Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan yang Penting untuk Diketahui

Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan yang Penting untuk Diketahui ilustrasi

Covesia.com - Ketika pingsan, orang mengalami kehilangan kesadaran secara sementara yang berkaitan dengan penurunan aliran darah ke otak. Saat aliran darah ke otak menurun, maka kebutuhan otak atas oksigen dan nutrien (gula darah) tidak akan tercukupi sehingga otak kehilangan kemampuannya untuk berfungsi secara normal. Pada akhirnya, terjadilah pingsan.

Perlu diketahui bahwa pingsan dapat terjadi tanpa adanya kelainan medis apa pun. Kekurangan gula darah karena terlambat makan, kekurangan cairan akut, berdiri terlalu lama, stres psikologis, semuanya dapat memicu pingsan.

Umumnya penderita pingsan memiliki ciri-ciri, seperti tampak pucat, berkeringat dingin, nadi lambat (kurang dari 60 kali per menit) dan lemah, serta tekanan darah turun.

Bagi pemberi pertolongan pertama pada orang pingsan, penting untuk dapat membedakan pingsan dengan kondisi lain yang lebih mengancam nyawa. Salah satu ciri utama pingsan adalah kecepatan pulihnya kesadaran penderita. Bila hanya mengalami pingsan sederhana, umumnya penderita akan membaik secara perlahan kesadarannya saat diposisikan berbaring.

Pertolongan pertama pada orang pingsan

Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama pada orang yang pingsan, dikutip covesia.com dari laman klikdokter:

1. Posisikan penderita dalam keadaan berbaring

Terkadang penderita dapat merasakan bahwa kestabilan dirinya berkurang dan akan jatuh. Bisa juga muncul keluhan seperti pandangan yang semakin memburam.

Saat penderita mengatakan dirinya akan pingsan, maka baringkan penderita. Umumnya kesadaran akan perlahan membaik. Untuk mencegah kejadian pingsan berulang, cegah penderita untuk bangkit terlalu cepat setelah berbaring.

Bila tidak ada area yang aman untuk berbaring, maka penderita boleh duduk. Posisikan kepala di antara kedua lutut.

2. Tinggikan area kaki

Saat penderita berbaring, sangga area kaki dengan bantal atau barang apa pun sehingga letak kaki menjadi lebih tinggi daripada kepala. Hal ini akan memperbanyak aliran darah menuju otak.

Lakukan pada penderita yang tidak mengalami cedera apapun (misalnya, tidak habis terjatuh karena pingsan) dan bila pernapasan penderita baik-baik saja. Posisikan kaki lebih tinggi kira-kira 30 cm bila memungkinkan.

3. Longgarkan pakaian yang ketat

Minimalkan pertukaran udara yang buruk dengan melonggarkan pakaian yang ketat. Misalnya dengan membuka kancing kerah penderita, dengan begitu penderita dapat bernapas dengan lebih mudah dan bebas. Pertukaran oksigen juga dapat berlangsung lebih lancar.

Jangan biarkan penderita dikerumuni terlalu banyak orang. Biarkan penderita berbaring dengan tenang dan di udara terbuka, agar tersedia lebih banyak oksigen untuknya.

4. Coba bangunkan penderita

Setelah membaringkan dan memastikan kemudahan pernapasan penderita, cobalah untuk menyadarkannya. Lakukan dengan menepuknya, memberikan sedikit guncangan pada tubuhnya, atau memanggilnya dengan kencang.

Hal ini untuk mempercepat pemulihan kesadaran penderita, bila memang yang dialaminya hanyalah pingsan sederhana.

5. Hubungi petugas kesehatan bila perlu dan waspadai kerja jantung dan paru

Saat penderita tidak kembali memperoleh kesadarannya setelah melakukan hal-hal di atas, segeralah panggil ambulans atau petugas kesehatan.

Anda juga harus terus waspada terkait dengan kerja organ jantung dan paru penderita. Ketika anda menemukan bahwa penderita tidak bernapas atau tidak ada denyut jantung di nadi karotis (di samping leher), maka segera mulai Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Panggil bantuan medis sembari meneruskan siklus RJP. Lakukan RJP dengan cara kompresi dada sebanyak 30 kali, dilanjutkan pernapasan buatan sebanyak 2 kali. Terus ulangi siklus sampai bantuan datang.

Ini adalah beberapa tanda bahwa penurunan kesadaran yang terjadi bukanlah “pingsan biasa”:

  • Bibir dan wajah penderita membiru
  • Detak jantung sangat lemah
  • Ada keluhan nyeri dada sebelumnya
  • Napas terlihat sesak
  • Sulit dibangunkan
  • Tampak kebingungan, gelisah, tidak menyadari kondisi sekitar.

Hal-hal yang perlu dilakukan setelah pingsan

Pada kasus sederhana, penderita akan dengan segera memperoleh kesadarannya kembali. Bila sudah terjaga, anda dapat memberikan minuman mengandung gula, terutama bila ada riwayat terlambat makan atau memiliki diabetes.

Penderita diabetes rentan mengalami penurunan gula darah akibat konsumsi obat-obatan. Pastikan anda terus bersama dengan penderita hingga dirinya pulih penuh.

Setelah sukses melakukan pertolongan pertama, hal yang juga tidak kalah penting adalah tindakan selanjutnya. Sarankan pada penderita untuk mengunjungi tenaga kesehatan bila terjadi benturan kepala ketika pingsan, atau memiliki riwayat pingsan lebih dari sekali dalam 1 bulan.

Sebaiknya penderita juga direkomendasikan untuk mengunjungi dokter bila sedang hamil, memiliki penyakit jantung, serta mengalami banyak gejala tambahan lain. Gejala tambahan tersebut meliputi nyeri dada, sesak nafas, pandangan buram, sulit berbicara, dan lain-lain.

Kondisi pingsan bisa bersifat ringan hingga berat. Apabila anda melihat orang pingsan, lakukanlah pertolongan pertama yang sudah dijelaskan di atas. Pastikan untuk selalu bersama penderita selagi menunggu bantuan medis datang.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga