Tips Pilih Pasangan Tepat yang Jarang Diketahui

Tips Pilih Pasangan Tepat yang Jarang Diketahui ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Memilih pasangan memang tidak bisa sembarangan. Apalagi jika anda berencana untuk menjadikannya sebagai pasangan hidup. Maka anda memang disarankan untuk mempertimbangkan banyak hal agar tidak salah pilih dan menyesal di kemudian hari.

Namun, banyak orang yang justru keliru dan malah terkesan terlalu pilih-pilih pasangan hingga akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Apakah terlalu pilih-pilih pasangan itu baik?

Memilih pasangan tentu saja baik. Menjadi orang yang pemilih bisa mengarahkan anda pada pasangan yang tepat dan anda cari selama ini. Menjadi orang yang pemilih juga memiliki keuntungan karena tandanya anda memiliki harga diri dan memikirkan masa depan anda.

Bayangkan, jika anda menerima dengan mudahnya ajakan kencan dari mana pun tanpa mempertimbangkan hal-hal lain di luar itu, bukan tidak mungkin anda terjebak pada orang yang salah dan hanya buang-buang waktu. Dengan begitu, tidak ada yang salah saat anda menjadi orang yang cukup pemilih dalam hubungan.

Namun, perlu diingat bahwa menjadi pemilih terkadang perlu dikendalikan. Jangan sampai anda terus-terusan mencari kesalahan pasangan yang sebetulnya sangat sepele.

Misalkan kekurangan fisik pasangan yang masih bisa ditolerir sebenarnya. Itu artinya anda sudah terlalu pilih-pilih pasangan.

Apa salahnya kalau terlalu pilih-pilih pasangan?

Dari hasil penelitian yang dilakukan di University of Western Sydney, ditemukan fakta bahwa wanita cenderung lebih selektif dibandingkan dengan pria. Jo Barnett, seorang terapis asmara asal Amerika menyatakan bahwa ketika seseorang mencari pria dengan sederet daftar keinginan spesifik seperti memiliki tinggi 180 cm dengan kumis tipis dan rambut dengan potongan cepak maka ia sudah termasuk dalam kategori terlalu pemilih.

Pasalnya wanita yang memiliki sederet daftar keinginan ini hanya akan mengencani pria yang sesuai dengan daftarnya. Padahal, hal ini tidak menjamin bahwa ia akan mendapatkan pria yang benar-benar baik untuknya.

Nah, hal ini biasanya menjadi faktor penyebab kegagalan yang paling besar dalam menjalin hubungan dimulai dari pertemuan pertamanya.

Anda harus menyadari bahwa menemukan pasangan yang sejajar dan benar-benar sesuai keinginan sangatlah sulit. Jika Anda ingin hubungan yang bahagia, maka berikan kesempatan pada orang yang Anda rasa cocok dan nyaman dengan tidak berpatokan pada daftar kriteria yang anda inginkan.

Kembalikan semuanya pada tujuan anda dalam berhubungan. Apakah anda mencari pasangan untuk mengangkat status ekonomi, misalnya? Atau pasangan anda harus sempurna fisiknya supaya bisa dipamerkan? Kalau memang itu alasan-alasan anda mencari pasangan, sebaiknya pertimbangkan lagi tujuan dan kriteria anda mencari pasangan.

Tips untuk menemukan pasangan yang tepat

Terlepas dari semua daftar kriteria yang anda miliki, pahami berbagai tips berikut untuk memilih pasangan yang tepat untuk anda, di antaranya dikutip covesia.com dari laman hellosehat:

Memiliki prinsip dasar yang sama

Hal pertama yang perlu anda cari saat memilih pasangan ialah kesamaan prinsip. Pasalnya, kesamaan prinsip dan cara pandang ke depan menjadi hal yang sangat penting saat memilih pasangan hidup. Misalnya, anda dan pasangan sama-sama sepakat bahwa privasi adalah hal yang tidak boleh dilanggar bahkan oleh pasangan sekalipun.

Carilah orang yang nyaman diajak bicara

Kriteria lain yang penting untuk menentukan pasangan yang tepat ialah enak diajak berbicara. Seiring dengan berjalannya waktu, kualitas ini akan jauh lebih penting dibandingkan dengan penampilan fisik, harta, dan jabatan yang dimiliki.

Pasalnya, kelak di hari tua nanti ketika anda dan pasangan sudah kembali hidup berdua karena anak-anak memiliki tempat tinggal sendiri maka yang akan anda lakukan hanyalah mengobrol.

Saat bersamanya, anda bisa jadi diri sendiri

Memilih pasangan yang membuat anda nyaman di hadapannya dan bisa menjadi diri sendiri menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Meski terdengar klise, anda akan menemukan kebebasan untuk mengekpresikan diri tanpa takut pasangan merasa ilfeel atau marah karena kekonyolan yang ada pada diri anda.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga