain Smartphone

Akan tetapi pemakaian smartphone tidak dapat juga berpengaruh terhadap perkembangan sosial dan tidak akan menyebabkan sikap anti sosial pada anak usia dini apabila orang tua mengetahui metode atau cara untuk membatasi pemakaian smartphone yang baik dan benar pada anak.

Jika orang tua mengetahui cara-caranya mungkin dampak negatif dari pemakaian gadget ini terhadap sikap anti sosial pada anak dapat diminimalisir. Berikut ini ada beberapa upaya  atau cara-cara yang bisa diterapkan oleh orang tua untuk membatasi anak dalam bemain smartphone  yaitu:

  1. Batasi durasi waktu anak bemain smartphone. Dalam memberikan anak untuk bermain smartphone gadget batasi waktu untuk bermain gadget misalnya dalam seminggu anak hanya boleh bermain gadget selama 4 hari saja selebihnya anak harus bermaindengan teman-teman sebayanya, atau anak harus bermain diluar. Atau anak dibatasi waktu main smartphone dengan cara dalam satu hari itu hanya boleh bermain smartphone selama 1 jam saja, setelah satu jam selesai, smartphone diambil lagi.
  2. Isilah smartphone  anak dengan aplikasi yang dibutuhkan oleh anak. Isilah smartphone dengan aplikasi vidio-vidio dan nyanyian yang bisa membuat anak belajar sambil bermain. aplikasi yang membuat anak belajar dan aplikasi yang manpu mengembangkan aspek-aspek perkembangan yang terdapat pada diri anak. Isilah smatrphone anak dengan aplikasi permainan yang setara dengan permainan anak, artinya gantilah permainan anak itu yang permainan atau jenis yang tidak jauh berbeda dengan fungsi smartphone.contoh penggunaan smartbook anak muslim, 
  3. Berilah anak smartphone ketika batrai gadget dibawah 50% atau 30%. Apabila batrai smartphone yang diberikan dibawah 50% atau ketika kita meminjamkan smartphone kepada anak ketika batrainya sudah 30% maka anak tidak akan lama bisa memainkan smartphone terlalu lama karena baterainya habis dan anak pasti akan menghentikan bermainnya dan memberikan smartphone itu kembali kepada kita apabila batrai dari smartphone tersebut sudah habis
  4. Jadikan mainan anak usia dini dalam menjadi alasan mereka untuk tidak memainkan smartphone dengan lama-lama, artinya gunakan alasan yang jika ia tidak mau memberikan smartphone maka dia nati tidak dapat beli mainan.
  5. Selalu awasi control dan dampingi ketika anak bermain smartphone pastikan terlebih dahulu smartphone yang kita berikan sudah aman dimainkan oleh anak. 
  6. Ketegasan orang tua, ketika anak benar-benar dilarang untuk bermain gadget, jangan berikan smartphone kepada anak, walaupun anak merengek-rengek untuk main smartphone  jangan dikasih dan berilah anak pengertian bahwa hari itu ia memang tidak boleh untuk bermain smartphone.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pemaparan penjelasan tentang pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengertian Smartphone

Smartphone adalah telepon pintar yang fungsinya hampir menyerupai komputer yang didalamnya memuat fitur-fitur yang sangat memudahkan penggunanya untuk berhubungan dengan orang lain yang memiliki jarak jauh dan membuat pengetahuan yang dapat digunakan serta bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

2. Sikap Anti Sosial

Sikap anti sosial merupakan bagian dari sikap sosial pada seseorang atau individu. Sikap anti sosial adalah suatu sikap yang tidak acuh, peduli dan tidak mau menerima tuntutan dari kehidupan lingungan tempat tinggalnya.

Sikap sosial juga diartikan sebagai suatu sikap individu berperilaku yang tidak mempertimbangkan sebuah penilaian dan keberadaan orang lain di lingkungannya. Biasanya orang yang memiliki sikap anti sosial akan menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab atas kesalahan kesalahan yang ia telah perbuat.

3. Keterkaitan penggunaan smatrphone dengan sikap anti sosial

Hubungan antara penggunaan smartphone dengan sikap anti sosial anak usia dini saling  berkaitan. Karena penggunaan smartphone yang tidak beraturan dan terkontrol pada anak, akan menyebabkan anak asik bermain dengan smartphone dibandingkan bermain keluar bersama teman-temannya. Hal ini tentunya akan membuat anak tidak mau peduli dengan lingkungan sekitar, bahkan anak bisa tidak mengenali lingkungannya sendiri.

4. Upaya atau solusi yang diberikan untuk mengatasi sikap anti sosial pada anak yang kecanduan bermain smartphone

Upaya yang bisa diterapkan oleh orang tua dalam mengurangi sikap anti sosial pada anak dalam bermain smartphone yaitu:

  1. Batasi durasi waktu anak bermain smartphone. 
  2. Isilah smartphone  anak dengan aplikasi yang dibutuhkan oleh anak. 
  3. Berilah anak smartphone ketika batrai gadget dibawah 50% atau 30%. 
  4. Jadikan mainan anak usia dini dalam menjadi alasan mereka untuk tidak memainkan smartphone dengan lama-lama, 
  5. Selalu awasi control dan dampingi ketika anak bermain smartphone pastikan terlebih dahulu smartphone yang kita berikan sudah aman dimainkan oleh anak. 
  6. Ketegasan orang tua untuk melarang anak bermain smartphone.

B. Saran

Saran untuk orang tua

Orang tua hendaknya mampu mengaplikasikan teknik-teknik atau tips-tips yang telah diberikan dalam makalah ini. Agar orang tua bisa mengurangi dan membatasi pemakaian smartphone yang bisa menyebabkan sikap anti sosial terjadi pada anak

REFERENSI

  • Abu, Ahmadi.2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta
  • Febriana, Putri.2017. Analisis Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi. Volume 1. Nomor 1. 
  • Muin, Idianto.2006. Sosiologi SMA/MA untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga.
  • Novitasari, Wahyu dan Nurul Khotimah. 2016. Dampak Penggunaan Gadget terhadap Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal PAUD Teratai. Volume 05. Nomor 03. 
  • Sujiono, Yuliani N. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta:PT Indeks
  • Sudarmi, sri.2009. Sosiologi 1Kelas x SMA/MA. Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional
  • Sudarsono.1997. Kamus Konseling. Jakarta: Rineka Cipta
Komentar