Angka Stunting di Kota Pariaman Turun Menjadi 9,7 Persen

Angka Stunting di Kota Pariaman Turun Menjadi 97 Persen Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman, Syahrul. (Peri Musliadi)

Covesia.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman, Syahrul menyebutkan, angka stunting di kotanya tahun 2019 mengalami penurunan drastis menjadi 9,7 persen.

"Tahun 2018 angka stunting atau gagalnya pertumbuhan pada anak serta otaknya tercatat ada 17,8 persen atau sekitar 1000 lebih anak. Namun tahun 2019 jumlahnya menurut menjadi 9,7 persen atau 500 anak," sebut Syahrul pada Rabu (12/2/2020).

Lanjut Syahrul, data stunting tersebut didapat dari pengambilan sampel dalam penimbangan terhadap anak di kota ini sebanyak 6000 orang, maka didapatlah hasil tersebut. 

"Penurunan ini dampak dari kesungguhan pemerintah dalam menurunkan angka stanting dan gizi buruk tersebut," katanya. 

Disebutkan Syahrul, saat ini misalkan pihaknya menemukan masalah gizi buruk terhadap anak-anak yang bisa timbulkan stunting ini di lapangan, maka ia dari pihak dinas kesehatan di kota ini akan cepat meninindaknya. 

"Kalau kami menemukan di lapangan, maka akan memberikan makanan tambahan kepada anak tersebut selama lebih kurang tiga bulan, sebagai tindakan menurutkan angka stunting ini," ungkapnya. 

Untuk memberikan makanan tambahan itu pihaknya akan melibatkan anggota PKK. Tujuannya agar bisa sampai kesasaran.

"Selain itu kami juga meminta kepada masyarakat Kota Pariaman, yang ada dirantau orang agar bisa juga terlibat menurunkan atau menghilangkan masalah gizi buru di kota ini," ungkapnya.

Sebab kasus ini harus secara bersama melakukannya, bahkan seluruh instansi harus terlibat juga, apa lagi sekarang dana desapun juga sudah dianggarkan untuk kegiatan stunting ini.

"Bahkan kamipun juga sudah menyediakan dana untuk masalah stunting ini," ujarnya. 

Jadi kata Syahrul, pihaknya sudah berkomitmen bahwa tahun 2020 ini, angka stunting bisa dihilangkan menjadi nol. 
(pri)



Berita Terkait

Baca Juga