Peringatan Ahli Kesehatan Saat Berpuasa: Jangan Kalap Saat Berbuka

Peringatan Ahli Kesehatan Saat Berpuasa Jangan Kalap Saat Berbuka Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com -  Nafsu makan menggebu setelah berpuasa selama seharian seringkali memunculkan "laparmata" dan ingin menyantap segala jenis makanan di meja makan. Jangan biarkan hal itu terjadi bila ingin menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan membuat tubuh jadi lebih sehat.

"Terlalu banyak makan saat Ramadhan akan jadi alasan kenapa setelah puasa malah jadi gendut," ujar ahli kesehatan dan nutrisi Maria Charlotte di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Terlalu kalap saat buka puasa membuat makanan terlalu cepat masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, perut kembung dan bisa menimbulkan gejala maag.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempraktikkan selective eating, menurut Maria. Seseorang memilih betul asupan nutrisi untuk tubuhnya.

"Pilihan saat puasa, mau sehat atau sesat?" katanya.

Pilihlah makanan yang dibutuhkan tubuh, bukan sekadar mengikuti hawa nafsu.

Kiat lain agar bebas dari rasa kalap saat berbuka puasa adalah memperbanyak makan serat yang membuat tubuh merasa kenyang.

Mengubah pola pikir, lanjut Maria, adalah langkah awal untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Misalnya, ganti anggapan bahwa perut takkan kenyang bila tidak melahap nasi. Ada banyak alternatif sumber karbohidrat yang lebih baik, salah satunya kentang.

(Antara)

Berita Terkait

Baca Juga