Sebanyak 262 Kasus Gigitan Hewan Pembawa Rabies Tercatat di Agam, 6 Diantaranya Positif Rabies

Sebanyak 262 Kasus Gigitan Hewan Pembawa Rabies Tercatat di Agam 6 Diantaranya Positif Rabies Ilustrasi Pixabay

Covesia.com - Kasus gigitan hewan pembawa Rabies di kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkat selama 2 tahun terakhir. Data yang dihimpun dari Dinas Pertanian (Distan) Agam, tercatat 211 gigitan terjadi pada tahun 2018 dan jumlah tersebut meningkat menjadi 262 pada tahun 2019.

Kepala Distan Agam, Arief Restu mengatakan tingginya jumlah kasus gigitan tersebut  disebabkan bertambahnya jumlah laporan masyarakat jika terjadi kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR).

"Untuk kasus gigitan terbanyak terjadi pada hewan Anjing yaitunya sebanya 143 kasus disusul dengan kucing sebanyak 93 kasus dan terakhir kera sebanyak 10, dari seluruh kasus 6 dinyatakan positif rabies, dan semuanya sudah ditangani," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Kamis (6/2/2020).

Dijelaskannya, saat ini kesadaran masyarakat kabupaten Agam cukup tinggi,  hal itu dengan banyaknya laporan yang masuk meski hewan yang menggigit belum positif rabies. 

"Meski tidak positif rabies masyarakat cepat tanggap dan melaporkan langsung ke Distan Agam, hal itu untuk penanggulangan cepat dan mencegah menularnya penyakit berbahaya itu," jelasnya.

Mencegah terjadinya penularan rabies, Distan Agam selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk selalu memberikan vaksin kepada hewan peliharaan, tidak melepas liarkan serta melaporkan jika ada kasus gigitan. 

"Jika terjadi gigitan, langkah yang harus dilakukan adalah mencuci luka gigitan dengan sabun dan air bersih selama 15 menit, kemudian beri anti septik, dan segera bawa ke Puskesmas terdekat," tutupnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga