Peace Winds Japan dan ACT Kupas Virus Corona

Peace Winds Japan dan ACT Kupas Virus Corona (Ist)

Covesia.com - Virus Corona sudah menelan puluhan ribu jiwa, jumlah kematiannya pun sudah melebihi kematian disebabkan virus SARS di Cina. Penyebarannya yang sangat cepat bukan hanya di negara Cina tetapi juga di negara-negara lain di Asia, Eropa, dan Amerika.

Peace Winds Japan (PWJ) ikut merespon kejadian luar biasa yang disebabkan virus Corona. Bantuan tahap pertama PWJ dikirimkan ke sejumlah rumah sakit yang berafiliasi dengan Shanghai University. Sedangkan, bantuan kedua berupa perlengkapan medis sebanyak 1,2 ton telah dibagikan ke beberapa pihak lainnya di Cina. 

Saito selaku Deputy Director Program for Overseas Program dari Peace Winds Japan (PWJ) menyatakan dengan kondisi penyebaran virus Corona di Indonesia yang masih rendah bahkan nihil, pencegahannya akan lebih mudah dibandingkan negara-negara yang sudah terdampak kasus-kasus virus Corona sebelumnya.

Untuk mencegah virus tersebut, warga Indonesia dapat melakukan tindakan preventif atau edukatif seperti mengenakan masker untuk melindungi diri dari virus. Saito turut memberikan saran terkait tindakan preventif penyebaran virus Corona. Contoh sederhananya adalah penggunaan masker dan rutin membersihkan tangan. 

"Mungkin banyak orang yang merasa terlindungi dengan mengenakan masker. Sebenarnya, masker biasa yang tersedia di pasaran tidak seratus persen efektif untuk melindungi dari virus karena virus masih dapat masuk," ujar sSaito dalam keterangan tertulis yang diterima Covesia, Senin (17/2/2020).

"Selain itu, pengguna harus tahu bagaimana cara mengenakan dan melepas masker dengan benar. Jika Anda mengenakan masker biasa, bagian luarnya masih dapat terpapar virus. Maka, untuk melepasnya, jangan sentuh maskernya, tetapi copotlah masker melalui talinya. Lalu jika sudah langsung buang dan jangan menyentuh lembaran maskernya," sambung Saito.

Di Jepang sendiri, pemerintah dan sejumlah NGO menerapkan beberapa cara untuk menanggulangi penyebaran virus Corona. Misalnya dengan melakukan sistem karantina yang ketat di perbatasan, bandara, dan pelabuhan hingga sosialisasi penggunaan masker yang tepat.

"Karantina tidak hanya untuk orang Jepang yang baru saja kembali ke negaranya, namun juga orang asing yang memiliki kemungkinan terinfeksi. Karantina ini cukup efektif. Begitu pun untuk orang-orang yang baru datang ke Jepang dari luar negeri menggunakan kapal," tambah Saito.  

Dengan kondisi penyebaran wabah yang cepat, Saito turut mengajak sebanyak-banyaknya kolaborasi antarbangsa. “Ada banyak kasus di negara-negara lain termasuk negara-negara Asia, beberapa orang yang mengenakan masker diserang hanya karena mereka mengenakan masker.

Kebencian semacam ini yang terjadi hanya karena wabah penyakit. Ini hal yang tidak perlu terjadi, tidak perlu ada benturan antarbangsa hanya karena ini. Yang kita butuhkan saat ini adalah kolaborasi kerja sama satu sama lain untuk menemukan solusi terbaik tidak hanya dalam lingkup nasional, tapi juga antarbangsa maupun komunitas dan masyarakat umum,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Saito juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia maupun negara lainnya agar tetap bersikap tenang dan bertindak berdasarkan pengetahuan dari para spesialis. Masyarakat tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa.

Hal ini karena, meskipun virus Corona merupakan virus baru dengan sistem yang berubah, akan tetapi tidak beracun. Sehingga, tidak akan menyebabkan kematian secara langsung begitu saja. Namun, yang sangat perlu diperhatikan adalah para lansia yang mungkin sudah mengalami sakit sebelumnya.  

"Bahkan masyarakat umum tidak diharuskan membeli masker. Yang harus mereka lakukan hanya mencuci tangan dan menjaga kebersihan tangan serta jangan menyentuh area hidung atau wajah secara langsung ketika keluar rumah. Hal Ini lebih penting dari menggunakan masker. Walaupun ini adalah wabah yang luar biasa tetapi masyarakat harus bersikap tenang, karena jika kita panik maka semuanya akan menjadi lebih buruk," ungkapnya. 

Sebagai salah satu mitra stretegis yang berkolaborasi bersama Peace Wind Japan, Amir Firdaus dari tim Global Philanthropy Network (GPN) - ACT turut menyambut baik sinergi yang akan dilakukan. Hal ini sebagai bentuk kerjasama antarbangsa dalam menemukan solusi terbaik dalam penanggulangan virus Corona.

Amir Firdaus juga menyatakan apresiasinya kepada PWJ sebagai mitra strategis  untuk memberikan bantuan ke Cina atau negara terdampak lainnya.

"PWJ memberikan beberapa advice bermanfaat yang bisa kita kerjakan terkait penyebaran virus Corona, seperti pengiriman bantuan ke negara-negara terdampak. Misalnya, alat-alat kesehatan serta edukasi masyarakat terkait kebersihan yang bisa kita laksanakan di dalam negeri. Sedangkan, untuk misi di Jepang, PWJ siap untuk memfasilitasi jika suatu hari ACT ingin membantu masyarakat di Cina seperti pembagian masker maupun alat-alat kesehatan lainnya," tambahnya. 

Sebelumnya, ACT telah mendistribusikan sebanyak 2000 masker ke warga Indonesia yang baru saja tiba dari Tiongkok di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng dan terus melakukan kampanye kesehatan.

Selain itu, ACT juga telah mengirimkan 1.610 kotak masker;  1.210 kotak ke Hong Kong, 300 kotak ke Taiwan, dan 100 kotak ke Singapura. ACT terus mengupayakan pencarian stok masker untuk Warga Negara Indonesia maupun masyarakat umum di Hong Kong, Macau, Singapura, dan Taiwan. 

(*/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga