7 Tips Sukses Wawancara Lewat Telepon

7 Tips Sukses Wawancara Lewat Telepon ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Bagi beberapa perusahaan akan mengadakan wawancara telepon sebagai test awal untuk melihat apakah kandidat cocok untuk posisi tersebut dan kadang untuk melihat apakah kandidat cukup layak untuk datang ke wawancara langsung.

Beberapa kandidat setuju untuk melakukan wawancara telepon bukan karena minat tapi lebih karena rasa penasaran. Jadi, pastikan kamu menonjolkan keinginan kamu terhadap posisi tersebut tanpa terlihat terlalu semangat.

Kesan pertama adalah yang terpenting, terutama saat wawancara telepon. Meskipun kamu tidak dapat bertemu langsung dengan pewawancara dan membuatnya terkesan secara langsung dengan senyum atau pakaian kamu yang rapi, tetapi kamu memiliki satu kelebihan, yaitu 'suara'. Jadi temukan cara untuk menggunakannya untuk keuntungan kamu!

Lebih diperhatikan, khususnya pada intonasi dan penyampaian pesan kamu karena itu mempengaruhi 38% untuk komunikasi yang efektif, menurut survei yang dilakukan Sugarman Medical dan MIND, penyedia nasional kesehatan medis dan mental profesional  di Inggris.

Tampaknya selain peran penting bahasa tubuh untuk percampuran komunikasi, memancarkan kepercayaan dan memberikan  penjelasan yang jelas, cerita tentang pengalaman kamu dan keterampilan sosial juga dapat mempengaruhi sebuah wawancara secara signifikan.

Ingat, semua ini berfokus pada apa yang kamu katakan dan bagaimana kamu mengatakannya, jadi teruslah berlatih, berlatih, berlatih.

Berikut ini beberapa tips untuk mempersiapkan wawancara telepon dikutip covesia dari laman Jobstreet:

1. Lakukan penelitian

Cari tahu sebanyak mungkin tentang posisi pekerjaan yang kamu lamar dan latar belakang perusahaan tersebut. Gunakan hasil penelitian itu untuk menjawab pertanyaan dari perusahaan dengan begitu kamu akan terlihat menarik dan yang lebih penting, hal ini  memperbesar peluang kamu untuk maju ke tahap wawancara berikutnya.

Setelah kamu menyelesaikan penelitian tentang posisi pekerjaan dan perusahaan, cari pertanyaan umum wawancara telepon dan cara terbaik untuk menjawabnya. Untuk menghindari jeda selama wawancara telepon, latih jawaban kamu dan siapkan skrip wawancara atau catatan kecil.

2. Atur situasi

Pilih lokasi yang tenang untuk wawancara telepon kamu,  untuk mengantisipasi  dari gangguan dan untuk mengurangi kebisingan sekitar. Periksa kembali telepon dan koneksi internet kamu untuk memastikan keduanya stabil, karena kamu pasti tidak menginginkan koneksimu terputus selama wawancara telepon.

Siapkan buku catatan atau kertas dan pena agar kamu dapat mencatat selama wawancara telepon. Jangan lupa untuk meletakan catatan kecil atau skrip wawancara yang telah kamu persiapkan sebelumnya di dekat kamu. Akan lebih baik juga kalau kamu sambil membuka internet browser, untuk persiapan jika nanti kamu butuh mencari sesuatu di internet saat wawancara.

3. Menyapa pewawancara telepon dengan namanya

Setelah kamu diperkenalkan dengan pewawancaramu, segera respon dengan nama mereka di kalimat pertama kamu, misalnya: “Hai, Bapak atau Ibu …….., terima kasih telah menelepon.” Taktik ini akan cepat membangun hubungan yang tulus dan saling menghormati.

4. Tampilkan rasa percaya diri

Tetaplah percaya diri dan positif selama wawancara telepon karena kamu ingin menunjukkan bahwa kamu siap. Ingatlah untuk duduk tegak dan berbicara dengan senyum selama wawancara telepon karena suara kamu akan terdengar lebih ramah ketika kamu berbicara dengan senyum, dan duduk tegak akan membuat kamu terlihat lebih sigap.

5. Jangan menyela

Jika kamu menyela pewawancara, kamu hanya akan mengganggu dan memprovokasi mereka, jadi berhati-hatilah selama wawancara telepon. Biarkan pewawancara menyelesaikan kalimat atau pertanyaan mereka selama wawancara telepon, walaupun kamu berpikir bahwa kamu dapat menyelesaikannya untuk mereka.

Biarkan pewawancara memimpin dengan pertanyaan dan jawablah dengan cepat dan bijaksana. Jika kamu memerlukan waktu sebentar, jangan ragu untuk memulai jawaban kamu dengan mengulangi pertanyaannya. Ini akan memberi kamu lebih banyak waktu untuk mengumpulkan pemikiran dan memberikan jawaban yang bijaksana.

Ingat untuk wawancara telepon awal kamu, biarkan pewawancara mengajukan semua pertanyaan terlebih dahulu sebelum kamu melanjutkan untuk bertanya tentang budaya perusahaan, detail pekerjaan dan ekspetasi pekerjaan.

6. Tanyakan jika kamu tidak yakin

Jika kamu tidak mendengar pertanyaan dengan benar atau perlu mengklarifikasi apa yang dimaksud pewawancara, jangan malu untuk memintanya mengulangi pertanyaan itu. Pewawancara akan menghargai bahwa pada kenyataannya kamu ingin akurat dan teliti dalam menjawab.

Pastikan untuk menghindari mengajukan pertanyaan tentang gaji terutama jika wawancara telepon adalah langkah awal dalam seluruh proses wawancara.

7. Bersikap proaktif

Tanyakan kepada pewawancara telepon tentang langkah-langkah selanjutnya  sehingga kamu mengetahui keseluruhan proses wawancara perusahaan. Pastikan kamu menunjukkan niat untuk memulai dalam proses dan bagaimana kamu ingin menghadiri wawancara langsung. Bagian dari keberhasilan dalam mendapatkan wawancara selanjutnya sebenarnya adalah memintanya.

8. Akhiri wawancara telepon dengan ucapan terima kasih

Sebelum wawancara berakhir, pastikan untuk berterima kasih kepada pewawancara karena telah meluangkan waktu untuk mewawancarai Kamu. Misalnya, kamu dapat mengatakan, “Terima kasih, Bapak atau Ibu ……. karena telah menyempatkan waktu anda.” Jangan lupa untuk meminta email pewawancara dan segera mengirim tindak lanjut email terima kasih.

Kesimpulan

Luangkan waktu untuk meninjau catatan apa pun yang kamu buat selama wawancara telepon dan pikirkan beberapa pertanyaan lanjutan untuk ditanyakan. Simpan pertanyaan tersebut untuk panggilan wawancara langsung atau wawancara telepon berikutnya.

Jangan lupa untuk menambahkan beberapa catatan ke daftar tips wawancara telepon pribadi kamu sehingga kamu fasih saat melakukan wawancara telepon. Catat tanggal setiap wawancara sehingga kamu tahu kapan harus mengirim email tindak lanjut untuk bertanya tentang aplikasi kamu.

Ingat untuk fase selanjutnya, fokusnya adalah pada bagaimana kamu dapat menambah value bagi perusahaan jadi bersiaplah untuk berbicara tentang value apa yang dapat kamu berikan kepada perusahaan serta value apa yang dapat mereka berikan kepada kamu.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga