7 Gejala Awal Skizofrenia yang Sering Diabaikan

7 Gejala Awal Skizofrenia yang Sering Diabaikan ilustrasi

Covesia.com - Skizofrenia adalah gangguan mental yang membuat pengidapnya mengalami kesulitan membedakan mana yang nyata dan tidak, kesulitan untuk berpikir jernih, mengelola emosi, berhubungan dengan orang lain, sehingga sangat sulit untuk hidup dengan normal.

Meskipun termasuk gangguan mental kronis, skizofrenia dapat dikelola dengan baik jika diatasi sesegera mungkin di awal kemunculannya. Untuk itu, yuk kenali gejala awal skizofrenia.

Berbagai gejala awal skizofrenia

Pada beberapa orang, skizofrenia muncul secara tiba-tiba tanpa ada tanda khusus sebelumnya. Namun umumnya, penyakit ini muncul secara perlahan dan ditandai dengan gejala tertentu jauh sebelum episode berat pertama. Berikut ini berbagai gejala awal skizofrenia yang perlu diwaspadai, dikutip covesia.com dari laman hellosehat:

1. Depresi dan menarik diri dari lingkungan sekitar

Gejala skizofrenia awal yang paling umum dimiliki adalah merasa depresi sehingga akan menarik diri dari lingkungan sekitar. Tak hanya kegiatan di luar rumah seperti sekolah dan juga kantor tetapi seseorang juga akan menghindari interaksi sosial dengan keluarga dan juga teman.

Mereka akan menghabiskan waktunya dengan mengisolasi diri sendiri. Ia juga mulai kehilangan hobi, minat, dan ambisi yang sebelumnya dimiliki. Selain itu, orang dengan depresi juga tidak bersemangat, kehilangan nafsu makan, dan sulit tidur. Bahkan ia mulai menunjukkan ketidakpedulian dengan lingkungan sekitar atau terhadap berbagai situasi penting.

2. Tidak lagi menjaga kebersihan diri

Orang yang terkena skizofrenia perlahan-lahan akan berhenti melakukan aktivitas harian untuk membersihkan diri seperti mandi, menyikat gigi, dan mengganti pakaian.

Sikap ini muncul karena mereka mulai tidak acuh, mengabaikan diri, dan juga karena mengisolasi dirinya dari lingkungan sosial. Dalam sebagian kasus, orang yang terkena skizofrenia ini tidak lagi menyadari bahwa kebersihan dan penampilannya sudah sangat buruk.

3. Berekspresi datar atau kosong

Biasanya, tanda fisik yang paling terlihat saat seseorang mengalami gejala skizofrenia awal ialah ekspresi wajah yang kosong. Hal ini ditandai dengan tatapan mata yang kosong dan ekspresi yang datar.

Biasanya, seseorang juga tidak mampu mengungkapkan emosi sedih atau gembira. Kalau pun bisa, biasanya tangisan dan juga tawa dikeluarkan secara tidak wajar. Selain itu, sebagian orang juga mengalami  reaksi indra yang akut seperti sensitif terhadap cahaya dan suara yang terlalu keras.

4. Halusinasi

Dikutip dari Medical Daily, lebih dari 70 persen pasien skizofrenia mengalami halusinasi berupa suara. Akibat halusinasi ini, orang dengan skizofrenia pikirannya akan terganggu, kehilangan konsentrasi, dan memiliki ingatan yang buruk.

Selain itu, suara-suara ini terkadang muncul seolah-olah agar anda melakukan hal-hal tertentu untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. Suara ini bisa muncul dari orang yang sebenarnya tidak sedang berbicara atau bahkan dari sumber yang tidak diketahui asalnya. Hal ini biasanya terjadi pada 70 persen kasus skizofrenia.

5. Delusi/waham

Selain mengalami halusinasi, orang yang terkena skizofrenia juga biasanya mengalami delusi. Delusi adalah gangguan mental di mana seseorang tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasi.

Jadi ia akan meyakini imajinasi tersebut dan bersikap seperti apa yang sedang dipikirkan. Misalnya, anda percaya bahwa anda adalah aktor terkenal yang sedang berada di puncak popularitas.

6. Gangguan tidur

Gangguan tidur menjadi salah satu gejala skizofrenia awal yang dialami. Biasanya gangguan tidur ini bisa berupa tidur yang berlebih atau sebaliknya yaitu insomnia. Kondisi ini bisa bervariasi pada tiap orangnya. Akan tetapi, gangguan tidur yang disertai dengan berbagai gejala awal skizofrenia lainnya perlu diwaspadai.

7. Kesulitan mengatur pikiran

Orang dengan gejala skizofrenia awal biasanya juga ditandai dengan kesulitan untuk mengatur pikirannya. Mereka kemungkinan tidak bisa mengikuti dan memahami apa yang orang lain bicarakan padanya atau ia tonton. Begitu juga ketika berbicara, ia akan melontarkan berbagai pernyataan aneh dan tidak masuk akal.

Jika anda melihat berbagai gejala ini pada orang terdekat, maka segera konsultasikan ke dokter atau ahli kesehatan mental untuk dilakukan diagnosis lebih lanjut.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga