Bumi jadi Lebih Tenang Selama 'Lockdown', Getaran Kerak Bumi Bahkan Berkurang hingga 30 Persen

Bumi jadi Lebih Tenang Selama Lockdown Getaran Kerak Bumi Bahkan Berkurang hingga 30 Persen Potret kota Ginza, Tokyo yang mendadak sepi karena wabah corona. (Foto: Sosmed)

Covesia.com - Para ilmuwan mengatakan bumi menjadi lebih tenang selama orang-orang menjalani masa karantina mandiri saat lockdown diberlakukan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Kurangnya berbagai aktivitas manusia menurunkan ambien kebisingan seismik (getaran di kerak bumi) sebesar 30 persen.

Keheningan yang dihasilkan di saat lockdown sejelas pembacaan seismik permukaan yang biasa para ilmuwan dengar dari instrumen yang sama yang terkubur 100 meter di bawah permukaan bumi, membuat pengukuran lebih spesifik dan lebih mudah untuk digunakan dan dipahami.

Jika masa karantina ini berlangsung lebih lama maka para ilmuwan mengatakan akan mampu mengobservasi bumi lebih baik.

Dengan menurunnya suara kebisingan seismik maka alat pendeteksi bisa mengenali adanya gempa bumi yang paling kecil sekalipun dan meningkatkan upaya memonitor aktivitas vulkanis dan kejadian-kejadian seismik lain.

COVID-19, menurut pakar cuaca Dr Marshall Shepherd, juga membuat suara dengan gelombang infrasonik (suara yang tak bisa didengar manusia) juga berkurang.

(ant/utr)

Berita Terkait

Baca Juga