KPA Sulit Mendata HIV/AIDS Pekerja Seks Jalanan di Jayapura

KPA Sulit Mendata HIVAIDS Pekerja Seks Jalanan di Jayapura Kampanye Anti HIV/AIDS. (Foto: bchdmi.org)

Covesia.com - Kasus Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) pada pekerja seks jalanan (PSJ) di Kabupaten Jayapura, Papua sulit untuk didata.

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Jayapura Purnomo di Sentani, mengatakan kesulitan pendataan ini karena PSJ tidak mudah untuk dijangkau.

"PSJ ini sulit dijangkau karena mobilitasnya yang tinggi, misal hari ini di tempat A, besok pasti sudah pindah ke tempat B," katanya, Kamis (22/1/2015).

Menurut Purnomo, berdasarkan data KPA Kabupaten Jayapura per Juni 2014, kasus HIV/AIDS dengan kategori pekerjaan, PSJ hanya tercatat memiliki lima kasus saja.

"Hal ini bukan karena jumlahnya yang sedikit saja, tapi faktor lainnya yaitu perpindahan PSJ yang cepat dan tidak terdeteksi," ujarnya.

Dia menjelaskan berdasarkan kategori pekerjaan, kasus HIV/AIDS terbanyak ditemukan pada ibu rumah tangga (IRT) dengan jumlah 406 kasus, disusul dengan buruh atau petani dengan jumlah 144 kasus.

"Tingginya jumlah kasus pada IRT dimaknai bahwa banyak perempuan yang merupakan istri atau ibu lebih sadar untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terkait dengan kesehatannya sehingga jumlah kasusnya tinggi," katanya lagi.

Dia menuturkan perempuan cepat mengakses pelayanan kesehatan, maka jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki atau bahkan kategori pekerjaan lainnya.

"Jadi jangan berpikiran salah bahwa IRT-lah yang banyak mengidap HIV/AIDS, tetapi merekalah yang lebih sadar memeriksakan diri sehingga datanya lebih banyak," tambahnya.

(ant/cal)

Berita Terkait

Baca Juga