Cinta Tak Direstui, Gadis Sukabumi Nekat Gantung Diri

Cinta Tak Direstui Gadis Sukabumi Nekat Gantung Diri ilustrasi

Covesia.com - Merasa frustrasi karena jalinan cintanya tak kunjung direstui orang tua, seorang gadis bernama Nur (16) tahun nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Keluarga tak menyangka gadis periang yang hanya tamatan SMP tersebut melakukan tindakan bunuh diri yang dilarang agama.

Kejadian tersebut membuat geger Kampung Ciawitali RT 01/06, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/3/2019).

Menurut informasi yang diposting oleh akun facebook Yuni Rusmini, Kamis (21/3/2019), peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh temannya, Rina (18) sekitar pukul 08.00 WIB.

Nur nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri menggunakan selembar kain batik yang diikatkan di kusen pintu kamarnya.

Dari keterangan yang dihimpun, sebelum mengakhiri hidupnya Nur datang ke rumah Rina, sekitar pukul 07.30 WIB. Kepada Rina, Nur sambil menangis bercerita tentang hubungannya dengan seorang pria berinisial EP yang tak direstui orang tuanya. Nur sangat kecewa dengan keluarganya dan sempat mengatakan ingin mati saja apabila putus dengan EP.

Usai curhat, Nur lantas pulang ke rumahnya. Diduga setelah itu Nur yang sedang sendirian di rumahnya langsung melakukan aksi gantung diri dengan mengambil kain batik yang biasa digunakan untuk menggendong adiknya, kain tersebut diikatkan di ventilasi pintu dan dijeratkan ke lehernya sendiri.

Sebelum gantung diri, Nur sempat berpamitan dengan Rina via WhatsApp, korban bilang pamit ingin pergi ke surga dan menitipkan kepada Rina untuk mengurus adiknya yang masih kecil.

Karena merasa tidak enak pikiran, 30 menit kemudian, Rina ke rumah korban dan menemukan korban yang mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek tersebut sudah dalam keadaan mengenaskan menggantung diri dengan lidah menjulur keluar dan mengeluarkan ingus dari hidungnya, dengan kaki menjuntai tidak menapak.

Saat polisi datang, Nur masih dalam posisi menggantung. Korban segera diturunkan dan dievakuasi. Polisi juga mengamankan barang bukti seperti kain batik, kursi plastik dan HP milik korban serta meminta keterangan beberapa saksi.

Kepala Desa Darmareja Cecep membenarkan kejadian tersebut. Dari pihak kepolisian menjelaskan korban murni bunuh diri dan keluarga tidak mau dilakukan otopsi pada jenazah korban,” jelasnya.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga