Pakar Nutrisi: Negara Wajib Ambil Langkah Pencegahan Konsumsi Pangan yang Terbukti Sebabkan Penyakit

Pakar Nutrisi Negara Wajib Ambil Langkah Pencegahan Konsumsi Pangan yang Terbukti Sebabkan Penyakit Pakar Nutrisi Indonesia Dr.dr.Tan Shot Yen,M.hum

Covesia.com - Pakar Nutrisi Indonesia Dr.dr.Tan Shot Yen,M.hum menyebutkan ikan asin merupakan jenis makanan yang tergolong tidak sehat pasalnya proses pengawetannya dapat membentuk zat nitrosamine yang mampu menjadi karsinogen atau zat memicu terjadinya kanker.

Tidak hanya itu, menurutnya kadar garamnya yang tinggi dapat memicu terbentuknya koloni bakteri Helicobacter Pylori di lambung yang bisa menjadi prekursor terjadinya kanker karena iritasi kronik yang terus dihasilkan dalam alat cerna manusia.

Baca: Tergolong Tidak Sehat, dr.Tan Shot Yen: Konsumsi Ikan Asin Bisa Picu Kanker Nasofarings dan Lambung

Untuk itu, dr.Tan menilai seharusnya negara wajib membatasi bahkan mengambil langkah-langkah pencegahan konsumsi pangan yang sudah terbukti menyebabkan penyakit, bukan melakukan pembiaran

"Atau malah memberi masukan yang tidak cerdas, seperti tetap makan ikan asin tapi diperbanyak sayur dan buah. Ini aneh sekali dan tidak masuk akal. Sayur dan buah hanya bermanfaat jika  sabotase gizi sama sekali ditiadakan. Ibaratnya, membiarkan korupsi terjadi tapi amal sosial ditingkatkan, nggak masuk akal kan," ungkapnya kepada Covesia.com melalui pesan elektronik e-Mail, Jumat (7/12/2018).

Tidak hanya itu, Akademisi, ahli gizi, juga harus lebih bekerja keras untuk menjalankan edukasi dan memberi masukan yang meningkatkan literasi publik serta memberdayakan pengolahan makanan sehat, seperti dorongan untuk makan ikan tapi juga pandai memilih ikan yang sehat dan cara masak yang baik.

"Yang menyedihkan, cara-cra sehat memasak kerap didompleng iklan minyak goreng, bumbu buatan, kecap, bahkan dengan teman makan yang salah seperti disajikan dengan kerupuk, nasi putih sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan risiko kegemukan dan masalah kesehatan lain. Itu yang saya sebut sebagai 'sabotase'," tambahnya.

Ia juga menambahkan anjuran resmi Kemenkes menyebutkan asupan garam paling banyak (artinya bagus jika kurang kan) 1 sendok teh sehari untuk dewasa hanyadiketahuioleh segelintir orang yang paham.

Sebelumnya diketahui, Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah melirik peredaran dan produksi ikan kering yang dilakukan oleh para produsen di Kabupaten Pasaman Barat. Pasalnya, hasil laboratorium memperlihatkan kandungan pestisida yang tinggi pada seluruh ikan kering yang dijadikan sampel. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

“Ada temuan terbaru kami soal ikan kering asal Pasaman Barat. Para produsen melakukan pengawetan tidak lagi dengan formalin. Tetapi menggunakan pestisida. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan yang mengkonsumsinya,” kata Efendi, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Ada Temuan Baru, Ikan Kering Asal Pasbar Berbahaya Dikonsumsi

(utr)


Berita Terkait

Baca Juga