Efek Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Bagi Jantung Daripada Rokok Konvensional?

Efek Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Bagi Jantung Daripada Rokok Konvensional Sumber: pixabay

Covesia.com - Studi terbaru mengungkap tedapat perbandingan signifikan risiko penyakit jantung antara rokok elektrik dan rokok konvensional. Efek samping rokok elektrik memang masih menjadi topik penelitian yang menarik. 

Untuk menjawab itu, Tim peneliti Cedars-Sinai Medical Center dalam acara bertajuk American Heart Association scientific conference di Los Angeles, Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa rokok elektrik justru ditengarai lebih berbahaya bagi jantung. 

Tim harus melalukan perbandingan kondisi jantung 10 non perokok, 10 perokok elektrik, dan 10 perokok konvensional.

Mereka semua berusia di bawah 40 tahun dan dalam kondisi sehat. Ketika diminta melakukan olahraga ringan, alirah darah bukan perokok berfungsi baik. Sementara aliran darah perokok konvensional tetap bekerja alakadarnya.

Tetapi di antara para perokok elektrik, tidak ada peningkatan sama sekali.

"Ini menunjukkan bahwa rokok elektrik menyebabkan kelainan yang dapat menghambat pengaturan aliran darah di jantung," kata Dr. Florian Rader, rekan penulis penelitian dan spesialis jantung di Smidt Heart Institute Cedars-Sinai.

Banyak orang mengasosiasikan rokok dengan kanker paru-paru, padahal penyakit jantung sangat berhubungan dengan kegiatan merokok dan telah membunuh lebih banyak orang di Amerika setiap tahun.

Lewat laporan tahun 2014 dari Office of Surgeon General, merokok adalah penyebab sekitar satu dari empat kematian akibat kardiovaskular di AS setiap tahun. Dan jika rokok elektrik ternyata lebih buruk bagi jantung daripada rokok tembakau, maka implikasi kesehatan akibat rokok elektrik akan sangat besar.

Meski demikian Rader mengatakan bahwa studi yang timnya lakukan masih sangat kecil untuk mendapat jawaban yang memuaskan. Ia dan timnya juga mengaku tidak mengontrol kondisi jantung dan aliran darah perokok elektrik yang menggunakan cairan mengandung THC, senyawa mariyuana yang dituduh dapat membahayakan kesehatan.

"Untuk para perokok elektrik, saya rasa ini bukti dari peringatan lain, dan ini juga pembenaran untuk studi penelitian yang lebih besar," ujarnya.

Sebagai informasi, sekitar dua ribu lebih warga AS sakit diakibatkan rokok elektrik sejak Maret 2019 ini. Banyak dari mereka adalah orang dewasa muda dan remaja dengan 40 orang diantaranya meninggal dunia.

The Centers for Disease Control and Prevention atau CDC mengumumkan bahwa pandemi ini berasal dari senyawa umum yang ada pada rokok elektrik yaitu vitamin E asetat yang digunakan sebagai bahan pengental pada cairan rokok elektrik.

(Suara.com)

Berita Terkait

Baca Juga