Jumlah Lesbian Kian Bertambah, Ini Penyebabnya

Jumlah Lesbian Kian Bertambah Ini Penyebabnya ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Secara global, kaum lesbian, gay, biseksual dan transeksual alias LGBT semakin marak di kalangan masyarakat. Jika dibandingkan, jumlah orang yang mengaku sebagai penyuka sesama jenis, dalam hal ini lesbian, semakin bertambah pula.

Apakah ada alasan khusus yang menjadi penyebab kondisi tersebut? Untuk menjawab itu, hal pertama yang menjadi pertimbangan adalah: apakah memang jumlah lesbian bertambah, atau hanya mereka yang berani mengaku sebagai lesbian yang bertambah? Berikut covesia.com mengulasnya dari laman klikdokter.

Perilaku lesbian di masyarakat

Masyarakat modern umumnya lebih bersikap toleran dengan mereka yang memiliki seksualitas berbeda. Oleh karena itu, mereka yang punya orientasi seksual tidak pada umumnya lebih mungkin untuk mengaku bahwa dirinya adalah seorang lesbian.

Jika dibandingkan dengan beberapa generasi yang lalu, perilaku lesbian mungkin sulit diterima oleh masyarakat. Maka itu, mereka yang sebenarnya lesbian bisa saja menutupi orientasi seksual mereka, dan menikah lalu menjalani hidup normal sesuai yang diharapkan masyarakat pada masa itu.

Namun, dengan makin diterimanya lesbian dan sikap masyarakat yang lebih toleran, mungkin seorang lesbian merasa lebih nyaman untuk terbuka mengenai seksualitasnya. Sehingga, tampak seperti lebih banyak lesbian di masa sekarang.

Mereka yang mengaku lesbian

Saat ini, banyak publik figur yang tidak malu untuk mengakui dirinya sebagai lesbian atau seorang biseksual. Misalnya saja, Cynthia Nixon (artis Sex and the City), Jane Lynch (anggota Glee), Ruby Rose (artis Orange is the New Black), Cara Delevigne (model), Ellen DeGeneres (pembawa acara), dan lain-lain.

Pengakuan mereka tentang orientasi seksualnya mungkin memicu orang lain untuk melakukan hal yang sama, yaitu mengaku sebagai lesbian juga. Atas dasar tersebut, kemungkinan Anda kenal dengan seorang lesbian baik keluarga, teman kerja, teman sekolah, dan lainnya menjadi lebih besar.

Gambaran perilaku biseksual dalam sosial media dan televisi juga mungkin berperan dalam meningkatnya jumlah lesbian saat ini. Karena, tidak dimungkiri, banyak film atau serial televisi yang menggambarkan pasangan lesbian sebagai orang normal tanpa stigma negatif.

Di sisi lain, dalam sebuah lagu, Katy Perry menyebut: “I kissed a girl and I liked it” saya mencium seorang wanita dan saya menyukainya. Faktanya, lagu tersebut sangat sukses dan menjadi hits di banyak negara.

Mengapa seorang wanita bisa menjadi lesbian?

Seorang wanita lebih mudah dibentuk alias fleksibel. Jadi, jika seorang wanita bersikap sebagai heteroseksual atau dekat dengan wanita lain, dan wanita tersebut saling suka sama suka lalu merasa nyaman, mereka lebih mungkin untuk menjadi sepasang lesbian.

Tak hanya itu, pemikiran wanita yang cenderung lebih tertarik pada kepribadian daripada jenis kelamin juga diduga turut berperan.

Sebuah studi pada tahun 2004 menemukan, baik wanita heteroseksual maupun homoseksual dapat terangsang saat menyaksikan film erotis pasangan heteroseksual dan lesbian.

Namun, lelaki heteroseksual hanya terangsang melihat pasangan heteroseksual, dan lelaki gay hanya terangsang saat melihat pasangan gay.

Apakah ada peran pria dalam perubahan jumlah lesbian pada masa kini? Bisa saja. Pria masa kini tidak malu mengakui dirinya menonton pornografi. Keadaan tersebut membuat para pria menganggap bahwa wanita sebagai objek seksual.

Pada akhirnya, wanita akan mencari kedekatan emosi dan spiritual dari sesama wanita lainnya, yang ujung-ujungnya bisa menemukan perasaan suka sama suka.

Beberapa alasan di atas dapat turut berkontribusi terhadap bertambahnya jumlah lesbian di dalam masyarakat masa kini. Jika anda menduga mengalami gejala di atas tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan solusi terbaik.

Baca juga: Apakah Saya Lesbian? Waspadai Ciri-ciri Berikut dan Mulai Benahi Diri

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga