Warga Agam Sumatera Barat Ini Klaim Temukan Obat Corona dari Bahan Herbal

Warga Agam Sumatera Barat Ini Klaim Temukan Obat Corona dari Bahan Herbal Foto (Covesia/Johan).

Covesia.com - Setiap penyakit ada obatnya. Potongan hadist riwayat Muslim inilah yang membuat Faddry Chan, warga Balai salasa Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mencoba meracik ramuan herbal dan percaya masyarakat setempat mampu mengobati berbagai penyakit termasuk  Covid-19.

Kabar tentang kepiawaian Faddry Chan dalam meramu bermacam jenis tumbuhan ini membuat Covesia.com merasa penasaran dan mencoba membuat janji untuk untuk berbincang-bincang dengan beliau.

Saat ditemui Sabtu (17/5/2020) di sebuah warung kopi di Balai Salasa, Lubuk Basung, terlihat Along "panggilan akrab Feddry Chan" sedang duduk disebuah warung kopi dengan sebuah teko pemanas air elektrik dan bermacam jenis rempah-rempah yang ia letakkan diatas 2 buah piring berwarna putih di atas meja.

Kedatangan Covesia.com disambut baik Along sambil mempersilahkan duduk ia memesan minuman untuk kami, "Ini sedang duduk-duduk sambil membuat ramuan herbal untuk teman-teman," ujar laki-laki kelahiran 42 tahun silam itu memulai cerita.

Bahan-bahan yang digunakan tidak ada yang istimewa dan mudah didapat, sepert jahe, kayu manis, serai, kelapa muda dan madu, namun ada satu bahan rahasia yang tidak mau ia sebutkan namun ia memberi nama tumbuhan tersebut yaitunya Akar tuhan.

"Ini bahan-bahannya, ada kayu manis, serai, jahe, madu, kelapa muda, namun satu ini yang sangat istimewa, akar tuhan, tumbuhan ini hanya ada di hutan belantara dan tidak semua orang tau khasiat tanaman yang satu ini," sambil mengangkat sepotong kayu kering yang menjadi sebuah misteri.

Keunikan nama sepotong kayu seuukuran lengan orang dewasa tersebut menjadi tanda tanya besar bagi kami sehingga terus berupaya untuk menggali informasi lebih dalam, sejenis apakah tumbuhan tersebut?. "Ooo tidak bisa, ini rahasia perusahaan," jawab Along sambil terkekeh.

Dijelaskannya Cara membuatnya tidaklah sulit, pertama, ramuan dan rempah seperti Jahe Merah, Serai, Kayu Manis dan akar Tuhan dicuci sampain bersih, kemudian dimasukkan kedalam teko elektrik dan direbus selama 30 menit, setelah dirasa matang, kemudian dituangkan air kelapa muda beserta madu.

"Madu dan kelapa muda dimasukkan terakhir setelah matang, karena jika dimasukkan dari awal ditakutkan zat yang terkandung didalamnya akan berkurang," jelas pria tersebut.

Menurut Along, minuman herbal buatannya mampu mengobati berbagai penyakit, seperti, diabeter, batu ginjal, kangker, asam urat, rematik dan berbagai penyakit lainnya. Bahkan ia mengaku minuman buatannya itu bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati Covid-19. 

"Covid-19 ini kan menyerang ketika daya tahan tubuh lemah, dengan minum ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membunuh Virus Corona. Saya siap membantu masyarakat, yang terpapar wabah Covid-19 dan siap diujikan untuk pasian yang sudah dinyatakan Positif," ulasnya.

Selain meminum ramuan herbal buatannya, Along tetap menganjurkan untuk menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, rutin berolahraga, cukup istirahan dan konsumsi gizi seimbang. 

"Anjuran pemerintah untuk physical dan social distancing harus diikuti. Selain itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi seperti saat ini, konsumsi herbal juga perlu dilakukan dan didukung dengan kebiasaan positif lainnya," tegasnya.

Along mengaku keahlian meracik ramuan ini didapatnya dari seorang temannya yang merupakan ahli obat herbal asal China 5 tahun silam. Rasa ingin tahun tentang khasiat tanaman herbal membuatnya bertekad untuk belajar dan mencoba untuk membuat racikan sendiri.

"Saya seorang developer, jadi sering pergi keberbagai daerah dan berkenalan kenal dengan masyarakat berbagai etnis. Teman saya ini ahli dalam ramuan herbal dia cukup akrab dengan saya dan tidak pelit membagi ilmu," jelas Along.

Setelah 2 tahun belajar, Along akhirnya sudah mengetahui khasiat berbagai tanaman dan sudah bahkan ia sudah bisa meracik sendiri. "Saya bukan berjualan obat, dan sudah ada mata pencaharian lain yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tegasnya.

Untuk meyakinkan kami, Along kemudian menuangkan minuman racikannya ke dalam gelas ukuran 250 ml dan menyodorkan kepada kami. "Minumlah agak dua gelas, buktikan sendiri bagaimana perubahan pada badan besok pagi,!," katanya meyakinkan.

(han/adi)

Berita Terkait

Baca Juga