4 Gejala Kleptomania yang Paling Umum Terjadi

4 Gejala Kleptomania yang Paling Umum Terjadi ilustrasi

Covesia.com - Mencuri adalah perbuatan kriminal dengan mengambil sesuatu milik orang lain tanpa izin. Namun, kebiasaan buruk ini bukan hanya terjadi karena kebutuhan dan disengaja, melainkan bisa menjadi indikasi penyakit mental, yaitu kleptomania.

Mungkin anda pernah menemui penderita kleptomania di lingkungan sekitar, atau justru Anda yang pernah menjadi korbannya? Kleptomania adalah kondisi yang membuat penderitanya senang untuk mengambil barang milik orang lain. Lantas, apa saja gejala kleptomania yang biasanya ditunjukkan oleh penderitanya?

Berbagai gejala kleptomania

Penyebab kleptomania tidak diketahui secara pasti, tapi diduga karena adanya perubahan pada zat kimia dalam otak, yang disebut neurotransmitter, dilansir dari laman Psychology Today.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan beberapa gejala kleptomania dikutip covesia.com dari laman hellosehat:

1. Tidak mampu menahan dorongan untuk mencuri

Tidak seperti orang normal pada umumnya, penderita kleptomania seperti selalu mendapat dorongan kuat untuk mengambil barang milik orang lain. Namun berbeda dengan pencuri, mencuri dilakukan karena menginginkan suatu barang tapi tidak mampu untuk membelinya.

Sebaliknya, kleptomania sebenarnya tidak terlalu memerlukan barang tersebut, bahkan biasanya memiliki uang untuk membelinya sendiri. Hanya saja, mereka kesulitan menahan hasrat untuk tidak mengambil barang tersebut.

2. Merasa puas setelah mencuri

Sebelum melakukan aksinya, biasanya penderita kleptomania akan diselimuti perasaan takut dan cemas jika nanti terlihat oleh orang lain. Sayangnya, hal ini tidak berlangsung lama karena mereka akan tetap mengambil barang incarannya.

Barang yang diambil pun sebenarnya tidak terlalu berguna, sehingga nantinya hanya akan disimpan, disumbangkan, atau dikembalikan ke tempat semula secara diam-diam. Namun yang pasti, tidak untuk digunakan demi kepentingan pribadi.

3. Terjadi secara spontan

“Episode” kleptomania biasanya muncul dengan tidak terduga dan tanpa perencanaan yang matang. Artinya, penderita kleptomania bisa melakukan aksinya di mana saja, bahkan di tempat umum sekalipun.

Ini karena dorongan untuk mencuri dapat muncul di mana pun penderita berada, tanpa mengenal tempat. Pelakunya pun bisa menjalankan aksinya seorang diri tanpa perlu kerjasama atau bantuan dari orang lain.

4. Dorongan untuk mencuri selalu kembali

Kleptomania bisa diibaratkan seperti penyakit kambuhan. Penderitanya mungkin sudah mendapatkan barang yang diinginkannya, tapi tidak menutup kemungkinan dorongan untuk mencuri itu akan kembali lagi di kemudian hari.

Meski terkadang, dorongan tersebut datang dengan intensitas yang berbeda, bisa dalam tingkat yang lemah bahkan hingga sangat kuat dan sulit ditahan.

5. Tidak dilakukan karena ingin balas dendam

Lagi-lagi, kleptomania bisa melakukan aksinya dimana saja tanpa kenal tempat dan waktu. Apa yang ia lakukan pun bukan semata-mata ingin meluapkan kemarahan atau membalas dendam dengan orang lain. Melainkan hanya untuk menyalurkan hasrat yang timbul dari dalam dirinya.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga