5 Kalimat ini Sebaiknya Tidak Dilontarkan ke Pasangan Anda, Apa Saja Itu?

5 Kalimat ini Sebaiknya Tidak Dilontarkan ke Pasangan Anda Apa Saja Itu ilustrasi

Covesia.com - Peribahasa tajam lidah daripada pedang bukan sekadar kalimat tanpa arti. Tanpa disadari, omongan atau kalimat yang anda ucapkan mungkin sering kali menyakiti lawan bicara, termasuk pasangan.

Untuk menjaga keharmonisan hubungan baik pacaran maupun pernikahan, ada baiknya untuk menjaga tiap kalimat yang keluar dari mulut anda. Berikut ini ada kalimat-kalimat terlarang untuk pasangan yang sebaiknya tidak dilontarkan dikutip covesia.com dari laman hellosehat.

Daftar kalimat terlarang untuk pasangan

Menjaga perasaan pasangan merupakan sebuah keharusan agar hubungan tetap langgeng, awet, dan tentunya minim konflik. Sebagai salah satu usahanya, mulai sekarang cobalah untuk tidak menyebutkan berbagai kalimat terlarang ini pada pasangan anda:

1. “Ah, kamu lebay”

Apa yang anda rasakan ketika dalam kondisi sangat sedih dan bercerita pada pasangan lalu tanggapannya hanya “ah kamu lebay”? Merupakan suatu hal yang wajar ketika pasangan bercerita kesedihannya dan ia mengharapkan respon yang menenangkan dari anda.

Oleh sebab itu, hindari melontarkan kalimat ini saat pasangan sedang curhat. Leon F. Seltzer, Ph.D., seorang psikolog klinis di Amerika Serikat menyatakan setiap orang memiliki kadar sensitivitas yang berbeda-beda. Ketika anda melontarkan kalimat terlarang ini untuk pasangan, sangat wajar ia merasa direndahkan dan diremehkan.

Akibatnya, bukan perasaan tenang yang didapatnya melainkan kemarahan dan emosi yang memuncak. Pasalnya, ia akan merasa bahwa emosinya salah, tidak dimengerti, dan tidak didengar. Jika sudah begini, pertengkaran biasanya akan sulit dihindarkan.

Daripada melontarkan kalimat seperti itu, akan jauh lebih baik jika anda membiarkan ia menyelesaikan ceritanya. Dengarkan tiap kalimat yang diucapkan. Kemudian tanggapi dengan nada lembut dan penuh kepedulian. Intinya, berusahalah untuk memahami perasaan pasangan dari sudut pandangnya, bukan dari sisi anda.

2. “Tapi….”

Meski kelihatannya sepele, kata “tapi” memiliki efek yang cukup besar.  Banyak orang, mungkin termasuk pasangan anda, tidak menyukai ketika kata ini hampir selalu diselipkan dalam pembicaraan.

Kata “tapi” di tengah kalimat sama saja menandakan bahwa apa pun yang anda bicarakan sebelumnya itu tidak berarti. Artinya, inti kalimatnya sebenarnya terletak di belakang kata “tapi” tersebut. Pasangan mungkin mengartikannya anda sedang meremehkan atau menggampangkan masalah tersebut.

Jika anda sudah tahu pasangan sangat tidak menyukai kalimat yang disisipi dengan “tapi”, jangan terus mengulanginya. Meski tidak selalu menimbulkan masalah, sebaiknya hindari menggunakan kalimat yang disisipi dengan “tapi” karena terkesan bertele-tele.

Lebih baik, katakan langsung dengan jelas maksud anda pada pasangan tanpa menggunakan kata dan kalimat terlarang tersebut untuk pasangan.

3. “Kamu selalu….” atau “Kamu gak pernah….”

Kalimat yang diawali dengan “kamu selalu” atau “kamu tidak pernah” memiliki makna yang cukup menyakitkan. Pasangan akan merasa bahwa ia sama sekali tidak dihargai, tidak dianggap, dan direndahkan ketika anda melontarkan kalimat ini.

Pasalnya, banyak orang menggunakan kalimat ini untuk menggeneralisir sesuatu. Misalnya, selama pacaran pasangan sering telat menjemput anda. Kemudian anda mengatakan padanya “Kamu tuh selalu telat gak pernah tepat waktu.”

Kalimat ini artinya sejak awal pacaran hingga sekarang pasangan benar-benar tidak pernah tepat waktu. Padahal faktanya pasangan anda hanya telat beberapa waktu ke belakang saja. Hal ini membuatnya merasa bahwa perjuangannya selama ini sia-sia karena dilupakan begitu saja akibat kesalahan yang baru dibuatnya.

Daripada melontarkan kalimat terlarang seperti itu untuk pasangan, akan jauh lebih baik jika anda mengatakan keluhan secara langsung. Katakan padanya “Aku engga suka kalo janjian selalu ngaret. Boleh kan kalau mulai besok kita sama-sama tepat waktu?”

4. “Gak usah nangis”

Ketika pasangan menangis, jangan justru menyuruhnya berhenti dengan kalimat langsung seperti “gak usah nangis.” Biarkan pasangan meluapkan perasaannya melalui tangisan. Jangan dipaksa untuk berhenti hanya karena anda terganggu atau merasa semakin bersalah.

Melontarkan kalimat terlarang seperti itu untuk pasangan terlebih anda yang membuatnya menangis justru akan memperburuk keadaan. Hal pertama yang perlu anda lakukan yaitu meminta maaf.

Katakan bahwa anda meminta maaf atas segala perkataan atau sikap yang membuatnya kesal dan sakit hati. Kemudian berikan sentuhan lembut seperti mengusap tangan atau punggungnya agar pasangan merasa jauh lebih tenang.

5. “Kalau kamu sayang aku, harusnya….”

Hindari mengatakan kalimat terlarang ini untuk pasangan saat berusaha mengomunikasikan kebutuhan anda padanya. Kalimat ini bisa membuat pasangan merasa sedang di tes dan tertekan hanya karena “diancam” untuk melakukan suatu hal yang belum tentu mampu dilakukannya.

Misalnya saja “Kalau kamu sayang sama aku harusnya kamu bisa luangin waktu tiap akhir pekan buat aku.” Padahal mungkin akhir pekannya sedang ingin ia habiskan bersama keluarga, bukan semata-mata malas pergi dengan anda.

Pasangan seharusnya tidak merasa seperti sedang diuji untuk membuktikan cintanya. Justru apa pun yang dilakukan pasangan untuk membuktikan cintanya seharusnya berasal dari inisiatif dirinya sendiri.

Agar pasangan tetap merasa nyaman sebaiknya katakan saja keinginan anda secara langsung dan halus. Misalnya “Aku kangen deh pergi berdua, kamu bisa luangin waktu di hari Sabtu nanti?”

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga