Pemerhati Pendidikan: PAUD Jadi Fondasi Belajar Anak Secara Formal

Pemerhati Pendidikan PAUD Jadi Fondasi Belajar Anak Secara Formal Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini, Dr Andyda Meliala di acara diskusi media di Jakarta, Kamis (4/7). (Jhon Rico/ Covesia.com)

Covesia.com- Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini dan Founder Resourceful Parenting Indonesia, Dr Andyda Meliala mengatakan bahwa PAUD merupakan fondasi belajar anak secara formal yang didesain sebagai institusi transisi yang mempersiapkan anak ke jenjang berikutnya.

"Fondasi yang akan dibangun pada saat PAUD adalah pendidikan (learning to learn), kesehatan (membangun pola makan sehat  seimbang), dan kesejahteraan," kata Dr Andyda saat acara diskusi media bertajuk "Dukung Semangat Sekolah si Kecil dengan Nutrisi Seimbang" dari PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM Eksplor 3Plus) di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Ia menjelaskan, mengapa sekolah dan PAUD sangat penting bagi anak. PAUD adalah fondasi pertama belajar anak secara formal. PAUD juga bertujuan untuk menyiapkan ke jenjang berikutnya (SD). PAUD juga menjadi fondasi bagi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan anak.

Menurut dia, di usia dini (usia 3-6 tahun) anak akan menerima pendidikan tingkat awal di PAUD. Seperti diketahui, 90 persen otak terbentuk di usia 0-5 tahun.

Oleh karena itu, usia dini adalah masa penting karena bisa membentuk karakter anak dan mampu membentuk kebiasaan makan anak sejak kecil, sehingga menjadi fondasi masa depan anak.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik Anak PAUD yakni bermain adalah cara anak belajar. Spons pembelajar dimana anak akan menyerap segala sesuatu yang dialami.

Menurut dia, ada beberapa yang dikembangkan di PAUD yakni fisik dan motorik anak, emosi dan sosial, bahasa dan pre- matematika, fungsi eksekutif otak dan moral spiritual.

Karakteristik Anak PAUD yakni bermain adalah cara anak belajar. Spons pembelajar dimana anak akan menyerap segala sesuatu yang dialami. Menurut dia, 90 persen otak terbentuk di usia 0-5 tahun.

Ia juga menyatakan bahwa momen hari pertama sekolah anak sangat penting. Di waktu ini, kata dia, ada anak yang kembali bersekolah dan ada yang baru pertama kali menginjak sekolah.

Di hari pertama ini, jelas dia, para orang tua bisa menentukan arah pembelajaran anak kedepan. "Jika anak mempunyai kesan yang positif, maka anak- anak akan bersemangat untuk bersekolah di hari selanjutnya," ujar dia.

Para guru pun akan menghadapi tantangan di hari pertama anak sekolah. Guru akan menghadapi berbagai tipe anak dan orangtua dalam waktu bersamaan. Termasuk mengatur ruangan dan waktu agar anak- anak lebih nyaman belajar.

Para orangtua dan guru juga akan menemui sikap berbeda anak saat hari pertama sekolah. Ada yang menangis, sulit berkomunikasi, bahkan ada anak yang super aktif.

Jika anak- anak sudah melewati pondasi ini, ia yakin jika sudah besar dan bekerja, anak- anak akan punya bekal yang cukup.

(jon)


Berita Terkait

Baca Juga