Atasi Migrain dengan Garam, Begini Caranya

Atasi Migrain dengan Garam Begini Caranya ilustrasi

Covesia.com - Migrain bikin aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Selain sakit kepala sebelah, kemungkinan anda juga akan mengalami gejala lain seperti mual-muntah, sensasi kepala berputar dan berkunang-kunang, hingga tubuh goyah dan mudah jatuh.

Migrain juga membuat anda sensitif terhadap perubahan cuaca yang ekstrem, cahaya terang, suara bising karena ketiganya bisa menyebabkan gejala migrain makin parah. 

Sementara waktu, penyebab pasti migrain masih belum diketahui. Banyak ahli mengatakan bahwa Migrain disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit dan dehidrasi yang sering diabaikan.

Kadang-kadang kita hanya minum air sepanjang hari namun itu tidak cukup untuk membuat anda terhidrasi. Hal ini karena kadar elektrolit yang rendah membuat sulit bagi tubuh anda untuk menyimpan air.

Biasanya migrain dapat diatasi dengan obat pereda nyeri, namun beberapa pilihan obat migrain alami di bawah ini juga sama efektifnya, bahkan minim efek samping!

Lebih tepatnya, para ahli merekomendasikan menggunakan garam kristal yang memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang dapat digunakan dalam mengobati berbagai kondisi kesehatan,termasuk migrain. Selain itu, memiliki kemampuan untuk memblokir reseptor nyeri, sehingga mengurangi intensitas nyeri di kepala.

Walaupun mungkin terdengar luar biasa, dikatakan bahwa obat alami yang paling kuat yang dapat membantu anda dengan migrain adalah garam dapur yang biasa kita gunakan di rumah.

Proses dalam mengaplikasikannya cukup murah, namun sangat efektif dalam mengobati sakit kepala tak tertahankan ini.

Ambil segelas perasan jeruk nipis dan tambahkan garam hingga air tersebut hingga berasa asin, kemudian minum seketika.

Alternatif lain adalah dengan memotong dari bagian jeruk nipis dan gosokkan di dahi anda dan rasakanlah khasiatnya.

Garam juga mampu menjaga keseimbangan sekresi serotonin, yang menyebabkan peningkatan tingkat energi dan sistem kekebalan tubuh lebih kuat.

Manfaat garam juga berpartisipasi dalam pengaturan keseimbangan basa dan elektrolit, yang menghasilkan normalisasi semua fungsi tubuh.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga