Di 'Podcast' Deddy Corbuzier, Ganjar Pranowo Bilang Suka Nonton ''Film Dewasa''

Di Podcast Deddy Corbuzier Ganjar Pranowo Bilang Suka Nonton Film Dewasa Ganjar Pranowo dalam podcast Deddy Combuzier. Sumber: YouTube Deddy Combuzier

Covesia.com - Dalam podcast channel YouTube Deddy Corbuzier, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku suka menonton film dewasa. Tanpa sungkan, Ganjar blak-blakan soal kesukaan nonton film dewasa itu.

Video yang diunggah Deddy Corbuzier, tayang di kanal YouTubenya pada Selasa (3/12/2019) dengan judul "GANJAR PRANOWO NONTON VIDEO P0RN0 TANPA MARAH MARAH."

Ganjar bercerita awalnya ia tak sengaja membuka salah satu situs film dewasa. Kemudian ada seseorang yang bertanya alasan Ganjar menonton video film dewasa.

"Ada yang tanya, 'Pak ganjar kok ini nonton film porn*?' Terus salah saya di mana? Saya kan dewasa, salah saya di mana? La wong saya suka kok. Saya sudah dewasa dan punya istri," kata Ganjar seperti disanksikan Covesia dari video tersebut, Rabu (4/12/2019). 

Ganjar menyebut menyaksikan film dewasa sebagai hal yang wajar dilakukan oleh seseorang yang sudah dewasa.

Namun, ia mengingatkan bahwa yang tidak diperbolehkan adalah membagikan konten porn* ke orang lain karena melanggar Undang-Undang Unformasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Yang nggak boleh itu mengirim," lanjutrnya.

Ganjar juga pernah menanyakan terkait film dewasa kepada siswa di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA). Tak ada yang mengakui bahwa pernah menyaksikan film dewasa.

"Adakah yang pernah nonton porn* atau video? Enggak ada, diam semua. 'Kalian sedang jujur atau bohong?" ungkap Ganjar.

Saat Ganjar melemparkan pertanyaan kedua kalinya, ada salah satu siswa yang mengangkat tangan mengakui pernah menyaksikan film dewasa. Siswa itu diminta maju ke depan karena Ganjar ingin tahu alasan siswa itu.

"Explore aja," jawab si murid.

Bukan marah, Ganjar justru memberikan apresiasi kepada siswa itu yang telah berani mengakui kesalahannya. Sebab, siswa itu belajar pendidikan seks tanpa guru.

"Kalau kamu (nonton konten dewasa) nggak ada guru, itu pendidikan seks yang keliru. Saya kasih laptop, mengakui kesalahan itu sportivitas," tuturnya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga