Kenali Gejala dan Penyebab Diabetes Melitus Sedini Mungkin

Kenali Gejala dan Penyebab Diabetes Melitus Sedini Mungkin ilustrasi

Covesia.com - Hampir semua orang pernah mendengar tentang Diabetes Melitus. Dan tak jarang kita juga mendengar mitos-mitos tentang penyakit itu di dalam masyarakat. Tapi, apa sebetulnya penyakit Diabetes? Apa penyebabnya?

Diabetes mendapat julukan sebagai “ibu dari segala penyakit”, karena kondisi ini dapat memengaruhi banyak organ dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat menyebabkan banyak komplikasi.

Beberapa organ yang bisa terkena dampaknya adalah jantung, ginjal, mata, pembuluh darah, dan sistem saraf. Mari simak lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Apa itu diabetes melitus?

Diabetes melitus atau biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit kronis. Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan insulin atau berkurangnya efektivitas insulin.

Hal ini ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa melebihi normal. Diabetes ditandai dengan kondisi hiperglikemia berlangsung terus- menerus.

Insulin adalah hormon yang dibentuk oleh pankreas. Pankreas mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah. Insulin membantu glukosa untuk dapat masuk kedalam sel. Insulin menurunkan jumlah gula didalam darah.

Menurut dr. Katrin Wilentina Siahaan dr.umum RSUD Mentawai, penyakit diabetes dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:

Diabetes Tipe 1

Diabetes melitus tipe 1 adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sistem ketahanan menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin, sehingga pankreas tidak dapat memproduksi hormon tersebut. Hal ini akan mengakibatkan tubuh kekurangan insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah.

Kondisi ini umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun, terutama pada masa remaja. Biasanya gejala penyakit ini lebih cepat terdeteksi pada usia yang lebih muda, terutama pada masa kanak-kanak atau remaja.

Penyebab dari kondisi ini belum jelas. Para ahli menduga bahwa penyebab penyakit gula ini mungkin akibat faktor genetik dan lingkungan. Namun, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kondisi ini jika:

  • Orangtua atau saudara kandung anda yang mengidap kondisi ini
  • Dalam keadaan paparan penyakit virus
  • Munculnya autoantibodi
  • Kekurangan vitamin D, mengonsumsi susu sapi atau susu formula, dan sereal sebelum usia 4 bulan. Meskipun tidak langsung menyebabkan kondisi ini terjadi, tapi masih berisiko.

Diabetes Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena kekurangan insulin, dimana tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin yang dihasilkan tidak dapat bekerja secara memadai. Hal ini menyebabkan tubuh memiliki masalah dalam mengubah karbohidrat menjadi energi sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis penyakit yang dapat menyerang orang dari segala usia, namun mayoritas terjadi pada orang berusia diatas 30 tahun. Penderita diabetes tipe 2 dapat  mengontrol kadar gula darahnya dengan diet, olahraga, antidiabetik oral atau kadang-kadang memerlukan suntikan insulin.

Apabila tidak melakukan terapi pengobatan dan perubahan gaya hidup yang tepat maka dapat menimbulkan resiko penyakit jantung, kebutaan, kerusakan saraf dan organ, dan kondisi serius lainnya.

Diabetes Tipe Lain

Diabetes gestational adalah jenis diabetes yang hanya terjadi pada wanita hamil. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun bayi-bayinya jika tidak diobati. Namun kondisi ini biasanya sembuh setelah melahirkan.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga