Kenyal-kenyal Mie Pentil, Kuliner Legendaris dari Bantul

Kenyalkenyal Mie Pentil Kuliner Legendaris dari Bantul Mie pentil, Foto: Misericoerdias Domini / dok.detikFood

Covesia.com - Setiap tempat selalu menawarkan citarasa berbeda dalam beragam olahan dapurnya bukan? Salah satunya ikon kuliner di Bantul yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu yakni mie pentil.

Mie pentil yang kenyal gurih ini masih bisa ditemui di beberapa pasar tradisional. Kalau ingin mencicipi mie pentil bisa menyambangi pasar-pasar tradisional daerah Bantul, seperti Pasar Barongan, Pasar Jejeran, Pasar Kotagede atau pasar-pasar tradisional di Yogyakarta.


Sebutan mie pentil diberikan karena melihat tekstur mie yang kenyal dan bentuknya panjang, lebih besar dibandingkan mie biasa. mulur seperti pentil atau karet sepeda. Menurut pedagang mie pentil, Mijem saat ditemui di Pasar Imogiri, mie pentil sebenarnya memiliki julukan lain seperti bakmie kuning dan mie oyol yang terbuat dari tepung tapioka

Mijem membuat sendiri mie pentil dagangannya dengan dibantu suaminya di rumah. Biasanya Mijem mulai membuat mie saat sore hari untuk kemudian dijual keesokan harinya. Proses pembuatan mie yang identik dengan warna putih dan kuning ini biasanya memakan waktu setidaknya satu jam lamanya.

Sejak 1978 sampai saat ini Mijem dalam membuat mie pentil masih mempertahankan resep yang ia dapatkan secara turun temurun. Bahan baku utama yang dibutuhkan untuk membuat mie pentil adalah tepung tapioka atau yang dikenal juga dengan sebutan kanji. Biasanya Mijem menggunakan dua puluh kilo tepung tapioka untuk menghasilkan mie sebanyak tiga puluh kilogram.

Terdapat beberapa tahapan panjang dalam proses pembuatan mie pentil. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencampurkan tepung tapioka dengan seduhan air panas hingga tercampur rata menjadi adonan lalu diberi bumbu. Selanjutnya, tahapan yang unik yaitu adonan diinjak-injak secara manual dengan kaki sampai kalis.

Kemudian adonan yang sudah kalis dimasukan ke mesin giling untuk menghasilkan bentuk mie. Selesai digiling mie dicuci dengan air bersih untuk kemudian diproses paling akhir mie direbus dan dibumbui lagi.

Penyajian mie pentil cukup sederhana, para pedagang biasanya menggunakan daun jati sebagai bungkus kemudian mie ditambah sambal dan diberi taburan bawang goreng di atasnya. Walaupun sambal pelengkap mie dengan rasa gurih ini hanya terdiri dari campuran cabai rebus, garam dan gula saja tapi mampu menambah cita rasa nikmat pada mie.

Sebungkus mie pentil biasanya dibandrol dengan harga Rp 1.000 atau dapat juga dibeli per kilogram. Mie penthil di Pasar Imogiri dapat anda temukan di Blok E sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Porsi sebungkus mie pentil tidak terlalu banyak sehingga cocok untuk mereka yang tidak ingin sarapan dengan makan besar.

Sumber: DetikFood

Berita Terkait

Baca Juga