Pertolongan Pertama yang Dapat Dilakukan pada Korban Luka Tusuk Seperti Wiranto

Pertolongan Pertama yang Dapat Dilakukan pada Korban Luka Tusuk Seperti Wiranto Sumber foto: detikcom/ istimewa

Covesia.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mengalami luka tusuk setelah diserang dengan senjata tajam oleh orang tak dikenal dalam kunjungan kerjanya ke daerah Pandeglang, Banten.

Baca juga: Video - Wiranto Ditusuk OTK, Dirawat di RSUD Berkah Pandeglang

Lalu, apa yang harus anda lakukan jika melihat ada korban penusukan dengan senjata tajam? Yuk simak penjelasannya untuk tahu pertolongan pertama yang dapat anda lakukan.

Mengapa luka tusuk harus segera ditangani?

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc., Hons., dikutip covesia dari KlikDokter, luka tusuk atau disebut juga sebagai vulnus punctum merupakan luka akibat benda tajam yang masuk ke dalam kulit. Dengan demikian, luka semacam ini harus mendapat tindakan.

"Luka seperti luka tusuk, sayat, tembak, tembus, terpotong, dan robek akan menimbulkan perdarahan, sehingga berisiko tinggi untuk terkena infeksi lebih lanjut. Maka dari itu, jenis-jenis luka ini perlu segera diatasi, dan akan lebih baik bila dibawa ke dokter," jelas dr. Alberta.

Pertolongan pertama yang dapat anda lakukan pada koban luka tusuk

Namun, untuk bisa sampai ke tangan dokter atau tenaga medis profesional, tentu akan membutuhkan waktu, sementara bisa saja kondisi korban sudah cukup kritis. Oleh sebab itu, penting untuk tahu mengambil langkah pertolongan yang tepat jika kejadian penusukan seperti yang dialami Wiranto terjadi di sekitar anda. 

Seperti dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, inilah beberapa pertolongan pertama yang dapat anda lakukan pada korban luka tusuk:

Tenangkan korban

Jika korban penusukan masih dalam kondisi sadar, hal pertama yang harus anda lakukan adalah menenangkannya. 

Apabila penusukan terjadi di tempat ramai, segera bawa korban ke tempat yang lebih tenang. Sebab, jika korban mengalami kepanikan, dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi luka dan perdarahan.

Jangan dicabut

Jika benda tajam yang menusuk masih menempel di tubuh korban, jangan pernah berpikir untuk mencabutnya. Hal ini bisa membuat perdarahan semakin parah. Untuk mencabutnya, serahkan saja pada tenaga medis.

Tekan bagian luka

Sementara, jika benda tajam yang menusuk korban sudah tercabut, maka tekan bagian lukanya dengan kain atau apa pun yang bisa mengurangi perdarahan. Lakukan hal ini secara konstan, sampai akhirnya bertemu dengan tenaga medis profesional.

Ikat bagian atas luka

Jika luka tusuk terjadi pada anggota tubuh gerak seperti tangan atau kaki, anda dapat mengikat bagian di atas luka agar aliran darah pada bagian luka bisa dikurangi. Metode ini dikenal juga dengan sebutan tourniquet.

Namun, untuk melakukan metode ini, anda harus dapat memastikan jika korban luka tusuk dapat tiba di rumah sakit, paling tidak dalam waktu 30 menit. Sebab, kalau metode ini dilakukan terlalu lama, bisa menyebabkan terjadinya kematian jaringan di anggota tubuh terkait.

Berikan asupan cairan yang cukup

Kehilangan terlalu banyak darah dapat memicu terjadinya syok perdarahan. Ini adalah kondisi darurat di mana jantung tidak mampu memasok darah ke seluruh tubuh akibat kurangnya volume darah di dalam tubuh.

Oleh sebab itu, jika korban luka tusuk masih dalam kondisi sadar, berikan ia minum yang banyak. Selain itu, pastikan sudah tidak ada luka lain yang mengalami perdarahan deras. 

Satu hal lagi, jika anda sempat melihat benda tajam yang melukai korban sudah berkarat, sebaiknya segera informasikan hal tersebut ke dokter atau tenaga medis yang menangani. Dengan demikian, mereka pun dapat melakukan tindakan pencegahan, seperti memberikan suntikan anti tetanus.

Itulah pertolongan-pertolongan pertama yang dapat anda lakukan pada korban luka tusuk seperti yang baru saja dialami Menko Polhukam, Wiranto. Kejadian ini memang cukup mengejutkan, jadi tidak ada salahnya bagi anda untuk selalu waspada dengan segala hal yang dapat terjadi.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga