6 Risiko ini Akan Dialami Bila Wanita Merokok

6 Risiko ini Akan Dialami Bila Wanita Merokok ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Perokok identik dengan kaum pria. Namun seiring berkembangnya waktu, kini makin banyak wanita merokok.

Mereka menjadi perokok aktif, tak peduli berapa pun usianya. Padahal, sudah menjadi rahasia umum kalau rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, meskipun itu hanya asapnya.

Bahkan, memasang foto penyakit akibat kanker dan membubuhi tulisan risiko merokok pada kemasan rokok nyatanya belum membuat ngeri perokok wanita.

Lantas, apa risiko sebenarnya yang dapat menghantui kaum wanita bila ia menjadi perokok? 

1. Tingginya risiko kanker pada wanita

Dilansir dari WebMD, rokok dan wanita sebenarnya adalah “musuh abadi”. Itu karena rokok sangat mampu memperburuk kondisi organ kewanitaan yang dimiliki oleh wanita perokok. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologyst (ACOG), wanita yang merokok bisa enam kali lebih berisiko untuk terkena kanker serviks.

Menurut dr. Muhammad Anwar Irzan dikutip covesia.com dari laman KlikDokter, merokok akan meningkatkan timbulnya mutasi genetik akibat oksidan dan radikal bebas. Terlebih lagi jika wanita tersebut sering keluar malam.

Wanita yang keluar malam umumnya memiliki sistem imunitas tubuh yang lebih buruk sehingga lebih mudah terserang virus HPV.

2. Mengacaukan masa menstruasi

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, rokok dapat memberikan dampak buruk bagi sistem reproduksi wanita, misalnya membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur, ukuran folikel sel telur menjadi lebih kecil sehingga tidak siap untuk dibuahi, menopause dini, dan pembuahan yang terlambat. Selain itu, merokok dapat menyebabkan nyeri haid, menurut dr. Melyarna.

Merokok juga akan mengganggu metabolisme hormon tiroid. Nah, apabila hormon tiroid terganggu, maka keseimbangan hormon estrogen, progesteron, LH, dan FSH juga ikut kacau. Hasilnya? Menstruasi menjadi terganggu sehingga membuat kondisi tubuh menjadi tidak nyaman.

3. Merokok merusak kesuburan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, rokok sangat buruk bagi sistem reproduksi wanita. Dikutip dari WebMD, wanita yang telah bertahun-tahun merokok dan hendak menerima fertilisasi in vitro, kemungkinan besar tidak berhasil.

Sebab, kandungan nikotin yang sudah mengendap di dalam tubuh mengganggu fungsi tuba fallopi dan dapat menghalangi telur untuk “berjalan normal” ke rahim. Karena itu, bukannya kehamilan normal yang didapat, melainkan kehamilan ektopik (di luar rahim) yang terjadi.

4. Merokok dapat “membunuh” janin

Menurut Benjamin Sachs, profesor kebidanan dan ginekologi dari Harvard Medical School, karbon monoksida dapat memengaruhi jaringan janin dan masuknya nikotin ke plasenta dapat mempercepat denyut jantung bayi.

Jika demikian, kemungkinan untuk mengalami keguguran pun semakin besar. Seandainya selamat, kandungan si ibu akan berisiko terkena komplikasi, seperti abrupsi plasenta (ketika plasenta terpisah dari dinding uterus), plasenta previa (ketika plasenta menutupi pembukaan uterus), dan kematian bayi setelah dilahirkan.

5. Merokok membuat anda tampak lebih tua

Orang yang telah menjadi perokok aktif umumnya memiliki penampilan yang lebih tua dari usianya. Sebab, racun dalam rokok bisa membuat kulit terlihat lebih kusam dan menghasilkan banyak kerutan.

Tak hanya itu, merokok juga dapat mempercepat masa menopause satu hingga dua tahun. Hal ini karena nikotin mengganggu pasokan darah ke ovarium sehingga ovarium tidak lagi bisa memproduksi estrogen.

Rokok juga dapat mempercepat proses osteoporosis karena racun di dalamnya dapat mengurangi kepadatan mineral tulang. Kalau sudah banyak kerutan, mengalami menopause lebih cepat, dan osteoporosis, anda jadi benar-benar terlihat tua!

6. Berisiko picu serangan jantung

Menurut National Institutes of Health, wanita perokok dua sampai enam kali lebih mungkin terkena serangan jantung, terutama jika sudah berusia lebih dari 60 tahun. Sementara itu, satu hingga empat batang rokok dalam sehari cukup untuk menggandakan risiko penyakit tersebut!

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, kini jumlah wanita merokok dan pria nyaris sama banyaknya. Padahal, kesetaraan yang diinginkan oleh para pendahulu bukanlah kesetaraan negatif yang demikian.

Oleh sebab itu, berhentilah merokok dari sekarang supaya generasi perempuan di masa kini dan mendatang dapat hidup sehat, berkualitas, dan terhindar dari berbagai penyakit.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga