Angka Kematian Bayi Masih Tinggi di Indonesia, Faktornya dari Prematur Hingga Infeksi

Angka Kematian Bayi Masih Tinggi di Indonesia Faktornya dari Prematur Hingga Infeksi Teks Foto: Eni Yantri, Konsultan neonatologi menjelaskan bagaimana bayi prematur dirawat kepada Gubernur Sumbar di hotel Grand Inna Muara Padang, Sabtu (9/11/2019) (Foto: Laila Marni)

Covesia.com - Angka kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi. Berbagai faktor penyebabnya seperti prematur, berat lahir rendah, sesak nafas, dan infeksi.

"Kita butuh dokter, perawat yang update dengan pengetahuan untuk mengurangi angka kematian bayi," ungkap Eni Yantri yang merupakan konsultan nenmatologi kepada Covesia di Hotel Grand Inna Muara Padang, Sabtu (9/11/2019).

Lebih lanjut Eni mengatakan bahwa bayi usia 0-28 hari sangat rentan terhadap kematian. "Kami selenggarakan kegiatan 5 tahun Annual Neonatologi Update ini tak lain untuk mengupdate ilmu para dokter serta perawat hingga nantinya dapat mengurangi angka kematian," ungkapnya.

"11 workshop kami lakukan semenjak 6 November lalu, yang kami bahas yakninya bagaimana mengurus, merawat bayi, dan hal lainnya yang berhubungan dengan bayi," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa bayi sangat erat dengan masa hamil. "Bagaimanapun bayi harus dikawal bahkan masih di dalam kandungan tidak ketika lahir saja," ujarnya

Salah satu workshop mempertemukan dokter spesialis anak, spesialis bedah dan spesialis organ. "Dalam workshop tersebut ada update pengetahuan antar dokter," ungkapnya.

Senada dengan Eni, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini di Padang. "Saya berharap angka kematian baik bayi ataupun ibu hamil bisa dinihilkan, sebab kita telah memiliki teknologi yang canggih juga," ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan gizi dan makanan ibu hamil mesti dijaga hingga lahir anak-anak dalam kondisi sehat.

Irwan menghimbau kepada petugas kesehatan untuk selalu mensosialisasikan informasi yang wajib diketahui oleh para ibu hamil dan keluarga.

"Beri informasi tapi jangan menakut-nakuti, target pemerintah salah satunya ialah bagaimana mengurangi angka kematian bayi dan ibu hamil. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah inovasi Basabay (bapak sayang bayi) jadi kehangatan dari bapak mampu mengurangi kematian bayi," ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti hampir 800 dokter spesialis bayi dan perawat se Indonesia.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga