5 Tips Agar Anak Tidur Tepat Waktu

5 Tips Agar Anak Tidur Tepat Waktu ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Mengarahkan anak untuk tidur tepat waktu atau pada jam semestinya jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Terpaan teknologi, seperti ponsel pintar membuat mereka lebih sering menghabiskan waktu dengan gawainya, sehingga jam tidurnya pun menjadi mundur. Jika tak segera diatasi, anak bisa mengalami gangguan tidur.

National Sleep Foundation memperkirakan 48 persen orang di Amerika senang menggunakan gawai menjelang waktu tidur, tak terkecuali anak-anak. Bahkan, 30 persen di antaranya meletakkan gawai di samping tempat tidur, yang memicunya untuk kembali menengok layar ponsel. Data ini diperoleh dari hasil survei terhadap 1.500 orang responden pada 2014.

Selain itu, dilansir dari jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), cahaya biru dari gawai dapat menekan sekresi hormon melatonin yang seharusnya berfungsi mengatur pola tidur, sehingga mengacaukan jam biologis. Meski semua cahaya bisa berdampak buruk, namun cahaya biru pada gawai memberikan efek paling kuat di antara cahaya lainnya.

Ironisnya, baru-baru ini dilaporkan bahwa semakin banyak anak-anak yang menderita masalah tidur sebagai akibat dari kegandrungan mereka akan media sosial. Karena biasanya, anak-anak cenderung memainkannya sebelum mereka tidur.

Meskipun tak mudah untuk memberlakukan jam malam untuk pemakaian gawai pada anak, ada sejumlah metode dari para ahli yang bisa anda terapkan sebagai orang tua untuk mencoba dan membantu anak-anak terlelap dengan nyenyak di malam hari atau mendapatkan tidur yang cukup, dikutip covesia.com dari laman klikdokter:

1. HIndari penggunaan gawai menjelang waktu tidur

Jumlah anak-anak di bawah usia 16 yang didiagnosis mengalami gangguan tidur telah meningkat drastis selama beberapa tahun terakhir. Data itu dikeluarkan oleh National Health Service (NHS) dan dianalisis oleh The Guardian.

Salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua untuk memperbaiki masalah ini adalah dengan memastikan bahwa anak-anak tidak menggunakan gawai tepat sebelum mereka tidur.

"Dengan menciptakan lingkungan bebas teknologi 30 menit sebelum waktu tidur mereka, anda dapat membantu menciptakan zona ramah tidur,” ujar Neil Robinson, ahli tidur dari Sealy UK.

Pencahayaan di kamar tidur anak juga dapat memengaruhi kualitas tidur mereka. Menurut Sarah Ockwell-Smith, penulis The Gentle Sleep Book, akan lebih bijaksana untuk membeli lampu yang bisa menunjang anak-anak untuk tidur. Membiarkan lampu menyala di kamar tidur anak pada malam hari dapat menghambat pelepasan melatonin dan membuat anak menjadi susah tidur.

2. Atur waktu tidur yang ketat

Anak-anak akan kesulitan tidur nyenyak jika mereka tidur pada waktu yang berbeda setiap malamnya. "Itulah mengapa penting untuk mengatur rutinitas malam dan pagi hari yang dapat mereka ikuti," jelas Joy Richards, spesialis tidur dari Happy Beds.

“Saya selalu mengatakan bahwa rutinitas adalah bagian paling penting dari gaya hidup anak-anak agar tidur tepat waktu. Memberi anak waktu tidur yang ditetapkan setiap malam akan memunculkan kebiasaan tidur pada waktu yang telah ditentukan,” lanjutnya.

Menurut Ockwell-Smith, beberapa orang tua sering salah kaprah dengan jam tidur anaknya. Banyak yang berpikir, tidur semakin lama berarti semakin baik bagi tubuh, padahal hal ini tidak benar. Durasi tidur setiap kalangan usia pun bisa berbeda-beda sesuai metabolisme tubuh.

Ockwell-Smith merekomendasikan antara 9 hingga 16 jam tidur untuk balita, 8 hingga 14 jam tidur untuk anak-anak usia prasekolah, 7 hingga 13 jam tidur untuk anak berusia 5 hingga 11 tahun, dan 6 hingga 12 jam tidur untuk remaja.

"Hal terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah mencoba memahami kebutuhan tidur setiap usia dan memastikan anak tidur sesuai durasi yang disarankan," katanya.

3. Ciptakan lingkungan yang tenang

Dani Binnington, ahli kesejahteraan keluarga mengatakan bahwa salah satu cara agar anda dapat menciptakan lingkungan yang tenang untuk anak anda adalah dengan mendorong mereka untuk berimajinasi sebelum tidur. Hal ini pada gilirannya akan membantu mereka hanyut dalam tidur yang tenang.

“Tanyakan kepada anak anda tentang liburan favorit atau tempat favorit mereka setelah dia mulai berbaring dan nyaman di tempat tidur, matikan lampunya dan secara perlahan anda bisa meninggalkan ruangan. Teknik ini akan membawa kembali kenangan indah dan perasaan positif," ujar Binnington.

Cara lain yang dapat anda lakukan adalah dengan mengajak si Kecil melakukan kegiatan menenangkan sebelum tidur, seperti mandi atau berendam dengan air hangat.

"Mandi sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur karena penurunan suhu tubuh setelah mandi meniru penurunan suhu alami tubuh saat mempersiapkan diri untuk tidur," kata Neil Robinson.

4. Jaga asupan di malam hari dan menjelang tidur

Makan camilan manis sebelum tidur dapat menyebabkan lonjakan tingkat energi mereka, sehingga anak menjadi semakin susah tidur. Akan tetapi, makanan manis bukanlah satu-satunya jenis yang sebaiknya dihindari sebelum tidur.

Menurut Joy Richards, ada kebenaran tentang mitos bahwa makan keju sebelum tidur dapat menyebabkan mimpi yang tidak menyenangkan. “Makan keju begitu dekat dengan waktu tidur meningkatkan kemungkinan mengalami mimpi buruk,” katanya.

Mimpi buruk tersebut bisa membuat si Kecil sulit tidur atau bahkan menghindari waktu tidur selama mungkin, karena ia takut saat tidur akan bermimpi buruk kembali.

Robinson menyarankan bila si Kecil lapar menjelang waktu tidur, berikan camilan seperti roti panggang gandum, apel, atau biskuit gandum, dan batasi sekitar 45 menit sebelum tidur. Dengan cara ini, anak bisa pergi tidur dengan rasa nyaman dan tenang.

5. Siapkan tempat tidur yang nyaman

Jika anak anda sering mengalami masalah dengan tertidur di malam hari, maka tempat tidur mereka mungkin bisa menjadi biang keladinya. Phil Lawlor, ahli tidur dari Amerika Serikat mengatakan bahwa jenis kasur yang dibutuhkan seorang anak untuk tidur nyenyak mungkin berbeda dari yang dibutuhkan oleh orang dewasa.

“Banyak orang dewasa menikmati kasur dengan tingkat kenyamanan lembut atau medium-soft. Namun, anak-anak umumnya membutuhkan kasur yang lebih kokoh. Ini karena tubuh mereka yang masih dalam masa pertumbuhan membutuhkan dukungan ekstra saat mereka berkembang," katanya.

Selain kasur yang nyaman, penting juga untuk memperhatikan ketebalan selimut anak. Karena terkadang anak merasa tidak nyaman jika selimutnya terlalu tebal.

"Anak-anak memiliki tubuh yang lebih kecil, artinya akan lebih banyak udara yang terperangkap di antara tubuh mereka dan seprai di malam hari, yang membantu menjaga mereka tetap hangat," Lawlor menjelaskan.

Jadi, usahakan beri si Kecil selimut yang tidak terlalu tebal. Selain itu belilah bantal dan selimut yang tidak bersifat alergi bagi anak.

Demikianlah deretan cara untuk membuat anak Anda bisa tidur tepat waktu. Jangan sepelekan waktu tidur anak anda, karena durasi dan kualitas tidurnya akan memengaruhi kesehatan serta aktivitas mereka di esok harinya.

Terapkan berbagai tips di atas agar si Kecil terbiasa tidur tepat waktu, sehingga proses tumbuh kembang anak berjalan optimal.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga