5 Faktor yang Bikin Kamu Tak Dipanggil HRD untuk Interview

5 Faktor yang Bikin Kamu Tak Dipanggil HRD untuk Interview ilustrasi

Covesia.com - Kenapa ya, sudah sering melamar tapi tidak pernah berhasil? Kapan sih bisa dipanggil interview kerja? Harus sebagus apa sih resume kamu?

Baca: Bingung Kenapa Belum Dipanggil Interview, Ternyata ini yang Diperhatikan HRD Saat Terima Lamaranmu

Apa sih faktor yang membuat kamu tak dipanggil HRD? Berikut faktor-faktor diurutkan dari yang paling penting, dikutip covesia dari laman jobstreet.

Asal melamar

Ini nih hal nomor satu yang paling sering bikin HR jadi jengkel. Sebanyak 64% HR mengharapkan agar kandidat tidak asal melamar.

Apa yang dimaksud dengan asal melamar? Kamu melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan, latar belakang, dll.

Contoh: Lulusan S1 Arsitektur yang belum mempunyai pengalaman apapun tapi melamar untuk bekerja sebagai Marketing Manager, dengan minimal pengalaman 3 tahun, dan alasan karena gajinya cocok dengan kemauannya.

Penting untuk membaca seluruh kualifikasi, job description, letak kantor, dan gaji yang tertera dalam sebuah lowongan.

Mungkin kamu mempunyai pemikiran untuk mencoba melamar sebanyak-banyaknya, bahkan ada yang sampai melamar ke 200 perusahaan, dengan harapan bahwa ada perusahaan yang kemudian akan memanggil untuk interview.

Namun, tidak begitu kenyataannya. Kamu boleh melamar di banyak tempat, namun sesuaikanlah dengan pengalaman dan skill kamu. Jangan sampai kamu tidak memiliki skill dan pengalaman yang dibutuhkan, tapi ikut untuk melamar. Hal tersebut akan membuat HR malas untuk memproses resume-mu.

CV tidak lengkap dan tidak detail

Nah, ini juga sering jadi permasalahan. CV harus berisikan foto, biodata, pengalaman, skill, dsb dan informasi yang diberikan harus lengkap. Namun, masih banyak kandidat yang sering lupa untuk menulis CV mereka dengan benar dan lengkap.

Salah satu contoh kesalahan yang paling sering kandidat lakukan adalah mencantumkan foto selfie atau bahkan tidak mencantumkan foto sama sekali. Selain itu, kandidat juga sering lupa memasukkan tempat dan tanggal lahir.

CV bisa dianggap sebagai first impression HR terhadap kamu. Jadi ya, kalau kamu ngisinya asal-asalan dan tidak jelas ya jangan terlalu berharap untuk dipanggil interview.

Selain itu, dalam penulisan pengalaman kerja, banyak yang hanya menuliskan kewajibannya saja. HR mengharapkan kamu untuk menulis achievement apa saja yang kamu buat selama bekerja di tempat itu.

Selain itu kamu berhasil membuat perubahan apa saja di tempat terdahulu.  Yuk, cek lagi cara membuat CV/ resume yang benar

Tidak sesuai kualifikasi

Ini juga salah satu akibat yang disebabkan dari asal melamar, tidak sesuai dengan kualifikasi. Masih banyak dari kamu yang tidak melihat kualifikasi lama pengalaman yang dibutuhkan.

Misal: pengalaman yang dibutuhkan oleh HR adalah minimal 3 tahun. Tapi kamu ikut melamar, padahal kamu baru berpengalaman selama 1 tahun. Ini jelas tidak akan dipanggil oleh HR karena kamu kurang berpengalaman untuk posisi tersebut.

Selain pengalaman, kemampuan berbahasa yang kurang juga menjadi salah satu faktor, misalnya kamu mengisi kemampuan Bahasa Inggris di profil kamu adalah 9, cocok dengan kualifikasi yang diminta perusahaan.

Namun, saat interview kamu tidak bisa menjelaskan dirimu dengan baik dalam Bahasa Inggris, bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan sang HR. Dengan begitu, kemungkinan kamu dipanggil interview ke-2 sudah hilang. Coba profil kamu diisi secara jujur dan objektif ya!

Tidak ada niat

Bagaimana HR bisa tahu kamu tidak niat? Dari kolom “Promosikan Diri Anda!” HR bisa menilai kalau kamu niat dan serius melamar, maka isi kolom tersebut dengan baik, informatif, menarik dan jelas.

Kolom tersebut cukup penting untuk mengetahui seperti apa karakter kamu, dan seserius apa kamu terhadap perusahaan tersebut.  Kolom “promosikan diri Anda” merupakan kesempatan kalian untuk mengenalkan diri kalian sebelum HR menilai CV-mu!

Jika saat perkenalan saja kamu tidak niat, bagaimana orang lain mau mengenal kamu lebih dekat? Berikut kata-kata dahsyat untuk membuat resume-mu menarik

Pengalaman kamu tidak jelas

“Apa nih maksudnya?” Pengalaman yang tidak jelas maksudnya, kamu tidak mencantumkan di bidang apa kamu  bekerja dan perubahaan apa saja yang kamu lakukan selama disana.

Selain itu, adanya jeda antara pekerjaan A dan B juga akan dipertanyakan, seperti: apa yang kamu lakukan dalam jeda waktu tersebut?

Hindarilah mencantumkan suatu informasi yang tidak penting dan ambigu, sehingga HR tidak akan membuat sebuah asumsi-asumsi yang tidak jelas karena kamu memberikan informasi yang tidak jelas.

“Aku baru lulus kuliah nih, mana ada pengalaman kerja?” Jika tidak ada pengalaman bekerja, kamu bisa mencantumkan pengalaman berorganisasi dan lainnya, seperti: pengalaman OSIS atau menjadi panitia dalam sebuah pensi. Tulislah pengalaman kamu dengan jelas, dan sertakan pencapaian kamu saat itu, sehingga HR bisa mengetahui perkembangan pengalaman kamu.

Jadi, Bagaimana? Semoga penjelasan ini dapat membantu menjawab rasa penasaran kamu, mengenai apa yang HR ingin lihat dari kamu. Kurangi kesalahan diatas ya! Jangan sampai HR jadi males banget melihat lamaran kamu! 

Baca juga: 4 Cara yang Bisa Dilakukan Agar Bisa Lolos Interview

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga