Dokter Terawan Bakal 'Cuci Otak' 1.000 Warga Vietnam

Dokter Terawan Bakal Cuci Otak 1000 Warga Vietnam Dokter Terawan

Covesia.com - Dr. dr. Terawan Agus Putranto, SpRad sempat mencuri perhatian dunia medis Tanah Air berkat terapi “cuci otak” yang diklaim mampu mengobati stroke. Dr. Terawan memakai peralatan bernama Digital Substraction Angioghraphy (DSA) untuk menjalani terapinya. Hanya saja, terapi “cuci otak” ini dianggap masih kontroversial oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pada April 2018 lalu, dr. Terawan dianggap melanggar kode etik yang terkait dengan pasal dan 6 dari Etik Kedokteran Indonesia oleh IDI. Hanya saja, pelanggaran kode etik ini membuatnya tidak diberhentikan dari profesinya karena pihak IDI masih melakukan pemeriksaan terkait dengan terapinya.

Menariknya, belakangan ini dr. Terawan disebut-sebut melakukan terapi DSA pada 1.000 warga Vietnam sebagai salah satu bagian dari program medical tourism.

Sebanyak 1.000 warga Vietnam akan melakukan terapi cuci otak melalui Digital Substraction Angiography (DSA) yang diterapkan Kepala RSPAD Gatot Subroto, Mayor Jenderal TNI dr Terawan Agus Putranto SpRad (K).

Pelaksanaan metode terapi cuci otak melalui DSA pada 1.000 warga negara Vietnam tersebut disepakati dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani dr Terawan dan Duta Besar Vietnam untuk Indonesia, Pham Vinh Quan, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, p

Kesepakatan ini dibuat, kata Terawan, sekaligus sebagai wisata medis bagi warga negara Vietnam yang berkunjung ke Indonesia untuk berobat.

Meski metode cuci otak melalui terapi DSA sempat jadi perdebatan beberapa waktu lalu, Terawan memastikan peralatan dan obat-obatan yang digunakan telah melalui uji klinis.

"Kami mau lihat masalah atau peluang. Uji klinis pada obat-obatan. Obat yang dipakai dan alat yang dipakai sudah diuji klinis," kata Terawan.

Dia menjabarkan warga negara Vietnam yang akan dilayani menggunakan terapi DSA maksimal sebanyak lima orang per hari. Sementara RSPAD Gatot Subroto yang memiliki tiga ruangan untuk terapi DSA biasa melakukan 30 terapi secara keseluruhan dalam satu hari.

Terawan mengatakan tidak menerapkan perbedaan biaya yang ditetapkan untuk terapi DSA pada warga negara Vietnam. "Kami tidak membuat pembedaan. Untuk DSA rata-rata hanya Rp20-25 juta, di luar pemeriksaan penunjang kaitan dengan penyakit lain," kata Terawan.

Terawan memastikan praktik terapi menggunakan metode DSA yang dilakukan juga sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan. "Sudah. Kalau tidak memberikan izin pasti ada surat keputusan untuk tidak melakukan," kata Terawan.

Rencananya 1.000 warga negara Vietnam akan berkunjung ke Indonesia secara bertahap dalam melakukan terapi DSA mulai November 2018. 

(Ant/sea)

Berita Terkait

Baca Juga