Wedding Organizer Kabur dan Katering Tak Kunjung Datang, Pengantin di Sumsel Stres Berat

Wedding Organizer Kabur dan Katering Tak Kunjung Datang Pengantin di Sumsel Stres Berat ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Pernikahan seharusnya jadi momen bahagia bagi setiap orang. Tapi pasangan di Palembang ada yang harus bersedih karena wedding organizer kabur saat resepsi dan ribuan tamu undangan tak makan.

Kisah pilu ini dialami langsung pasangan Anggi dan Fadlan. Mereka ditipu wedding organizer di hari-H. Padahal semua biaya sudah dibayar lunas jauh sebelum acara resepsi digelar di Gedung Sukaria, Sabtu (5/1/2019)

Sang kakek pengantin wanita, Saleh, pun menceritakan kisah pilu sang cucu. Dia mengaku semua keluarga malu karena ulah tak bertanggung jawab pemilik wedding organizer, Uut.

"Cucu saya malu, ribuan tamu undangan datang ke pesta, tapi tidak ada makanan. Panitianya kabur, jadi makanan katering tidak ada sama sekali," terang Saleh saat ditemui di kawasan 10 Ilir, Palembang.

Saleh, yang awalnya enggan membuka kisah pilu cucu dari anak pertamanya, akhirnya mau terbuka. Saleh menyebut, saat pesta digelar, ratusan tamu sudah datang. Karena hidangan tidak kunjung datang, keluarga pun mulai panik. 

Apalagi saat mereka melihat jarum jam di gedung resepsi sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB dan belum terlihat ada tanda-tanda makanan dan minuman di meja prasmanan. Sementara tamu saat itu sudah mulai menoleh kanan-kiri. 

"Sekitar pukul 10.30 WIB, keluarga sudah mulai panik. Kenapa kateringnya belum datang dan kenapa meja masih kosong," kata Soleh mengingat momen pilu yang dialami cucunya.

Saleh, yang mendapat tugas menerima tamu, sesekali mulai menengok ke meja prasmanan. Termasuk ke pelaminan tempat cucunya bersanding. Raut wajah gelisah terlihat di antara mereka.

"Saya saat itu menerima tamu. Pas lihat ke dalam, sudah gelisah semua. Tamu di dalam duduk nggak ada makanan atau minuman. Kosong!" katanya. 

Karena gelisah, pria berusia 85 tahun ini pun masuk dan menyarankan supaya tamu diberi pengertian. Pihak keluarga menyampaikan kepada tamu bahwa di pesta itu tidak ada makanan.

Meskipun pasrah, keluarga mengaku masih sempat ingin memesan nasi kotak di rumah makan terdekat. Namun tidak ada rumah makan yang bersedia karena mendadak.

"Kami sempat mau pesan nasi kotak dari rumah makan dan tak ada yang sanggup karena itu ada 1.000 undangan. Ternyata rumah makan cuma sanggup 200 kotak," cerita kakek.

Acara resepsi seharusnya selesai pukul 14.30 WIB. Namun akhirnya dipercepat karena tak ada makanan dan minuman di meja prasmanan. Sekitar pukul 13.30 resepsi pun dianggap sudah selesai.

Pengantin wanita disebut-sebut terus menangis mengingat dirinya ditipu oleh pemilik wedding organizer yang sudah dia percaya.

"Anggi nangis terus selesai resepsi," kata ibu kandung Anggi, Yulianti.

Putri sulungnya itu bersama sang suami rencananya berangkat bulan madu ke Malaysia sehari setelah resepsi digelar. Namun rencana ditunda karena Anggi sempat stres. 

"Seharusnya dia berangkat (bulan madu) ke Malaysia, Senin. Tetapi ya ditunda Selasa baru berangkat karena mikirin itu terus," katanya.

Melihat kondisi wanita kelahiran 1993 itu terus murung, keluarga pun memutuskan menyuruh Anggi tetap berangkat ke Malaysia. Keluarga berharap Anggi dapat menenangkan diri di negeri jiran. 

Keluarga kini telah menunjuk seorang kuasa hukum untuk mengurus seluruh peristiwa pilu yang dialami. Mereka pun berencana membawa kasus ini ke polisi dengan dugaan penipuan. 

(dtc)

Berita Terkait

Baca Juga