Tidur Berkasur Pasir, Tradisi Unik Turun Temurun Warga Madura

Tidur Berkasur Pasir Tradisi Unik Turun Temurun Warga Madura ilustrasi (ist)

Covesia.com - Apakah anda pernah membayangkan sehari-hari tidur di atas pasir? Gimana rasanya ya tidur di atas kasur pasir?

Di salah satu sudut Madura, tepatnya ada di ujung Pulau Garam, Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep Jawa Timur, masyarakatnya punya kebiasaan unik yang sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang mereka.

Di setiap rumah mereka memiliki pasir yang dijadikan tempat tidur dan bersantai bersama keluarga. Apakah mereka tidak punya uang untuk membeli kasur? Tidak.

Kebiasaan ini malah diyakini mereka memiliki manfaat tersendiri untuk kesehatan. Bahkan tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu sehingga membuat banyak anak desa Legung dilahirkan di atas pasir.

Nah, daripada penasaran, berikut ulasannya dirangkum covesia.com dari berbagai sumber.

Fenomena kasur pasir bukanlah hal aneh lagi bagi masyarakat Sumenep. Kasur pasir menjadi hal wajib yang pasti ada di setiap rumah mereka, sekalipun orang kaya dan punya rumah mewah

Kasur pasir memiliki banyak manfaat. Kasur ini dapat memberi kehangatan bagi tubuh ketika cuaca sedang dingin. Sebaliknya, ketika cuaca panas, kasur pasir akan terasa lebih dingin. Bahkan kasur ini baik bagi peregangan tubuh.

Pasir yang digunakan sebagai alas kasur ini bukan sembarang pasir. Sebelum digunakan, warga memastikan bahwa pasir tidak menyimpan batu atau benda tajam dan berbahaya lainnya.

Pasir yang digunakan berasal dari sekitar Pantai Lombang dengan tekstur lembut, bersih dan mengkilap. Bahkan, bila pasir terkena tubuh dalam keadaan basah, pasir ini tidak akan lengket dan menempel pada bagian tubuh.

Tidak hanya sebagai kasur saja, hamparan pasir ini juga bisa difungsikan sebagai kursi sekaligus meja. Rata-rata masyarakat kampung ini tidak memiliki kursi dan meja, mereka memanfaatkan pasir sebagai alternatifnya.

Hamparan pasir tersebut akan diganti setiap 3 bulan sekali, apalagi untuk yang sering dipakai serta memiliki banyak anggota keluarga. Menurut para penduduk yang rata-rata berprofesi nelayan ini, dengan adanya pasir sebagai pengganti kursi dan meja, mereka lebih merasa nyaman dan tenang.

Menurut penduduk setempat, dengan tidur-tiduran di pasir mereka bisa terhindar dari segala macam ilmu hitam, seperti guna-guna, santet, dan sejenisnya. Karena, saat seorang bersatu dengan bumi, tak akan ada hal jahat yang bisa menghampiri mereka.

Begitulah kehidupan masyarakat di Desa Legung yang menjadikan pasir sebagai teman kehidupan mereka. Hal tersebut berlaku untuk siapapun juga tanpa memandang strata sosial mereka. 

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga