Bikin Gaduh Soal ''Pemakan Kelelawar'' Bryan Adams Akhirnya Minta Maaf

Bikin Gaduh Soal Pemakan Kelelawar Bryan Adams Akhirnya Minta Maaf Sumber: instagram.com/bryanadams

Covesia.com - Penyanyi asal Kanada, Bryan Adams meminta maaf atas ucapan "para pemakan kelelawar" yang dianggap bernada rasisme terkait virus corona dalam unggahannya di Instagram.

Dia mengaku hanya ingin mempromosikan gaya hidup vegan.

"Mohon maaf kepada semua oang yang tersinggung atas unggahanku kemarin. Tak ada alasan, tapi aku marah-marah soal kekejaman atas binatang di pasar itu dan mungkin saja itu sumber dari virus, dan aku juga mempromosikan veganisme," kata dia pada Selasa malam (12/5), disertai unggahan video saat dia menyanyi lagu " Into the Fire".

Dia menegaskan hatinya bersama orang-orang yang tengah berjuang di tengah pandemi di seluruh dunia.


"Pemakan kelelawar"

Sebelumnya, pelantun "Please Forgive Me" itu mengejutkan para penggemar saat dia mengeluarkan komentar "para pemakan kelelawar" di media sosial pada Senin (11/5), setelah serangkaian konser dibatalkan sehubungan pandemik virus corona.

"Malam ini seharusnya jadi malam pertama pertunjukan di @royalalberthall, tapi terima kasih kepada para pemakan kelelawar, para penjual binatang di pasar basah, para pencetus virus yang rakus, sekarang seluruh urusan di dunia jadi tertunda, belum lagi mereka yang menderita atau meninggal dunia akibat virus ini," kata Adam dalam tulisan yang menyertai sebuah unggahan video di laman Instagram milkinya pada Senin di mana dia menyanyikan lagu "Cuts Like a Knife".

Penyanyi 60 tahun itu lantas melanjutkan dengan mengucapkan rasa penyesalan dia tak bisa tampil.

"Menyenangkan bisa menjalani isolasi bersama anak-anak dan keluargaku tapi aku rindu keluragaku yang lain, para anggota band-ku, kru-ku dan para penggemar," kata dia.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga