Seorang Dokter RSUD Lubuk Sikaping Positif Covid-19, IGD Terancam Tutup Layanan

Seorang Dokter RSUD Lubuk Sikaping Positif Covid19 IGD Terancam Tutup Layanan Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr Yong Marzuhaili saat menjemput pasien positif di kontrakannya Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman, Selasa (8/9/2020) tadi sore. (Ist)

Covesia.com - Salah seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat diduga positif terjangkit Virus Corona (Covid-19).

Berdasarkan Informasi yang dirangkum oleh Covesia.com, bahwa dokter tersebut merupakan dokter umum jaga di Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lubuk Sikaping. 

Dokter tersebut diduga terinfeksi setelah pulang dari rumah orang tuanya di Kota Bukittinggi, Sumbar.

Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr Yong Marzuhaili ketika dikonfirmasi oleh Covesia.com, Selasa (8/9/2020) malam, membenarkan perihal tersebut. 

Kata dr Yong, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 pihaknya sudah melakukan isolasi terhadap dokter tersebut.

"Setelah kita terima informasi bahwa dokter RSUD positif satu orang, yang bersangkutan yang bertempat tinggal di Nagari Pauah Kecamatan Lubuksikaping langsung kita isolasi di rumah sakit. Dokter tersebut kita jemput ke kontrakannya di Nagari Pauah. Juga ada dua dokter yang ikut diisolasi karena satu kontrakan dengan dia," terang dr Yong.

Kata dia, pihaknya sudah melakukan tracking (pelacakan) terhadap orang yang kontak erat dengan dokter itu di rumah sakit tersebut. Dari hasil pelacakan ada ratusan orang tenaga medis. 

"Dari hasil tracking petugas RSUD Lubuksikaping yang kontak erat dengan dokter itu berjumlah 149 orang. Dari 149 orang itu merupakan, 13 orang dokter spesialis, 1 dokter residen bedah, 11 orang dokter, 92 orang perawat dan bidan, 32 orang tenaga lainnya," ucap Yong. 

Kata Yong lagi, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di rumah sakit itu, pihaknya, sudah meminta izin kepada Bupati Pasaman untuk menutup sementara pelayanan IGD dan rawat jalan di rumah sakit. 

"Pihak rumah sakit telah minta ke bupati Pasaman untuk sementara waktu menutup IGD dan rawat jalan sampai hasil swab keluar. Ini ditujukan untuk menghindari rumah sakit jadi klaster baru penyebaran Covid19 di Pasaman," tutupnya.

(hri)


Berita Terkait

Baca Juga