Cucu Meninggal Dunia, Wiranto Kenang Putrinya 40 Tahun yang Lalu

Cucu Meninggal Dunia Wiranto Kenang Putrinya 40 Tahun yang Lalu Foto: Foto Menkopolhukam Wiranto dengan cucunya semasa hidup Achmad Daniyal Alfatih

Covesia.com - Cucu politikus yang merupakan Menkopolhukam Wiranto, Achmad Daniyal Alfatih meninggal dunia pada Kamis (15/11/2018) di usia yang sangat muda, yakni 14 bulan. Sang balita diduga secara tidak sengaja tenggelam di kolam ikan yang ada di rumahnya sendiri saat tidak ada orang yang mengawasinya.

“Saat itu Achmad lagi main di situ. Kebetulan memang di samping rumah ada kolam ikan. Anaknya memang sangat aktif jadi sepertinya dia lompat ke kolam ikan saat tidak ada orang yang memperhatikannya. Pas ada orang yang kembali ke rumah, kami baru menemukannya. Sempat dibawa untuk diberi pertolongan medis tapi sudah tidak tertolong,” ungkap ayahnya, Abdi Setiawan.

Mendapat informasi tersebut, Wiranto yang sedang berada di Singapura untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja untuk acara KTT ke-33 Asian langsung pulang ke Jakarta.

Wiranto mengunjungi kediaman Achmad Daniyal Alfatih di Jalan Tulodong Bawah 4 Lama No 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis malam.

Wiranto mengatakan, keluarga sangat terpukul atas meninggalnya Daniyal. Pada pagi hari sebelum cucunya meninggal, lanjut Wiranto, dia masih sempat bermain dengan keluarga. "Siang harinya sudah harus berpisah selamanya. Tentu ini sangat menyedihkan dan mengejutkan," kata Wiranto di pemakaman keluarga Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat. 

Meski demikian, Wiranto menuturkan bahwa keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Daniyal untuk selamanya. "Kami sekeluarga benar-benar telah mengikhlaskan kepergian Ananda Achmad Daniyal Alfatih untuk berangkat mendahului menghadap Sang Khalik, untuk mendapatkan pengampunan yang Maha Kuasa," ungkapnya. 

"Tentunya almarhum Ananda Daniyal masih seperti kertas putih belum ada noda-nodanya. Bagi manusia belum ada dosa-dosa yang dimiliki, namun apabila ada kesalahan yang membuat siapa pun merasa tidak nyaman, kami sekeluarga mohon dimaafkan," tambah Wiranto.

Wiranto yang mengikuti prosesi pemakaman cucunya, Achmad Daniyal Alfatih di Karanganyar. Wiranto bercerita suasana saat ini membuatnya teringat kepada anaknya yang juga meninggal saat masih bayi pada 1978 silam.

Anak Wiranto, Natarina Sofianti, meninggal saat berusia 6 hari. Makamnya tepat berada di samping makam Achmad. Saat anaknya meninggal, Wiranto tengah bertugas di daerah konflik Timor Timur, tepatnya pada Oktober 1978. Sedangkan istri dan anaknya berada di Malang.

Wiranto bercerita, saat itu, Natarina tersedak hingga wajahnya membiru, padahal sebelumnya kondisi kesehatan Natarina baik-baik saja. Natarina meninggal pada saat perjalanan ke rumah sakit.

"Mobil-mobil militer nggak ada. Terpaksa pakai becak. Sebelum sampai rumah sakit sudah meninggal," kata Wiranto usai pemakaman di Delingan, Karanganyar, Jumat (16/11/2018) dikutip covesia.com dari laman Detik.com.

Peristiwa tersebut membuat Wiranto menamakan anaknya Natarina Sofianti. Natarina diambil dari tempat tinggalnya selama bertugas di Natarbora, Timor Timur. Sedangkan Sofianti berarti pelajaran.

"Pelajaran bahwa perang itu nggak bagus, menyusahkan, banyak korban," katanya.

Dia pun saat itu kemudian berjanji akan mendamaikan perang di Timor Timur jika sudah menjadi Jenderal. Menurutnya, harapan tersebut dapat terwujud.

"Saat itu saya masih kapten. Setelah menjadi jenderal, menjabat sebagai Panglima ABRI, saya damaikan betul kedua kubu di depan altar gereja di Dili," tutupnya.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga