Mengenal Kanker Rektum dan Upaya Penanganannya

Mengenal Kanker Rektum dan Upaya Penanganannya Ilustrasi

Covesia.com - Nama T (12) menjadi tranding topik di Twitter. Setelah ditelusuri ke rumah kediamannya, ternyata T merupakan korban kekerasan seksual dari terduga pedofil berusia 50an tahun.

"Kini T susah sekali memiringkan badannya saat tidur, apalagi setelah kemo," ungkap Y (33) ibu kandung T kepada Covesia.com, Rabu (27/11/2019) lalu.

Apa itu kanker rektum?

Kanker rektum adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi pada rektum. Rektum adalah saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar.

Rektum terletak di ujung bagian usus besar dan berakhir di saluran pendek yang mengarah ke anus. Rektum dan usus besar merupakan tempat di mana makanan dicerna dan dialihkan menjadi energi untuk tubuh. Sisa dari pencernaan ini akan dibuang dalam bentuk feses atau tinja melalui anus.

Kanker yang terjadi di dalam rektum dan pada usus besar sering juga disebut sebagai kanker kolorektal. Penyakit ini umumnya sering muncul pertama kali pada sel-sel yang melapisi bagian dalam rektum.

Penyakit ini awalnya berupa polip prekanker, yang terkadang tidak berbahaya. Namun, tidak jarang pula jaringan polip ini berpotensi berkembang menjadi sel kanker.

Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya. Sel kanker yang terdapat di usus besar dan rektum dapat menjalar ke organ lain, misalnya hati. Proses ini disebut dengan metastasis.

Gejala-gejala yang paling umum muncul pada penyakit ini adalah feses berdarah dan perubahan kebiasaan buang air besar.

Seberapa umumkah kanker rektum?

Kanker rektum merupakan jenis kanker yang cukup umum terjadi. Penyakit ini menempati urutan ketiga sebagai kanker yang paling banyak terjadi, baik pada pria maupun wanita.

Sekitar 944 ribu kasus penyakit ini telah teridentifikasi di berbagai belahan dunia. Penyakit ini paling banyak dijumpai di negara-negara industri seperti Jepang, Tiongkok, dan negara-negara di Eropa Timur.

Jenis kanker ini lebih umum terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Selain itu, sebanyak 90% kasus kanker ini muncul di usia 50 tahun ke atas, meski terdapat banyak pula laporan mengenai kanker rektum pada remaja dan anak kecil

Pada kebanyakan kasus, penyakit ini tidak akan kembali kambuh. Namun, pada 35 hingga 40 persen pasien dengan kanker kolorektal dan telah menjalani pengobatan, gejala-gejala mungkin akan kembali dalam waktu 3 hingga 5 tahun.

Namun, penyakit ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja jenis-jenis kanker rektum?

Penyakit ini awalnya muncul dengan bentuk jaringan yang tumbuh di dinding rektum. Jaringan ini disebut dengan polip.

Beberapa jenis polip dapat berubah menjadi kanker dalam hitungan tahun, namun tidak semua polip berpotensi menjadi kanker. Berikut adalah jenis sel kanker yang berkembang di rektum:

1. Adenokarsinoma

Adenokarsinoma ditemukan pada sebanyak 96% kasus kanker rektum. Sel kanker jenis ini ditemukan pada sel-sel yang membentuk lendir di dinding rektum.

2. Tumor karsinoid

Tumor jenis ini muncul pada sel-sel yang memproduksi hormon di usus.

3. Gastrointestinal stromal tumors (GIST)

GIST pertama kali berkembang di sel-sel dinding usus. Tumor ini kadang bersifat jinak dan dapat ditemukan di bagian mana saja pada saluran pencernaan.

4. Limfoma

Limfoma adalah jenis kanker yang menyerang sel-sel sistem imun tubuh. Kebanyakan limfoma berkembang di kelenjar limfa, walaupun tidak sedikit sel kanker ini berkembang di usus besar, rektum, atau organ tubuh lainnya.

5. Sarkoma

Sarkoma biasanya muncul pertama kali di pembuluh darah, lapisan otot, atau jaringan penghubung lain pada dinding usus besar dan rektum. Sel sarkoma yang berkembang di rektum tergolong sangat langka.

Bagaimana kanker rektum ditangani?

Setelah kanker terdeteksi, langkah selanjutnya adalah menentukan pilihan pengobatan. Dokter akan memberikan beberapa pilihan untuk Anda pertimbangkan.

Penanganan kanker umumnya merupakan kombinasi dari operasi, kemoterapi. dan radioterapi.

1. Operasi

Operasi dilakukan untuk membuang jaringan tumor atau seluruh bagian rektum. Biasanya, dokter bedah juga akan mengangkat lemak dan kelenjar limfa di sekitar rektum Anda, untuk mencegah sel kanker berkembang lagi.

Terdapat 4 jenis operasi untuk menangani kanker rektum, yaitu:

Eksisi transanal

Operasi mesorektal

Reseksi anterior rendah

Reseksi abdominoperineal

2. Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi dilakukan dengan cara menyuntikkan atau meminumkan obat untuk membunuh sel-sel kanker.

3. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi dilakukan dengan menggunakan cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray, untuk membunuh sel-sel kanker.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga