3 WNI ABK Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Terjangkit Covid-19

3 WNI ABK Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Terjangkit Covid19 Kapal pesiar Diamond Princess melempar jangkar di laut sebelum memasuki Pelabuhan Yokohama di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang, Rabu (5/2/2020). Sumber: Antara/Reuters

Covesia.com - Informasi terbaru menyebutkan, 3 dari 78 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di kapal pesiar Diamond Princess positif terjangkit virus corona Covid-19. 

"Sampai saat ini, dari 78 ABK Diamond Princess, sudah 3 yang konfirm positif dengan metode pemeriksaan VCR, artinya hanya diperiksa dengan pilihan ya atau tidak," sebut Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto di JIEXPO Kemayoran, Rabu (19/2/2020).

Ketiga WNI terinfeksi, saat ini semuanya sudah berada di rumah sakit dan sudah dirawat oleh otoritas kesehatan Jepang. Sebagai kode etik, pihak Jepang tidak akan mengumumkan nama rumah sakit tempat ia dirawat dan juga nama pasien dengan tujuan agar tidak menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada pengguna jasa rumah sakit lainnya.

Seluruh komunikasi detil mengenai hal ini disampaikan oleh pemerintah Jepang pada KBRI. Dan juga kondisinya sepenuhnya ditangani oleh pemerintah Jepang.

Terakhir, Yuri mendengar kondisi ketiganya stabil dan ia sama sekali tidak meragukan kapasitas yang dimiliki oleh otoritas kesehatan Jepang untuk melakukan pelaksanaan ini.

lalu, bagaimana dengan kondisi 75 WNI lainnya yang juga menjadi kru kapal pesiar tersebut? Yuri menyebut mereka akan tetap menjalankan karantina yang dilakukan oleh pemerintah Jepang di suatu tempat. Dikabarkan satu WNI lagi kemungkinan terjangkit Covid-19, namun Yuri mengatakan info ini belum bisa dipastikan.

Menyoal apakah ada 'kecolongan' dalam pemeriksaan mengingat sebelumnya seluruh WNI dinyatakan negatif, Yuri mengatakan hal ini disebabkan keputusan untuk lockdown atau menutup kapal pesiar tersebut, seperti halnya di Wuhan. Di dalam kapal ada penumpamg yang positif, ada yang teridentifikasi negatif.

Oleh karena itulah, karantina yang dilakukan pun menjadi lebih dari 14 hari. Hal ini karena dalam 14 hari, setiap hari ada yang terbukti positif Covid-19. Maka dari itu, jumlah pasien positif di Diamond Princess terus bertambah.

"Yang kita takutkan adanya penularan yang berkesinambungan. Ini yang menjadikan cukup kompleks dan inilah yang terjadi di Wuhan. Kasus positifnya kan terus nambah, karena siklusnya kan memang seperti itu," tambah Yuri.

Terkait penjemputan, Yuri menegaskan untuk tidak perlu terburu-buru karena masih membutuhkan data kesehatan dari pihak Jepang dan juga kajian yang lebih mendalam sehingga tidak terkesan 'memindahkan' sumber penyakit ke dalam negeri.

Ia menegaskan, rencana penjemputan tetap ada, namun diusahakan tidak mengganggu kontrak kerja mereka. Dan nantinya apakah akan diobservasi di Natuna juga, Yuri hanya menyebut mungkin ditempatkan di lokasi baru.

"Belum ada suatu pedoman standar yang masih diberikan oleh pemerintah Jepang untuk menjemput warga negaranya yang saat ini masih dalam kondisi sehat. Kita belum punya konsep yang pasti, karena kita belum tahu keputusan pemerintah Jepang soal para penumpang ini. Semoga kita segera mendapatkan arahan. Bagi kami, prinsipnya, semakin cepat pulang semakin baik. Tetapi pulang dalam keadaan baik, baik untuk dia, dan baik untuk kita yang di sini dan keluarganya," pungkasnya.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait

Baca Juga