4 Cara ini Bisa Dilakukan untuk Atasi Jerawat Usai Melahirkan

4 Cara ini Bisa Dilakukan untuk Atasi Jerawat Usai Melahirkan ilustrasi

Covesia.com - Selain menguruskan badan kembali seperti sedia kala, tidak sedikit ibu baru yang harus berjibaku melawan munculnya kawanan jerawat setelah melahirkan. Padahal sebelum hamil pun anda tidak pernah mengalami jerawat separah sekarang.

Yuk, simak tips mengusir jerawat setelah melahirkan pada ulasan berikut dikutip covesia.com dari laman hellosehat.

Tips mengusir jerawat setelah melahirkan

Masa pubertas dan menstruasi disebut-sebut sebagai penyebab munculnya jerawat. Begitu pula dengan kehamilan. Lantas, mungkinkah muncul pada wanita yang baru saja melahirkan?

Anda perlu memahami bahwa terjadinya pubertas, menstruasi, dan kehamilan menandakan adanya perubahan hormon dalam tubuh. Perubahan tersebut merangsang pertumbuhan jerawat di wajah.

Mungkin jerawat saat hamil akan hilang dan muncul kembali dalam minggu pertama atau satu bulan setelah melahirkan. Ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu anda khawatirkan.

Jerawat pascamelahirkan biasanya terjadi sebentar, sementara saja, dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, anda dapat mempercepat penyembuhannya dengan beberapa tips berikut, seperti:

1. Rajin cuci muka

Meski dipengaruhi oleh perubahab hormon, kondisi kulit yang tidak terjaga kebersihannya bisa memperburuk jerawat yang ada. Jadi, serepot-repotnya anda merawat si kecil, jangan sampai anda melalaikan perawatan tubuh, ya!

Minta bantuan pasangan anda dulu untuk merawat si kecil sementara anda membersihkan wajah. Gunakan pembersih wajah ringan yang mengandung salicyic acid, benzoyl peroxide, dan glycolic acid. Bahan pembersih tersebut masih aman digunakan wanita pascamelahirkan asal tidak berlebihan.

2. Pakai pelembap dan jaga kulit tetap terhidrasi

Kadar air dalam tubuh sangat penting untuk kesehatan kulit anda. Air menjaga lapisan lapisan kulit terluar jadi lebih lembap dan tidak mudah pecah. Jika anda tidak cukup minum air putih, kulit akan lebih mudah dimasuki oleh kotoran. Ini bisa memperparah kondisi kulit anda yang berjerawat.

Jadi, selalu perhatikan kebutuhan cairan tubuh, apalagi anda juga menyusui si kecil. Supaya tetap lembap, anda bisa gunakan pelembap kulit bebas minyak sehabis mandi, sebelum tidur, atau ketika anda merasa kulit sedang kering.

3. Hindari stres

Minggu pertama setelah melahirkan adalah masa-masa yang membahagiakan sekaligus membuat stres. Hal ini bisa menyebabkan anda tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dampaknya, kondisi kulit akan jadi memburuk. Itu artinya, jerawat bisa bertambah parah.

Lantas, apa yang harus anda lakukan? Ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk memperbaiki suasana sehingga stres jadi berkurang. Anda bisa mencoba latihan pernapasan, jalan santai bersama si kecil dan pasangan anda di pagi hari, mendengarkan musik, atau melakukan hal yang anda sukai selama tidak mengganggu waktu anda dalam merawat buah hati.

4. Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Selain menjaga kebersihan kulit, pilihan makanan juga harus anda perhatikan untuk mencegah jerawat kembali bermunculan. Perbanyak makan buah, sayur, dan kacang-kacangan.

Hindari makanan yang mengandung banyak minyak atau makanan cepat saji. Selain mendukung kesehatan kulit makanan sehat bergizi tentu akan produksi ASI tetap normal dan bernutrisi bagi si kecil.

Haruskah pergi ke dokter?

Jerawat setelah melahirkan sebetulnya umum terjadi dan dapat pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi yang menjadi alarm bagi anda untuk konsultasi ke dokter. Terutama jika jerawat anda tidak kunjung sembuh, menimbulkan rasa nyeri, dan muncul di area tubuh yang tidak lazim.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga