Menyebarkan Berita Hoaks Sangat Merugikan, Begini Cara Hentikannya

Menyebarkan Berita Hoaks Sangat Merugikan Begini Cara Hentikannya ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Media sosial menjadi bagian dari hidup manusia untuk berinteraksi dan mendapatkan informasi. Sayangnya, media ini menjadi sasaran empuk untuk penyebaran berita palsu.

Salah satunya yang pernah menyebar adalah berita mengenai dampak MSG yang dapat menurunkan kemampuan berpikir atau lemot (lemah otak). Berita ini menyebar luas hingga membuat masyarakat khawatir karena MSG sering digunakan untuk meracik masakan.

Berita hoax ini memang bisa menyebar dengan cepat. Bahkan, anda juga bisa jadi satu “pelaku” yang ikut menyebarkan berita hoax, baik sengaja atau tidak, padahal berita tersebut seharusnya berhenti disebarluaskan.

Sebenarnya mengapa berita semacam ini dapat menyebar dengan cepat? Dikutip dari laman Social Psych Online, buku The Psychology of Rumor menjelaskan alasan psikologi kenapa orang-orang sangat mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, seperti rumor maupun berita hoax.

Buku yang ditulis oleh Gordon Allport dan Leo Postman tahun 1947 ini menyebutkan alasannya, yakni:

  • Menganggap bahwa berita tersebut sangat penting sehingga harus disebarluaskan dengan cepat.
  • Termotivasi untuk menyebarkan suatu berita karena merasa cemas dan tidak pasti kebenarannya.
  • Menganggap sumber yang menyebarkan berita tersebut adalah pihak yang tepercaya.
  • Sengaja menyebarkan agar merasa diri sendiri lebih baik dan untuk meningkatkan harga diri

Tips berhenti menyebarkan berita hoax

Berita hoax bisa meliputi apa saja, mengenai informasi politik hingga kesehatan. Penyebaran berita bohong ini diibaratkan seperti racun yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan, contohnya stres. Untuk itulah penyebaran hoax harus dihentikan.

Lantas, bagaimana caranya menghentikan penyebaran berita hoax? Dikutip dari laman University of West Florida ada beberapa cara untuk berhenti menyebarkan berita hoax, dikutip covesia dari laman Hellosehat:

1. Baca dan lihat baik-baik sebelum disebarkan

Berita hoax yang tersebar bisa berupa teks, gambar, ataupun video. Jangan termakan dengan judul yang kadang multitafsir dan bisa menyebabkan kesalahpahaman.

Sebagai pembaca, anda harus jeli membaca, melihat, dan mencermati lebih dahulu berita tersebut dengan baik.

Perlu diingatkan bahwa tidak semua berita yang disebarkan memiliki keseluruhan berita yang lengkap. Berita seperti ini adalah berita bias yang sebaiknya tidak anda sebarkan.

2. Cek kebenaran informasi

Selesai dibaca, anda bisa menyimpulkan tujuan dari isi berita. Langkah selanjutnya agar tak menyebarkan berita hoax, dan berhenti di anda adalah mencari kebenarannya di internet.

Usahakan untuk mendapat jawaban dari sumber yang kredibel. Jika tidak menemukan pemberitaan serupa, anda boleh mencurigai bahwa berita tersebut adalah hoax.

Ada kemungkinan anda juga menemukan berita serupa pada beberapa website yang tidak jelas kredibilitasnya.

3. Lihat sumber atau penulis informasi

Langkah selanjutnya agar anda tidak ikut menyebarkan berita hoax adalah mengecek sumber berita. Berita hoax biasanya disebar oleh pihak yang tidak jelas, entah perseorangan yang bukan ahli dalam bidang tersebut maupun organisasi tidak resmi.

Sementara berita yang benar biasanya dapat dilacak sumber dan penulisnya.

4. Laporkan

Langkah-langkah yang sudah disebutkan di atas membantu untuk menyaring informasi lebih baik dan tidak termakan berita hoax. Selain itu, membantu anda lebih bijak dalam menyebarkan informasi. Namun, untuk menghentikan penyebaran hoax tidak hanya sampai pada tahap itu.

Langkah terakhir agar anda tidak terlibat menyebarkan berita hoax yakni melaporkan (report) ketidakbenaran berita tersebut. Dengan begitu, ada kemungkinan berita tersebut akan dibatasi maupun dihapus sehingga menurunkan kekhawatiran di masyarakat.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga