7 Cara Efektif Atasi Stres Pasca Pemilu

7 Cara Efektif Atasi Stres Pasca Pemilu ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Indonesia akan menggelar pesta demokrasi bertajuk “Pemilu” guna menentukan siapa Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota legislatif yang akan menduduki kursi pemerintahan selama 5 (lima) tahun ke depan.

Bicara soal pemilu, salah satu hal yang menjadi perbincangan hangat adalah fenomena ‘stres pasca pemilu’ pada caleg. Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi stres pasca pemilu?

Cara Mengatasi Stres Pasca Pemilu

Stres pasca pemilu adalah hal yang wajar, terlebih bagi anda para calon anggota legislatif yang kini sedang harap-harap cemas menanti hasil dari ‘perjuangan’ selama ini. Namun, jangan sampai rasa stres mengganggu kehidupan anda setelahnya.

Berikut ini beberapa tips atau cara mengatasi stres pasca pemilu yang perlu diketahui dan diterapkan, dikutip covesia.com dari laman doktersehat.

1. Berolahraga

Sedih dan kecewa pasca kalah dalam pemilu adalah hal yang wajar. Namun jika dibiarkan berlarut-larut, hal tersebut akan menyebabkan rasa stres yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental anda.

Agar terhindar dari hal tersebut, salah satu cara mengatasi stres pasca pemilu yang patut dicoba adalah berolahraga, baik itu olahraga ringan atau berat sekalipun. Aktivitas olahraga telah terbukti secara medis mampu meningkatkan kadar endorfin, yakni senyawa yang menghasilkan perasaan senang dan tenang pada tubuh.

2. Traveling

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 dan melibatkan sejumlah ‘caleg gagal’ di gelaran pemilu legislatif tahun 2014 menyampaikan perihal bagaimana para caleg mengelola stres mereka pasca kalah dalam perebutan kursi parlemen.

Dari pernyataan yang diberikan oleh salah seorang caleg, diungkapkan bahwasanya bepergian atau traveling ke suatu tempat seperti pantai dinilai efektif untuk meredakan ras stres mendalam yang sedang dialami.

3. Berkumpul bersama keluarga

Berkumpul bersama keluarga dan meminta dukungannya adalah cara mengatasi stres pasca pemilu yang efektif.

Masih dari studi yang sama, caleg lainnya mengungkapkan bahwa sehabis dirinya dinyatakan kalah dalam pemilu, maka hal yang pertama ia lakukan adalah berkumpul bersama istri dan keluarganya, lalu melakukan kegiatan berkebun bersama. Hal ini menurutnya cukup membantu dalam mengatasi rasa stres yang ia derita pasca kalah dalam pemilu legislatif 2014.

Dukungan dari keluarga memang merupakan ‘obat’ mujarab dalam meredakan rasa sedih, kecewa, dan stres yang menyerang diri, tak hanya dalam kondisi kalah pemilu, namun juga di momen-momen tidak menyenangkan lainnya.

4. Meluangkan waktu sendiri

Kendati kehadiran keluarga maupun orang-orang terdekat sangat penting, namun ada kalanya anda perlu untuk meluangkan waktu untuk sejenak menyendiri dan sembunyi dari hiruk-pikuk kehidupan. Cara mengatasi stres pasca pemilu ini efektif untuk mengembalikan mood dan semangat anda yang gilang akibat kalah dalam kontestasi politik 5 tahunan tersebut.

Anda bisa menggunakan me-time tersebut untuk melakukan sejumlah kegiatan positif, misalnya jalan santai di pagi hari, yoga, hingga yang tak kalah penting yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha esa.

5. Berkonsultasi dengan psikiater

Menjelang gelaran pemilu, sejumlah media kerap memberitakan tentang rencana sejumlah rumah sakit tertentu terutama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk menyediakan layanan khusus bagi para ‘caleg stres’.

Apa yang dilakukan sejumlah rumah sakit tersebut sesungguhnya langkah tepat. Aktivitas konseling dengan psikiater adalah cara mengatasi stres pasca pemilu yang sudah sepatutnya dilakukan, karena biar bagaimanapun, penanganan medis didukung oleh dokter ahli dan medium pengobatan yang telah disesuaikan sehingga efektivitas penyembuhannya bisa lebih terlihat.

6. Minum vitamin

Mengonsumsi vitamin seperti vitamin B dan minyak hati ikan kod yang mengandung asam lemak omega-3 dipercaya mampu meningkatkan mood dan mengatasi rasa stres.

7. Siap ‘Nyaleg’, Siap Kalah

Terakhir, salah satu penyebab munculnya stres pasca pemilu adalah perasaan tidak terima akan kekalahan yang dialami. Oleh sebab itu, cara mengatasi stres pasca pemilu yang harus dilakukan adalah menanamkan mindset ‘siap nyaleg, siap kalah’.

Dengan begitu, calon wakil rakyat menjadi lebih siap untuk menghadapi segala kemungkinan sehingga bisa lebih tenang dalam mengikuti proses pemilihan umum (pemilu).

Sikap tenang inilah yang menjadi kunci penting bagi seorang caleg untuk senantiasa terhindar dari rasa kecewa berujung stres manakala nantinya ia dinyatakan kalah dalam perebutan kursi legislatif.

Penyebab Stres Pasca Pemilu

Pertarungan dalam memperebutkan kursi kepemimpinan maupun parlemen dalam setiap gelaran pemilihan umum (pemilu) sangatlah ketat. Para calon wakil rakyat melakukan berbagai cara untuk merebut hati masyarakat dengan ekspektasi dirinya akan mendulang banyak suara di hari pencoblosan nanti.

Namun apa daya, semua usaha tersebut acap kali berujung sia-sia manakala sang calon wakil rakyat tak juga berhasil melenggang ke parlemen akibat perolehan suara yang tidak mencukupi. Akibatnya, banyak dari mereka yang merasa kecewa dan berujung pada kondisi stres pasca pemilu.

Berikut sejumlah penyebab stres pasca pemilu yang umum terjadi:

1. Aset habis, utang menggunung

Seperti yang tadi sudah dijelaskan, para calon anggota legislatif yang betarung di Pemilu perlu melakukan kampanye agar dirinya maupun visi dan misi yang dibawanya diketahui dengan baik oleh masyarakat. Guna mendukung hal tersebut, maka seorang calon wakil rakyat membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tak jarang, mereka sampai rela menjual aset-aset yang dimiliki, hingga berutang demi mendapatkan sumber dana kampanye. Nah, ketika akhirnya gagal mendulang suara, aset yang habis dan ‘serangan’ tagihan utang ini lantas menjadi ‘bumerang’ bagi para calon anggota legislatif tersebut yang kemudian berujung pada stres.

2. Kecewa karena kenyataan tidak sesuai ekspektasi

Namanya mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, pastinya ekspektasi digantungkan setinggi-tingginya untuk ia dapat melenggang ke gedung parlemen dan melayani rakyat selama 5 tahun ke depan. Biaya tak sedikit yang sudah terlanjur dikeluarkan selama masa kampanye semakin menambah ‘harapan’ tersebut.

Saat kenyatan tidak sesuai harapan, yakni ternyata harus kalah dalam pemilu, secara otomatis akan menimbulkan rasa kecewa yang mendalam. Kecewa yang berlarut-larut akan menyebabkan seseorang mengalami stres pasca pemilu atau dalam dunia medis dikenal sebagai post-election stress disorder (PESD).

3. Kepercayaan diri menurun

Secara tidak langsung, tidak terpilihnya seorang calon legislatif dalam pemilu yang diikuti turut memengaruhi tingkat kepercayaan dirinya. Bagaimana tidak? Bisa saja ia berpikir bahwa rakyat tidak memercayai kualitas dan integritas yang dimilikinya untuk dapat mewakili suara mereka di parlemen.

Atas dasar itu, timbullah rasa tidak percaya diri yang jika terus dipikirkan, bisa menimbulkan rasa sedih yang berlanjut pada stres bahkan depresi.

Stres Pasca Pemilu, ‘Gerbang’ Masuknya Penyakit

Dilansir dari Kompas.Com, pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PABDI), dr. Ari Fahrial Syam mengungkapkan bahwa stres adalah faktor risiko dari berbagai macam penyakit sepeti depresi, hingga penyakit kronis yang bisa mengancam jiwa.

Kondisi ini dinamakan psikosomatik, yakni timbulnya penyakit fisik yang dipicu oleh rasa stres. Gangguan psikosomatik terjadi akibat tidak seimbangnya hormon, saraf otonom, fungsi organ, dan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, seorang caleg yang mengalami stres akan mengalami sejumlah gejala, seperti:

  • Sakit kepala
  • Sakit leher
  • Nyeri punggung
  • Otot kaku
  • Nyeri dada
  • Nyeri ulu hati
  • Diare

Bukan tidak mungkin, lama kelamaan kondisi tersebut bertambah parah dan menyebabkan timbulnya penyakit lain yang lebih serius. Oleh sebab itu, perlu dilakukan cara mengatasi stres pasca pemilu secepatnya agar caleg gagal bisa segera pulih dan kembali melanjutkan hidup alih-alih kehilangan nyawa.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga