Seberapa Aman Wanita Hamil Gunakan High Heels? Cek Disini Yuk!

Seberapa Aman Wanita Hamil Gunakan High Heels Cek Disini Yuk ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Sepatu dengan hak tinggi alias high heels adalah salah satu penunjang penampilan wanita. Bahkan, ada beberapa yang sepertinya tak bisa lepas dari jenis sepatu ini untuk aktivitas sehari-hari, bahkan saat hamil.

Di luar efek anggun dan membuat tubuh tampak jenjang, apakah penggunaan high heels aman untuk wanita saat hamil?

Ternyata, jawabannya tidak. Ada beberapa kondisi yang rentan dialami ibu hamil jika memaksakan diri memakai sepatu high heels, dikutip covesia.com dari laman klikdokter.

Perubahan postur tubuh saat hamil

Saat hamil, seorang wanita umumnya akan mengalami penambahan berat badan yang cukup signifikan. Penambahan berat badan ini bervariasi sekitar 5-20 kg, bahkan bisa lebih.

Bertambahnya berat badan biasanya disertai dengan konsekuensi, seperti perubahan pusat gravitasi tubuh. Saat berjalan, wanita yang hamil tak lagi memiliki keseimbangan sempurna seperti sebelum saat mengandung, sehingga ia jadi rawan jatuh. Padahal kondisi ini masih aktivitas jalan biasa dan tanpa alas kaki.

Lantas, bagaimana jika seorang wanita hamil nekat memakai high heels untuk menjalankan aktivitas hariannya? Risiko jatuh tentu akan berlipat ganda.

Nyeri punggung yang bisa menyiksa

Selama hamil, perubahan postur tubuh akibat pemakaian sepatu high heels akan menyebabkan nyeri di punggung. Ligamen di punggung bawah dan kaki juga akan meregang selama hamil.

Nah, memakai sepatu hak tinggi akan menambah tekanan pada persendian panggul dan punggung yang bekerja untuk menyokong tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri di bagian persendian dan ligamen di area punggung dan panggul.

Otot rentan mengalami cedera

Hal lain yang juga harus menjadi perhatian ibu hamil ketika akan menggunakan high heels adalah kondisi otot-otot kakinya. Perubahan hormonal akibat pelepasan hormon relaksin selama kehamilan menjadikan otot-otot pada tubuh ibu hamil relatif mengalami perubahan menjadi lebih longgar.

Perubahan ini tidak hanya terjadi di sekitar rongga panggul tempat rahim berada, tetapi juga pada area tubuh lain, termasuk kaki. Akibatnya, ibu hamil jadi lebih rentan mengalami cedera otot dan gangguan sendi. Penggunaan high heels membuat wanita hamil berpotensi mengalami terjadinya cedera otot dan sendi lebih tinggi.

Kaki bengkak umum terjadi

Selain penambahan berat badan secara signifikan dan gangguan otot, salah satu yang juga kerap dialami ibu hamil adalah kaki yang mudah bengkak dan terasa berat. Walaupun tidak selalu terjadi, kaki bengkak pada ibu hamil nyatanya mampu membuatnya lebih sulit menjalani rutinitas harian.

Sebenarnya, selama tekanan darah terjaga stabil dan tidak tinggi, bengkak pada kaki yang kerap terjadi pada ibu hamil merupakan suatu hal yang normal. Kondisi ini terjadi akibat aliran pembuluh darah balik yang terhambat akibat tekanan dari perut yang kian membesar.

Walaupun umumnya normal, kondisi kaki yang bengkak dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Karenanya, berhati-hatilah akan kebiasaan tertentu yang dapat memperberat bengkak yang terjadi. Salah satunya adalah penggunaan sepatu yang sempit dan memiliki hak tinggi.

Untuk menghindari memburuknya kondisi bengkak pada kaki, usahakan selalu menggunakan sepatu yang tidak berhak dengan sol empuk. Hindari berdiri dalam durasi lama, serta memosisikan kaki lebih tinggi dari dada ketika berbaring.

Meski diyakini dapat mendongkrak penampilan dan rasa percaya diri, penggunaan sepatu hak tinggi saat hamil sebaiknya dihindari. Tak hanya merugikan tubuh sang calon ibu, tapi potensi jatuh juga bisa membahayakan janin dalam kandungan. Abaikan saja foto-foto selebritas seperti Kim Kardashian yang tampak kece mengenakan high heels saat hamil. Tak perlu meniru mereka.

Untuk anda yang tengah hamil, ingatlah bahwa tubuh anda sendiri sudah banyak mengalami kesulitan dan gangguan selama masa kehamilan. Jangan lagi menambahnya dengan memakai high heels.

Jika dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan anda memakainya, pilih yang haknya lebih rendah dan pakailah seperlunya atau dalam waktu singkat. Rasa aman dan nyaman tentu jauh lebih baik saat hamil dibanding hanya mengedepankan penampilan.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga