Cara Bertahan Hidup Saat Pesawat Mendarat di Atas Laut

Cara Bertahan Hidup Saat Pesawat Mendarat di Atas Laut ilustrasi

Covesia.com - Musibah memang selalu terjadi begitu saja. Tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana musibah itu akan menerpa.

Lantas, jika sewaktu-waktu anda dihadapkan dengan situasi dimana pesawat yang ditumpangi harus mendarat darurat di air, apakah anda sudah tahu harus bagaimana agar bisa bertahan hidup?

Bertahan hidup saat pesawat mendarat darurat di air

Mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk adalah cara terbaik menghadapi berbagai kondisi. Dalam hal bertahan hidup saat pesawat yang ditumpangi harus mendarat darurat di air, berikut ini beberapa tindakan yang bisa anda lakukan, dikutip covesia.com dari laman klikdokter:

  • 90 detik pertama adalah periode penting. Tetaplah tenang dan segeralah keluar dari pesawat untuk memperbesar potensi keselamatan diri.
  • Pelajari dan pahami berbagai protokol darurat di pesawat yang anda tumpangi sedari awal, seperti letak pintu darurat dan cara menggunakan pelampung.
  • Minimalkan kontak dengan air jika memungkinkan. Jika tersedia perahu penyelamat segera naik ke perahu setelah keluar dari pesawat. Jangan terlalu lama berada di dalam air.
  • Jika harus berada di dalam air, cari benda yang bisa mengapung untuk berpegangan. Lakukan posisi mengambang telentang untuk mengurangi luas penampang tubuh yang terendam dalam air, serta mengurangi beban usaha untuk tetap mengapung.
  • Jaga kepala agar tidak terendam air. Karena, kepala yang terendam air meningkatkan risiko kehilangan panas tubuh hingga 80% lebih cepat.
  • Jika anda tenggelam, bantu identifikasi sisi atas dan bawah permukaan air dengan mengembuskan napas di dalam air. Lihat arah gerak gelembung. Jika gelembung menuju ke atas atau permukaan air, segera lakukan usaha untuk mencapai permukaan.
  • Saat berada di air, tetaplah bernapas dengan tenang untuk mencegah tenggelam. Hindari bernapas dengan panik untuk menghemat tenaga dan menjaga tubuh tetap terapung.
  • Minimalkan gerakan yang tidak perlu. Bergerak di dalam air justru akan mempercepat hilangnya panas tubuh. Sedangkan tetap diam akan memperlambat kehilangan panas tubuh hingga 30% dibandingkan jika anda berenang.
  • Anda bisa meminimalkan hilangnya panas tubuh dengan mendekatkan diri bersama penumpang lainnya dan melakukan posisi pelukan berkelompok atau “rantai manusia”.
  • Berusahalah untuk memberi sinyal meminta pertolongan dengan benda yang tersedia, baik peluit yang terdapat pada pelampung keselamatan, pistol asap yang tersedia pada perlengkapan darurat, maupun benda sederhana seperti cermin untuk memantulkan cahaya.
  • Jika ada, hitung persediaan ransum yang dimiliki dan bagi secara rasional dengan penumpang lain yang selamat.

Selalu ingat bahwa musibah bisa datang kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja. Maka dari itu, selalu waspada dan bekali diri anda dengan pengetahuan seputar bertahan hidup dari musibah-musibah yang mungkin terjadi.

Jika kasusnya adalah pesawat yang harus mendarat darurat di air, anda bisa menjadikan apa yang telah disampaikan di atas sebagai pedoman. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan anda!

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga